12. Nora's Trap

23 5 0
                                        

Di jalanan yang gelap, Hyejoon terus mengeratkan jaket yang ia pakai. Hyejoon menghela napas panjang. Sudah nasibnya berada di dunia aneh ini.

Dunia ghaib!

Situasi yang sangat tak terduga bagi Hyejoon. Lagi pula siapa yang akan berspekulasi bahwa Hyejoon akan ada di tempat seperti ini?

Dan sekarang, Hyejoon ada di tempat bersalju tebal. Ia terus menggigil. Pemuda berusia 24 tahun itu merasa kalau ia bisa mati jika berlama-lama di sini, tanpa jaket yang hangat, dan api.

Hyejoon berhenti melangkah.

Beberapa meter darinya, seseorang terbaring dengan baju lengan pendek dan celana berwarna hitam. Terlihat sangat familiar.

"JIMIN!?"

Srek
Srek
Srek

Hyejoon berlari menghampiri Jimin. Ia sangat terkejut melihat wajah Jimin yang pucat dan tidak ada tanda kehidupan.

"Jim!? Bangun!"

Hyejoon mengecek nadi Jimin.

Tidak ada denyut nadi.

"Tidak ... bangun, Park!" Mata Hyejoon berkaca-kaca sekarang.

"BANGUN ATAU AKU AKAN MENINGGALKANMU!"

Ia terus mengguncangkan tubuh lemah Jimin. Hyejoon menangis sesenggukan. Kenapa dia harus kehilangan Jimin sekarang?

"Kau benar-benar meninggalkan kami, Park?"

Hyejoon menunduk dalam. Tangisannya semakin kencang. Ia tidak peduli lagi pada tubuhnya yang juga pucat karena kedinginan. Hyejoon hanya berharap Jimin bangun. Namun, baru dirinya sadar bahwa ada bekas kemerahan di leher Jimin. Jimin bunuh diri atau disakiti oleh makhluk lain?

Hyejoon bergerak meraih tangan sahabatnya itu, lalu menggendong Jimin di punggungnya. Mati atau tidak, Jimin harus keluar dari alam ini.

"Maafkan aku, Jim." Hyejoon melangkah pergi. "Harusnya aku memastikan bahwa permainan itu berhasil."

"Ternyata tidak. Pasti Nora telah menyakitimu, dan membawa kita semua ke dunianya. Dia telah menjebak kita, Jimin."

Hyejoon tahu bahwa wanita yang ada pada rumah terbengkalai itu adalah Nora. Nora telah memberitahukan namanya. Karena permainan The Dead, mereka celaka. Ini adalah sebuah kesalahan besar.

"Seharusnya aku menolak permintaan mu untuk bermain itu. Aku sangat menyesal."

Walaupun tidak ada respon dari sahabatnya itu, Hyejoon tetap menceritakan apa yang ia tahu dari Nora. Wanita itu ... sangat biadab.

Saat melihat sebuah gubuk bambu, Hyejoon tersenyum miris. Masih dengan menggendong Jimin, ia memasuki gubuk itu, dan menurunkan Jimin.

Pandangan kosong Hyejoon tertuju pada Jimin. Apa yang harus ia perbuat sekarang? Menguburkan Jimin?

Hyejoon tidak mau melakukannya. Ia takut.

"Maafkan aku, Jimin."

"Hyejoon ...."

Hyejoon mendongak.

"JIMIN!?"

"KAU MASIH HIDUP!?" Hyejoon langsung memeluk Jimin dengan erat sampai yang dipeluk merasa sesak. "Aku pikir kau sudah mati!"

"Hih! Lepaskan aku!" Jimin mendorong Hyejoon dan menatap datar orang di hadapannya itu.

"Hehe."

"Aku bernapas begini dan kau berpikir aku mati!?"

We Call You HereTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang