CHAPTER 3: Ia Sangat Aneh dan Pemarah

4.8K 445 7
                                        

"Aku tau kak" Naruto menyengit mendengar seseorang berbicara di belakangnya.

"Aku akan mencari tempat tinggal secepatnya"

'Tunggu, apakah orang itu tadi menyebutkan tempat tinggal?' pikir Naruto.

"Jangan khawatir, dan jangan bantu aku!"

'Huh sombong sekali' batin Naruto. Naruto pun menoleh ke belakang.

'Tampan dan sepertinya orang kaya' batinnya. Ide tiba-tiba muncul di kepala Naruto.

Orang itu pun menutup telfon dan pergi. Namun sebelum melangkahkan kaki, ia dikejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba berdiri di depannya.

Naruto tersenyum "Paman tadi mencari tempat tinggal bukan?" tanya Naruto langsung.

'Huh paman?' batinnya. "Hn, apa kau tau apartemen di sekitar sini?"

"Aku tau" balas Naruto dengan senyum lebarnya.

'Manis' batin orang itu.

"Ayo paman" ajak Naruto. Mereka pun pergi ke flat Naruto.

"Oh iya.., namaku Naruto, Namikaze Naruto. Nama paman siapa?"

"Uchiha Sasuke, dan jangan panggil aku paman!"

"Oh.. jadi kakak?" beo Naruto.

Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga hampir sampai di flat Naruto.

"Kak Sasuke" mereka berhenti.

"Sebenarnya.." Naruto ragu.

"Apa?" Sasuke menatap Naruto, tampak Naruto takut. Hal itu membuat Sasuke bingung dan sedikit curiga.

"Sebenarnya flat itu.., aku tinggal di sana." Sasuke bingung.

'Eh tunggu'

"Kau menipuku!" bentak Sasuke, apa orang asing di depannya ini mengajaknya tinggal bersama?

"Bu...bukan" Naruto gelagapan, panik.

Melihat Sasuke akan pergi, Naruto langsung menahan tangan Sasuke.

"Kak, dengarkan aku dulu!" mohon Naruto.

Melihat itu, Sasuke pun mau mendengar penjelasan Naruto.

Naruto pun menceritakan semuanya. Tentang uang sewa flatnya yang menunggak. Dan kejadian di tempat kerjannya.

Awalnya Sasuke prihatin, tapi ia harus tetap waspada apabila ia ditipu.

Merasa Sasuke yang tidak mudah percaya padanya, Naruto pun mencari cara lain.

'Cerita sedih tidak membuatnya luluh sedikitpun' cibir Naruto dalam hati.

"Kak Sasuke, bukankah kau tidak tau daerah sini? Lagipula hari mulai malam"

Benar juga apa kata Naruto, ia pun harus cepat mendapat tempat tinggal. Setelah perdebatan di dalam hatinya, Sasuke pun setuju.

"Baiklah, aku akan membatumu."

'Cih, bukankah aku juga membantunya. Dia terlalu sombong' batin Naruto.

Mereka pun pergi ke flat Naruto. Naruto membuka pintu, lalu mempersilakan Sasuke masuk terlebih dahulu. Sasuke masuk, melihat interior ruangan, lalu duduk di sofa ruang tamu.

"Akan ku buatkan minum" Naruto beranjak ke dapur yang langsung terhubung dengan ruang tamu.

"Disini hanya ada 1 kamar, kakak bisa menempatinya," Naruto tersenyum ramah sambil membawa minuman ke arah Sasuke.

"aku bisa tidur di sofa ruang tamu." tambahnya.

"Hn" balas Sasuke singkat.

'Huh, bukan hanya sombong, dia juga tidak berperasaan' batin Naruto.

"Baiklah, besok aku akan memindahkan barang-barangku ke sini" Sasuke beranjak pergi ke dalam kamar.

"Tunggu kak, bisakah aku meminta uang sekarang?" cegah Naruto.

Sasuke menoleh dengan tatapan tajam.

"Ah, bukan begitu. Besok adalah hari terakhir pembayarannya, kalau tidak aku akan..." Sasuke mengerti.

"Besok akan ku berikan!" potong Sasuke.

"Tapi kan.." tanpa mendengarkan ucapan Naruto, Sasuke beranjak untuk istirahat.

TBC


A/N: Terima kasih atas semua dukungan untuk cerita ini. Maaf kalau masih banyak kesalahan, karena memang cerita ini benar-benar cerita pertama yang saya tulis.

Rencananya cerita ini bakal ada 17-20 chapter saja. Update setiap bab antara 1-3 hari, akan Author usahakan.

Sekali lagi terima kasih semua.


[Semua foto/gambar diambil dari internet]

Housemate [SasuNaru]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang