pukul 15:40
semua siswa dan siswi kelas X SMA 1945 berkumpul melingkar beralaskan rumput hijau dan dikelilingi banyak pohon dan pemandangan dari atas puncak
Pa Ayan selaku pembimbing memaparkan sejumlah materi tentang Alam, dua pembicara dari dinas kehutanan setempat juga ikut membekali pengetahuan siswa/i
ditengah jeda pemaparan materi Misya mengangkat tangannya
"pa boleh izin ketoilet"
"silahkan"
"gue ikutt" Caesila berbisik
"GILAAA, ITS SO BEAUTIFUl!!!" Caesila berteriak kagum, untungnya mereka jauh dari tempat perkumpulan atau tidak suara cempreng Caesila akan sangat mengganggu
"lo blasteran ya sil?"
"yess, my mother from australia . and papi gue..dari Bandung"
"gue pengen banget liburan kekota Bandung, katanya disana adem banyak tempat wisata juga kata Arsya"
"wowowoo jelasss!, liburan sekolah kita kerumah grandma gue biar gausah nyari hotel" jelasnya dengan berapi api
"I agree with you" jawab Misya
"nitip handpone gue" Misya menyodorkan gawai miliknya
"cepet keairnya gue tunggu dibawah sana ya" tunjuk Caesila pada kursi-kursi yang berada dibawah pohon rindang.
sambil bersenandung pelan Caesila menatap sekitarnya yang masih tak bosan ia pandang
gawai milik Misya berdering, nama Arsya kini muncul
tingg..
dari papan notifikasi Arsya mengirimkan sebuah image yang entah apa isinya
"hallo Arsya, lo gaikutt disini seruu banget tau"
"Misya mana?"
"dia ditoilet, eh ehh waitt. MISYAA COMEHERE"
"siapa?" tanya Misya mendekat
"Arsya" Caesila memberikan handpone Misya
"hallo Ar ad--"
"gimana disana? kapan nyampe?"
"amann Ar, Misya lupa ngabarin udah dari tadi nyampe"
"Misya gue mau minta tolong, bisa?" Misya mengerutkan keningnya, tumben sekali Arsya bertanya untuk meminta bantuannya
"Misyaa, denger gue ga?"
"i..iya Ar, minta tolong apa?" Misya agak menjauh dari Caesila yang tengah berfoto-foto ria
"jauhin Arion bisa?" terdengar singkat namun jelas dari suara Arsya bahwa dia tengah serius, Misya berfikir Arsya tau yang sebenarnya mengenai Arion
"jahatt banget lo Ar, kenapa lo gak kasih tau gue? lo tau siapa diakan? trus maksud lo apa nyuruh gue jauhin dia?" dengan nada gemetar Misya menyuarakan kegundahan hatinya
"Misyaa" nada Arsya melembut seolah tau Misya sudah menahan tangisnya sedari tadi
"udah ya gue lagi ada kegiatan disini. oh iya, soal gue mau deket sama siapa itu terserah gue Arsya." Misyapun menutup telpon sepihak
"Misya kenapa?" Caesila menatap mata Misya yang sedikit sembab
"berantem ya sama Arsya?" sedikit gugup Caesila bertanya, namun Misya hanya menggelengkan kepalanya
melihat notifikasi chatt kedua Arsya
Arsya: send a picture
Mata Misya melotot tatkala melihat Arsya mengirimkan foto dirinya bersama Arion, yang lebih parah dari foto itu adalah dirinya saat tak sengaja terjatuh diatas Arion. Siapa yang memotretnya?? bisa bahaya jika orang itu menyebarkan foto itu
KAMU SEDANG MEMBACA
VUIGOSS [On Going]
Fanfictionkehidupan sepasang sahabat yaitu Misya dan Arsya bak sepasang liontin yang menjadi utuh bila bersama. Namun tetap masing-masing manusia penuh dengan rahasia, entah siapa dan bagaimana terkadang berkhianat menjadi duka paling luka berawal dari Vuigos...
![VUIGOSS [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/217295540-64-k951878.jpg)