•• Justin ••
Pukul 05.00
Dengan perlahan Justin membuka kelopak matanya, mencoba untuk menahan rasa pusing dikepala dan rasa sakit disekujur tubuhnya ditambah lagi dia tidur semalaman dilantai kamar mandi yang begitu dingin.
Ceklekk
Suara pintu kamar mandi dibuka dan menampilkan bi inah dengan raut wajah khawatirnya. Ya, bi inah baru diijinkan membuka pintu kamar mandi untuk justin.
"Den justin, aden gapapa?" tanya bi inah khawatir.
"Justin baik² aja bi, bibi gaperlu khawatir ini udah biasa."
"Ayo bibi bantu naik ke kamar"
"Ga usah bi justin bisa sendiri, makasih udah bantu justin ya bi"
Kemudian justin berlalu naik ke lantai atas dimana kamarnya berada.
Dan bi inah hanya bisa menatap tuan mudanya itu dengan tatapan sendu, sungguh malang nasib yang dimiliki tuan mudanya.
Sesampainya dikamar dia langsung mendudukan dirinya dipinggir kasur. mengambil salep yang ada dinakas untuk dioleskan ke lukanya dan segera bergegas mandi untuk sekolah.
•••
"MORNING TEMAN-TEMAN TERSAYANG!" teriak Haidar begitu memasuki kelas dan di belakangnya ada ryan yang sedang menahan diri untuk tidak menyumpal mulut sahabatnya itu.
"Brisik tau nggak, mau tu congor gw plester!" pekik raina emosi.
"Ehh neng raina pms ya?"
"Bener² tu congor, gw gibeng juga nih" raina menatap haidar nyalang dan yang ditatap pun hanya menggidikkan bahunya acuh.
"Udahlah na titisan babi gausah ditanggepin" ucap karina
"Ehh buset ngadi-ngadi nih cewek kalo ngomong" jawab haidar tidak terima.
"Apa lo?! Mau ribut? Hayuk lah siapa takut!" karina berdiri dari kursinya sambil melipat lengan seragamnya dan memasang kuda-kuda.
"Wesssss kalem sister serem amat tuh muka ngalahin Burik" burik itu panggilan untuk bu rika selaku guru fisika yang terkenal killer.
Dan tanpa sepengetahuan haidar dibelakangnya ada burik yang sedang berdiri menatap punggung haidar tajam.
"Bagussss ya ngatain ibu! Mau ibu hukum? Hah?!" emosi burik kemudian menjewer telinga haidar sampai merah
"Astaga bu saya cuma berjanda, ehhh bercanda maksud saya, burik cantik cetar membahana tiada duanya didunia lepasin telinga saya atuh bu sakit nih nanti kalo copot emang ibu mau tanggung jawab?" cerocos haidar.
Kemudian burik melepaskan jewerannya karena kasihan dengan murid kurang ajarnya yang satu ini.
"Ya sudah kamu duduk di bangku kamu sekarang dan dengarkan apa yang ibu terangkan, kalo sampai kamu tidur nilai kamu ibu kosongin semuanya."
Dengan tergesa haidar duduk di bangkunya.
"Nah anak-anak sekarang buka buku paket halaman 105"
•••
Kringgg...kringgg...kringg
Beristirahat berbunyi, Raina dkk sedang berjalan menuju kantin, dan seperti biasa semua orang heboh memuji ketiganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
JUSTIN
Novela Juvenil[On Going] Berawal dari sebuah kesalah pahaman hidup seorang JUSTIN KALANDRA JONSON berubah 180°. Takdir mempermainkan alur hidupnya yang berwarna menjadi kelabu dan kesepian, hingga seseorang bernama Raina hadir di dalam hidupnya. • • • RAINA SHER...
