"Lee Sea" panggil kak Minho, aku menoleh kearahnya.
"Ada apa?" tanyaku menjawabnya.
"Ada Hyunjin di depan sana samperin" ujarnya.
Kaget, kini aku terdiam mendengar pefkataan kak Minho tadi. Aku otomatis langsung melihat jam yang ada di area dapur, tepat jarum panjang di angka 12 sedangkan jarum pendek di angka 7 menandakan sekarang adalah jam 7 pagi. Aku langsung bergegas menuju area depan rumah.
"Kak Hyunjin ada apa?" ujarku saat melihat Hyunjin sedang duduk di tepat di kursi depan rumah.
"Hai Sea, saya kesini jemput kamu" singkat, padat dan jelas itu yang dikatakannya setelah ia berdiri di hadapanku.
"Tapi saya belum siap siap kak, seharusnya kakak juga bilang sebelum datang kesini" jelasku.
"Saya datang kesini juga karena saya lewat tadi, saya beli makanan buat di rumah soalnya makanya saya sekalian jemput kamu saja biar ga habisin ongkos banyak lagian rumah saya sama rumah kamu lumayan jauh kan?" Hyunjin melihatku dengan tatapan yang sangat hangat, ia juga tak lupa memberika senyumannya yang manis itu. Sejak kemarin Hyunjin mulai sering senyum padaku padahal saat pertama kali bertemu atau bahkan di rumah sakit Hyunjin tak sama sekali tersenyum padaku.
"Sea ada tamu kok ga di ajak masuk?" tanya ayah yang tiba tiba muncul dari belakangku. "Ini siapa ini?" tanyanya lagi.
"Ah ayah ini kak Hyunjin, dia bosnya Sea di kantor" jelasku pada ayah.
"Om saya Hwang Hyunjin atasan Sea di kantor, saya juga temannya anak om yang paling besar" jelas lelaki itu, ia juga tak lupa membungkuk pada ayahku.
"Ohh kamu temannya Lee Minho juga ya?? Sudah sarapan? Ayo kita sarapan bersama di dalam" ajak ayah pada lelaki itu.
"Aya...."
"Boleh om" lelaki itupun masuk ke dalam rumahku dengan ajakan ayah. Aku melihat Hyunjin duduk di ruang TV dan mengobrol bersama ayah dengan sangat akrab. Akupun kembali ke dapur untuk membuat sarapan bersama ibu.
Setelah aku membuat sarapan tadi aku langsung pergi ke kamar untuk mandi dan bersiap siap. Kini aku sudah berada di meja makan, tepat di pinggirku ada Hwang Hyunjin yang memakan makanan yang aku buat tadi. Awal niatnya itu untuk kak Minho tapi karena kak Minho tiba tiba duduk di samping ibu mau tidak mau makanan itu jadi milik Hyunjin.
Aku mendekatkan badanku ke arah Hyunjin, "jangan banyak banyak itu extra cabe soalnya kalau kak Hyunjin makan nanti sakit perut" bisikku pelan. Hyunjin hanya menoleh dan tersenyum simpul padaku.
"Gimana Hyunjin nasi gorengnya enak?" tanya ayah tiba tiba.
"Enak kok om, tante jago bikinnya" ujar Hyunjin.
"Nasi goreng itu buatan Sea bukan buatan ibu nak Hyunjin" ujar ibu menjelaskan yang sebenarnya.
"Maaf tante saya gatau ini buatan Sea" ujarnya.
"Panggil saja ibu sama ayah" celetuk ayah, "sangat aneh sudah tua begini di panggilnya om sama tante" lanjutnya sambil sedikit tertawa.
Setelah percakapan itu kita semua melanjutkan aktivitas makan dengan obrolan obrolan ringan lainnya, lebih tepatnya ayah sama ibu banyak menanyakan bagaimana aku bekerja di kantornya.
10 Menit berlalu kini aku sudah ada di mobilnya Hyunjin yang sedang berhenti di lampu merah.
"Mau beli kopi dulu?" tawarnya.
"Engga usah kak" ujarku mejawab tawarannya.
"Hari ini kita ga kerumah saya ada urusan di tempat lain sekarang" jelasnya, "di kursi belakang ada obat obatan saya, tolong kamu yang bawa persediaan itu ya Sea" pintanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
비밀 (Secret Secret) - Hwang Hyunjin
RomantizmMenjadi seorang laki laki yang memiliki penyakit tidaklah mudah. "Biarkan angin berhembus dan membawa ragaku pergi dari dunia ini" Start: 18 September 2021 (On Going) End: -