Beomgyu baru saja sampai dikelas, bahkan baru saja mau mendudukan dirinya dibangku, tapi tiba-tiba sudah ada yang mengerjainya. dengan menarik bangkunya itu kebelakang, dan karna itu Beomgyu pun terjatuh kebelakang dengan cukup keras.
sialnya lagi, siksaan dari siswa/i kemarin itu masih berbekas, belum sembuh seutuhnya. jadi ketika jatuh, rasa sakitnya berkali-kali lipat, dari yang seharusnya.
"shh.." ringis Beomgyu sambil memegangi perutnya.
"RASAIN NOOO!! HAHAHA MAMPOS" teriak lelaki yang barusan menarik bangku Beomgyu. setelah mangatakan itu, lelaki tersebut menertawakannya bersama dengan yang lainnya.
"DASAR CUPU!!!" teriak yang lainnya.
"UWUU SAKIT YAA BAHAHA" teriak lagi siswa lain.
"BANGUN LO! kerjain nih PR gua." perintah salah seorang lelaki yang juga sejak tadi menertawakannya. Beomgyu tidak bergerak, perutnya benar-benar sakit.
"nih kerjain juga punya kita, awas aja kalo sampe gak selesai, habis lo!" ancam yang lainnya, kemudian pergi begitu saja, tanpa mempedulikan Beomgyu yang masih terkapar dilantai.
Beomgyu berusaha bangun, perlahan namun pasti. ketika dia sudah berhasil mendudukan dirinya dibangku, dia dapat melihat dimejanya ada 5 buku tugas milik siswa-siswa yang menertawakannya tadi. Beomgyu mencekram satu tangannya, dia sangat kesal, kenapa dirinya jadi selemah ini?, mau melawan, tapi dirinya juga masih sakit. kalo pun tidak sakit, dia tetap tidak bisa melawan. menyedihkan bukan?
mau tidak mau, dia pun mengerjakan PR-PR sih pembulli itu, dengan keadaan yang begitu menyiksa. tapi untungnya, secara perlahan, sakit diperutnya meredah, dan dia bisa mengerjakan dengan cukup tenang. beruntung nya dia memang mempunyai otak yang encer, PR atau tugas yang diberikan guru tidak pernah mempersulitnya, dia dapat mengerjakannya dengan mudah.
Jam istirahat datang dengan cepat, Beomgyu jarang ke kantin, jarang keluar kelas, bukan karna malas, tapi lebih menghindari masalah baru saja.
namun kali ini Beomgyu melangkahkan kakinya keluar kelas, menuju ruang UKS, dia sangat bersyukur sekolah ini menyediakan fasilitas seperti UKS, yang selalu bisa menyembuhkannya dengan gratis, dari bullying yang diterimanya. dia tidak perlu pergi ke rumah sakit, dan membayar secara cuma-cuma.
"kamu kenapa lagi? dibulli lagi?" tanya perawat yang sedang menjaga di UKS itu, dia selalu yang mengobati Beomgyu.
Beomgyu hanya mengangguk, lalu duduk dibrangkar UKS.
"orang tua kamu tau gak sih tentang ini?" tanya perawat itu lagi yang bernama Sasa. Sasa sangat merasa tidak tega, melihat Beomgyu selalu pergi ke UKS, karna dibulli.
"kedua orang tua gue udah maninggal kak" jawab Beomgyu, seraya tersenyum.
seketika Sasa merasa tidak enak, "oh maaf, saya gak tau. terus kamu punya siapa?" tanyanya lagi.
"kakak. kakak perempuan." Sasa mengangguk-ngangguk, lalu Beomgyu kembali berkata, "lo gak usah khawatirin gue kak, gue baik-baik aja. beneran baik-baik aja, gak papa."
Sasa menggeleng, kemudian memutar matanya malas, "kalo baik-baik aja ngapain kesini?" Beomgyu hanya terkekeh mendengar ucapan Sasa.
"coba aja saya bisa belain kamu, bakal saya jamin kamu gak bakal dibulli lagi. tapi sayang, saya cuman perawat disini." ucap Sasa seraya membuka kotak p3k.
"makasih ya kak, udah peduliin gue. tapi bener deh, gak papa." ucap Beomgyu, meyakinkan wanita itu. namun Sasa hanya diam, Sasa sudah muak dengan perkataan yang dikeluarkan Beomgyu, yang selalu sama, dan itu hanya kebohongan, dia tau itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
NOT A DOLL || Taegyu ✅
Teen Fictionmenjadi bahan buli itu tidak mengenakan, rasanya sangat membutuhkan pertolongan dari siapapun. namun bagaimana jika, orang satu-satunya yang mau menolong kita, adalah orang yang sangat ingin kita hindari? yeah.. ini lah yang terjadi dikehidupan Beom...
