Beomgyu terus menggandeng tangan Taehyun kemana pun dia melangkah. pada saat ini mereka sedang berjalan-jalan di dunia fantasi.
"aku mau naik kora-kora." ucap Beomgyu, sembari menatap permainan yang bernama kora-kora didepannya.
"boleh, ayo naik." kata Taehyun.
mereka pun mengantri terlebih dahulu, lalu setelah beberapa menit menaiki permainan itu. tertawa, berteriak, dan mengangkat tangan, membuat kebahagian mereka bertambah berkali-kali lipat.
suasainya, mereka turun dari sana, Beomgyu tidak berhenti tersenyum. dia terlihat sangat bahagia, dan tak terlihat adanya beban didirinya.
"seru banget! hahahha." tawa Beomgyu, kemudian dia kembali menarik Taehyun.
"mau naik apa lagi, hm?" tanya pacarnya itu.
"mau masuk itu, rumah boneka."
"rumah boneka? oh kamu suka juga ya, yang kaya gitu." ucap Taehyun, lalu terkekeh.
Beomgyu langsung menoleh, "emang kenapa? gak boleh?" ucapannya ketus.
Taehyun kembali terkekeh, lalu mengacak rambut Beomgyu gemas. "boleh kok, boleh sayang.. ya udah yuk kesana."
Beomgyu mengalihkan pandangannya kembali kedepan, lalu melangkah menuju rumah boneka. Beomgyu terlihat bahagia sekali ketika sampai disana.
"ayo masuk, aku udah gak sabar." ucap Beomgyu semangat.
lalu mereka pun masuk, dan menaiki perahu kecil yang di sediakan. setelahnya perahu dijalankan menuju kedalam, sedikit demi sedikit bonaka-boneka mereka lewati. Beomgyu tidak berhenti tersenyum sedikit pun, namun senyuman itu tidak memperlihatkan sebuah kebahagiannya. seperti ada arti lain, yang begitu menyakitkan di balik senyuman nya itu.
Taehyun menyadarinya.
bahkan Taehyun semakin bingung, ketika Beomgyu tidak berbicara sekali pun sejak menaiki wahana ini, dia terus menatap boneka-boneka itu, tidak menoleh sekali pun ke Taehyun.
Taehyun gapai pundak pacarnya itu, "sayang?"
Beomgyu terdiam sebentar kemudian menoleh, dan seketika Taehyun tercekat. dia dapat melihat dengan jelas, kedua mata Beomgyu berkaca-kaca.
"Taehyun." satu tetes air mata meluncur ke pipi Beomgyu. "wahana ini menyimpan banyak cerita."
Beomgyu menangis secara tiba-tiba, Taehyun pun menarik lelaki itu ke dalam bekapannya.
"dulu, aku selalu naik ini sama mama, papa, dan kak Hanas. setiap ke dunia fantasi, pasti kita ke rumah boneka. sampai suatu ketika, wahana ini juga jadi hari terakhir aku bahagia."
Taehyun tidak berniat untuk mengatakan apapun, ia memilih untuk menjadi pendengar yang baik sekarang.
"pas pulang, mama papa tiba-tiba berantem hebat dimobil, papa ketahuan selingkuh, dan pada saat itu, semuanya langsung kacau. kacau! hiks.." lirih Beomgyu, seraya menitihkan air matanya.
setiap mengingat saat-saat itu entah kenapa ia menjadi sangat lemah. matanya dengan cepat berair, ia tidak dapat menahan air-air itu untuk tidak turun ke pipinya.
Taehyun terus mengelus kepala pacarnya tersebut dengan lembut, memberi ketenangan padanya. "stt.. stt.. udah jangan inget-inget lagi sayang, itu cuman nyakitin kamu."
Beomgyu menggeleng didalam pelukan Taehyun, "gak bisa, aku gak bisa lupain."
"ya udah.. gak papa." Taehyun mengangkat muka Beomgyu, agar menatapnya.
"ingat, itu semua udah lewat. sekarang ada aku disisi kamu, aku gak akan ninggalin kamu, itu semua gak akan terjadi lagi. believe me huh?"
Beomgyu terdiam sebentar, "promise?"
KAMU SEDANG MEMBACA
NOT A DOLL || Taegyu ✅
Fiksi Remajamenjadi bahan buli itu tidak mengenakan, rasanya sangat membutuhkan pertolongan dari siapapun. namun bagaimana jika, orang satu-satunya yang mau menolong kita, adalah orang yang sangat ingin kita hindari? yeah.. ini lah yang terjadi dikehidupan Beom...
