sudah sedari pagi Misya berkunjung untuk melepas rindu kepada rosa, kini dirinya berada disamping rumah Arsya, duduk berhadapan dengan cowok yang akhir-akhir ini sering ia hindari
teh hangat dengan cuaca mendung memang perpaduan yang pas kala itu, saling berdiam diri merasakan hembusan angin disiang hari tanpa terik matahari
"maaf Ar, baru jenguk bunda sekarang" Misya membuka suara melirik Arsya sebelum kembali membuang pandangan, sedangkan cowo itu hanya berfokus pada daun-daun dipohon pinus yang tertebak angin silih bergoyang
terdengar tarikan nafas Arsya sebelum secangkir teh ditangannya ia letakkan dimeja
"Ada dua senyuman yang harus tetap pada bahagianya" Arsya membuka suara menatap mata gadis disampingnya itu
"satu senyuman itu bunda" Arsya bersandar pada kursi mencari posisi ternyaman
"bunda harus tetep senyum, bahagianya bunda adalah lo" mata Arsya terpejam saat semilir angin yang lebih kuat menerka raga mereka
"gue pasti bahagiain bunda, Ar"
"gue harap gitu, lo bisa jauh dari gue tapi gue mohon lo jangan pernah jauh dari bunda" Arsya membuka matanya memperhatikan raut wajah Misya yang masih mencerna ucapan Arsya
"lo tau senyum kedua itu siapa?" lanjut Arsya dengan serius, tangannya menyelipkan anak-anak rambut Misya yang menghalangi pandangan gadis itu
"pasti guekan?" misya menyunggingkan senyumnya tapi selanjutnya detak jantung Misya seketika tidak pada ritme yang seperti biasanya, tatapan teduh Arsya seakan membawa ketenangan bagi Misya
Arsya mengangguk ringan
"maka dari itu, tolong jaga diri lo" Arsya memalingkan pandangannya, kembali menelisik kenyaman dengan bersandar pada kursi kebesarannya
Misya hanya diam tak bergeming, menunduk untuk merasakan kembali detakan tak normal itu. memperhatikan gelang ditangannya, gelang planet hadiah ulang tahun dari Arsya itu masih setia ia kenakan, bibirnya mengukir senyuman tipis saat mengingat momen-momen itu
"Misyaa" Misya melirik Arsya yang terpejam dengan tangan dilipat dibelakang kepala
"gue dukung lo sama Arion" ucap Arsya dengan tersenyum riang
"maksud lo?" Misya menautkan keningnya menatap tajam pada Arsya
"udahh gausah ngerasa gaenakan gitu, lo gaharus sembunyi-sembunyi dari gue kalo lo mau jalan ngedate berdua, santai aja" ucap Arsya terkekeh dengan menyeruput kembali teh manis yang rasanya sudah dingin itu
"Ahhh leganya tenggorokan gue"
"nanti malem gue ada janji sama Arion" ucap Misya datar menatap mata Arsya berharap cowo itu sedikitnya melarang seperti pertama kali dia melarang hubungan mereka
"Gue suka Lo bilang, emm bagus dong, pulang jangan kemaleman jam 9 udah harus dirumah ya" ucap Arsya dengan excited
"terserah gue"
Misya beranjak tanpa menunggu balasan cowo itu, Arsya hanya memandangi punggung gadis itu yang kian menjauh
"have fun" ujar Arsya sedikit berteriak
"BERISIK LO, TETANGGA TUH KEGANGGU" teriak Misya jauh lebih kencang dari Arsya, gadis itu semakin jauh dan menghilang
"berisikan lo Misya" Arsya tertawa kecil tanpa ia sadari setetes air mata jatuh begitu saja
"anginnya bikin mata perihh"
***
"maaf Misya telat" dengan nafas ngos-ngosan Misya duduk disalah satu kursi disebuah caffe yang tak jauh dari SMA 1945
KAMU SEDANG MEMBACA
VUIGOSS [On Going]
Fanfictionkehidupan sepasang sahabat yaitu Misya dan Arsya bak sepasang liontin yang menjadi utuh bila bersama. Namun tetap masing-masing manusia penuh dengan rahasia, entah siapa dan bagaimana terkadang berkhianat menjadi duka paling luka berawal dari Vuigos...
![VUIGOSS [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/217295540-64-k951878.jpg)