Beomgyu baru saja selesai diobati Sasa, "kak jangan bilang apa-apa ya ke Taehyun."
satu alis Sasa terangkat, "bilang apa?"
"jangan kasih tau dia separah apa memar-memar dibadan gue."
Sasa terdiam, kemudian dia tersenyum mengangguk "iya."
Sasa berjalan ke pintu, lalu mengizinkan Taehyun masuk. sebenarnya Taehyun bisa saja menunggu di dalam ruangan sambil melihat Beomgyu diobati, tapi Beomgyu tidak mau, Beomgyu menyuruh Taehyun keluar.
"saya keluar bentar ya ke toilet." ucap Sasa, dan ucapannya itu diangguki oleh Taehyun, "ya kak."
Sasa pun meninggalkan Taehyun dan Beomgyu berdua, diruang UKS.
"udah rasa baikan?" tanya Taehyun.
Beomgyu mengangguk, menandakan bahwa dia sudah baik-baik saja.
"siapa yang udah bikin kamu luka-luka kaya gini? anak-anak yang tadi lemparin kamu tepung sama telur juga? mereka nendangin kamu? merek—"
"enggak, bukan mereka." sela Beomgyu.
"terus? siapa? Hanca? temen-temennya?" Beomgyu hanya diam, "kasih tau aku, aku gak bakal biarin mereka lolos gitu aja!"
Beomgyu menatap Taehyun tajam, "lo mau apa emang?" katusnya.
Taehyun terdiam seketika, tatapan Beomgyu kembali tajam terhandapnya. oke seperti nya Taehyun salah ngomong. itu pasti.
"lo mau ngehajar mereka, mau sok pahlawan?!"
"makin lo bela gue, gue makin di buli sama mereka!!"
"oh, jadi bener Hanca yang udah bikin kamu kaya gini?" ucap Taehyun, tangannya mengepal.
baik lah.. tiba-tiba atmosfer diruangan ini terasa begitu panas, padahal sudah ada AC yang menyala.
Beomgyu menghelah napas berat, perutnya masih terasa sangat sakit dan ngilu, ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat.
malas berpikir, Beomgyu pun memutuskan untuk jujur, "iya-iya mereka." ketusnya.
seketika rahang Taehyun mengeras, tangannya mengepal kuat. emosinya cepat sekali tersulut, ketika tau dibalik kejadian tadi, dalangnya adalah Hanca, dkk.
Beomgyu menatap muka Taehyun, dia bisa melihat dengan jelas, Taehyun begitu emosi ketika tau hal itu. dia yakin, Taehyun sangat ingin menghajar Hanca dan kacung-kacungnya, sekarang ini.
"lo bergerak satu langkah aja, gue bunuh diri."
Taehyun langsung metatapan Beomgyu."ck!" Taehyun mendecih dia mengerti apa maksud Beomgyu, "aku gak bisa biarin mereka, mereka didiemin malah makin ngelunjak, sayang."
"sebenarnya kenapa sih kamu gak mau aku ngehajar mereka? kamu suka sama salah satu dari mereka? iya?" sambung Taehyun.
Beomgyu melotot seketika. sebentar.. dia merasa perkataan Taehyun begitu konyol. "ngaco banget sih lo, ya kali!"
"ya terus kenapa?"
Beomgyu memutar matanya malas, "pake otak lo dong Taehyun. lo sendiri, mereka berlima. lo kira bakal gampang gitu aja buat ngehajar mereka? yang ada elo yang dihajar sama mereka, mereka juga bisa bela diri, bego."
ah, iya.. Taehyun terlalu emosi sampai-sampai tidak memikirkan hal itu. Taehyun memang pintar bela diri, tapi ke ahliannya itu tidak akan berguna, untuk melawan mereka semua sendirian. ya sejujurnya, dia juga tidak memikirkan hal itu, dia tidak peduli seberapa kuat lawannya, yang penting dia bisa melindungi Beomgyu.
KAMU SEDANG MEMBACA
NOT A DOLL || Taegyu ✅
Novela Juvenilmenjadi bahan buli itu tidak mengenakan, rasanya sangat membutuhkan pertolongan dari siapapun. namun bagaimana jika, orang satu-satunya yang mau menolong kita, adalah orang yang sangat ingin kita hindari? yeah.. ini lah yang terjadi dikehidupan Beom...
