Halo halo
Gimana kabarnya?
Kangen up ga?
Ulangannya gimana ni?
Next part aku up malming Sabi ga?
Happy reading ❣️
'semakin dewasa udah nggak butuh lagi hal yang ribet-ribet dan aneh, tapi yang dibutuhin adalah tidur yang cukup, uang yang banyak, dan pasangan yang setia.'
FROM: PENGGEMAR RAHASIA MU.
.............
09.00
"din... Bangun sayang lebih baik kamu pulang semalaman kamu jaga Samuel biar bunda gantian yang jaga dia ya sayang." Sari mengelus lembut rambut Dinda yang tertidur pulas memeluk tangan putranya.
Setelah makan bersama semalam semua orang pamit untuk pulang dan beristirahat kecuali Dinda yang lebih memilih menemani Samuel,Dinda ingin jika Samuel sadar dia yang pertama kali melihat cowok keras kepala kesayangan nya itu didepan matanya langsung.
"Emmmm... tapi bunda kalo Samuel bangun Dinda pengen jadi yang pertama ada di sampingnya..." Dinda mengusap matanya memperhatikan wajar Samuel yang masih belum terbangun dari koma nya.
"Bunda paham Din tapi kamu juga harus perhatiin kesehatan kamu jangan sampai kamu sakit apalagi bolos sekolah,bunda minta besok setelah pulang sekolah kamu datang kesini lagi ya," Sari menuntun dia perlahan berjalan keluar area rumah sakit.
"Sampai sini aja Bun kasian Samuel sendirian didalam nanti kalo ada apa apa bunda cepat cepat kabarin Dinda ya Dinda 24 jam nunggu kabar Samuel." Dinda mengecup pipi Sari lalu berjalan menuju parkiran.
Setelah selesai menghantarkan Dinda Sari kembali kedalam kamar Samuel, sunyi sepi hanya ada alat kontrol yang berbunyi. Beberapa kali dirinya memeras kain dan mengusap ke tubuh putranya yang masih terbaring diranjang rumah sakit.
"Mamah harap kamu cepat sadar Sam...lihat banyak yang nungguin kamu disini termasuk Dinda yang semalaman nemenin kamu disini Sam." Wanita parubaya itu kemudian Tersenyum tipis diikuti air mata yang mengalir menandakan kerinduan ibu terhadap anaknya.
............
"Mah.... Dinda pulang..." Dinda masuk dengan tubuh yang berantakan lemas seperti kehilangan semangat karena semalaman tidak bisa tidur dengan tenang dan pulas.
"Din udah pulang,gimana Samuel?" Tanya Sarah yang langsung membawakan segelas teh untuk putrinya.
Dinda menggeleng rasanya dirinya masih ingin terus disamping Samuel, tapi Dinda juga tidak bisa memaksa dirinya kalo terus berada di rumah sakit bisa saja Dinda malah ikutan sakit karena kurang istirahat.
"Hey it's okay... jangan nangis gitu Din Samuel pasti tau kamu stay nungguin dia jadi kamu tenang aja, ini mamah buatin teh anget kamu minum terus mandi baru tidur ya besok kamu sekolah harus jaga kesehatan terus nanti malem kita sama sama pergi jenguk Samuel lagi ya." Sarah menaruh segelas teh hangat di meja dan pergi ke dapur untuk melanjutkan kegiatan masaknya.
Kini Dinda berada di kasurnya sulit untuk tidur ditengah pikirannya yang terus bercabang, bingung resah dan kehabisan ide membuat pikiran Dinda penuh dengan hal hal yang bertentangan, terlebih lagi Dinda harus menyelesaikan tugas sekolahnya yang sempat tertunda.
"Gw gabisa kaya gini terus,mau jadi apa gw kalo terus terusan kaya orang yang gapunya tenaga nanti bukannya tugas kelar malah yang ada makin numpuk."
"Ya!gw harus nyelesain semua tugas gw baru abis itu gw bisa bebas nemenin Samuel." Ntah darimana semangat Dinda datang siang hari itu Dinda seperti siswi yang sedang dikejar tugas.
17.00
"Selesai! Uhhh tangan gw mati rasa mana udah sore ga boleh tidur harus ketempat Samuel!" Gerutu Dinda yang terus menahan ngantuknya.
Dinda baru saja selesai mengerjakan tugas nya yang lumayan menumpuk dan memakan waktu cukup lama,seharusnya Dinda istirahat tapi karena terus kepikiran Samuel akhirnya dia bergerak mandi dan make up agar tidak kelihatan pucat.
"Mahhh ayo mahhh kita kerumah sakit.." teriak Dinda.
"Iya ayo nih mama udah siap sekalian nanti mau jenguk Nathalien." Sarah mempersiapkan sekotak bekal nasi untuk yang menunggu dirumah sakit.
"Natha lagi?mahhh... Please mamah sadar apa yang dia buat ke kita semua? karena ulah natha Dinda kehilangan Samuel mah.. seharusnya Samuel sama Dinda udah bahagia sekarang," Dinda tidak habis pikir dengan sikap Sarah yang terlalu baik terhadap orang.
"Kita udah pernah bahas ini sayang, dan mamah tetap bakal ngurus Natha kalo perlu nanti Natha kalo udah boleh pulang dari rumah sakit mamah ajak tinggal bareng sama kita." Sarah menatap Dinda dengan harapan Dinda mengerti dengan keputusan yang ia buat.
"Oke kalo itu mau mamah dan jangan salahin Dinda kalo Dinda pergi dari rumah ini!karena Dinda Gamau tinggal bareng sama orang yang udah ngerusak hubungan Dinda." Ketus Dinda.
"Dinda plis!kita bahas ini nanti sekarang kita pergi kerumah sakit dulu kasian Tante Sari sendirian disana." Sarah menuntun putrinya dan memilih untuk mengalihkan pembicaraan karena Sarah masih harus berusaha mencoba untuk meyakinkan putrinya itu.
Kini mereka berdua sudah tiba di rumah sakit tempat Nathalien dan Samuel dirawat karena kecelakaan seminggu yang lalu.
"Assalamualaikum Bun?..." Dinda masuk terlebih dahulu dengan membawa bekal dari Sarah.
Sedangkan Sarah lebih memilih untuk keruangan Nathalien untuk membersihkan badannya Nathalien karena tidak ada seorang pun yang datang menjenguk Natha.
"Eh Dinda,sini sayang dokter barusan aja ngecek kondisi Samuel dan katanya Samuel semakin membaik nak." Sari bangun dari kursinya dan membiarkan Dinda yang duduk disamping putranya.
"Serius bund?oh ini ada nasi dari mamah soalnya bunda Pasti belum makan kan?" Dinda meletakkan bekal diatas meja dan mengusap lembut tangan Samuel.
"Mamah kamu kemana din?kok ga masuk?" Tanya Sari.
"Mamah keruangan Nathalien bunda, sebenernya Dinda juga bingung sama sikap mamah yang malah perduli sama Nathalien padahal kan kejadian ini juga salah Natha Bun.." jawab Dinda.
"Din.. sebenernya mamah kamu bener ga Seharusnya Nathalien kalian benci walaupun ini semua kesalahan dia." Sari mencoba memberi pengertian untuk Dinda supaya tidak terlarut kedalam kebencian.
"Ntahlah Bun...Dinda gabisa bilang apa apa sekarang ini Dinda cuma mau fokus buat kesembuhan Samuel karena Dinda bener bener kangen sama dia.." setiap melihat Samuel hati Dinda seperti ingin menangis tapi tidak bisa karena sudah terlalu banyak air mata yang dikeluarkan Dinda.
"Yasudah kalo gitu bunda titip Samuel ya Din bunda mau coba keruangan Nathalien nemenin bunda kamu.." sari mengelus lembut pundak Dinda dan pergi meninggalkan ruangan itu.
"Hai Sam maaf ya aku tinggal seharian ini,kamu tau ga si banyak banget yang pengen aku ceritain sama kamu rasanya sekarang semua beban aku tanggung sendiri kalo dulu kan ada kamu yang selalu paksa aku biar aku cerita." Dinda menidurkan kepalanya diatas tangan Samuel.
Rasa nya Dinda ingin ikut kealam bawah sadar Samuel supaya Dinda bisa bercerita banyak hal yang dia rasakan selama kejadian ini.
'maafin gue din...gue bisa denger lu tapi lu yang ga bisa denger gue karena gue masih harus ada dialam bawah sadar diri gue,gue harap lu tetep cerita ke badan gue ini Din walaupun gak bisa gue bales tapi seenggaknya keluh kesal lu udah keluar."
-samuel.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Next?
Gimana btw bagus or no?
Secepatnya next part di up ya guys see you!
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUEL JOERLANDA PUTRA
Ficção Adolescenteaku dan kamu memang berbeda aku dengan kata dan kamu bersama nada menikmati karya meski tak sama. Bahkan kita pernah seasing ini untuk menjadi dekat sampai akhirnya kita terlalu dekat untuk menjadi dua orang yang asing.
