Celine yang baru saja selesai mengeriingkan rambutnya naik ke atas kasur menyelip di antara Ciza dan Riana yang sedang nampak asik melihat hasil foto Ciza dengan duduk bersandar pada kepala kasur.
"Nih anak mentang-mentang badanya kecil nyelip aja" ucap Ciza
Celine hanya meringis, ia ingin ikut melihat hasil foto-foto mereka.
"Seneng ya.. bisa ngerasain jatuh cinta kaya kalian" ucap Celine yang kemudian memilih merebahkan tubuhnya saja.
Ciza dan Riana berhenti melihat foto. Mereka kini berfokus pada Celine yang menatap langit-langit kamar.
"Emang lu ngga pernah jatuh cinta?" Tanya Ciza
Celine menarik napasnya dalam kemudan bergumam lama.
"Euuhhhmmmm... Pernah...kayaknya." ucap Celin dan kemudian menoleh pada Ciza dengan tersenyum.
"Kayaknya?" Tanya Riana
"Hampir.. tapi ku putuskan untuk tidak"
"Kenapa? Mau fokus sekolah dan karir. Cinta-cintaan itu seringan tau Celine. Buat lu nikmatin masa SMA.."
Riana mengangguk setuju. "Jangan terlalu kaku."
"Ngga papa ding.. aku juga ngga cinta-cintaan" jawab Ayu
"Iya tapi hobi baca novel cinta, hobi nonton film cinta dan hobi ngeliat orang cinta-cintaan" saut Diandra yang ikut duduk di atas kasur.
"Itu dua hal yang berbeda ya. Aku suka ngeliatnya tapi tidak melakukan" Ayu menjawab lagi. Seraya membawa pop mie yang baru saja ia seduh kemudian ikut bergabung dengan yang lain.
Kasur Ciza nampak penuh sekarang. Sedangkan kasur lainnya menjadi kosong.
"Lu kenapa ngga mau cinta-cintaan yu?" Tanya Celine
"Karna aku ngga cantik" jawab Ayu singkat.
"Aku juga engga.. " jawab Riana
Ciza mengangguk setuju. "Gua juga"
"Bukan gitu sih. Kayak dari semua film, novel, komik tentang percintaan yang udah aku liat karakter utamanya ngga ada yang kaya aku. Kaya apa ya? Aku tuh standar aja... Kalau kamu ciz.. kamu kan tipe yang bisa akrab sama siapa aja. Bahkan semua pemandu wisata sampe supir bis kita aja kamu kenal. Kamu Riana tipe cewek pintar yang pendiam tapi punya banyak bakat. Kaya aku tuh ya gitu-gitu aja. Aku aja ngga tau apa kelebihan aku selain lemak di badan. Jadi, dari pada capek-capek buat kaya gitu. Akan lebih keren kalau aku yang memilih engga. Toh katanya jodoh ngga akan kemaba. Gitu sih.. masuk akal ngga sih alaesanya?"
"Maksa sih" jawab Diandra
"Bilang aja takut patah hati" tambah Ciza
"Males patah hati. Kalau kita suka sama orang itu artinya kita udah harus siap dengan itu" ucap Ayu
Keempat dari mereka mengangguk setuju dengan ucapan Ayu. Jika mereka berani jatuh hati maka mereka juga harus berani ngerasain sakitnya nanti.
"Kamu sendiri kenapa cel? Kamu tuh kayak nyaris ngga ada kurangnya" ucap Ayu
Ciza mengangguk. "Tipe yang bakal di benci cewek-cewek lain"
"Iya, untung aja kamu temen aku cel.. kalau bukan aku pasti iri dengki sama kamu. Cantik, pinter, aktif, kaya apa sih yang kamu engga?" .
"Semua perempuan itu cantik"
"Diplomatis. Cuma cewek yang ngga pernah ngerasai jelek kaya kamu yang bisa bilang gitu" Diandra menyauti setelah menelan mie yang ia minta dari Ayu.
KAMU SEDANG MEMBACA
You are Invited (Complete)
RomanceTiada masa paling indah, masa-masa di Sekolah. Tiada kisah paling indah, kisah-kasih di Sekolah.
