CHAPTER 8: Hubungan Baru, Perasaan Baru

3.7K 359 1
                                        

Malam hari, Sasuke kembali ke flat.

Sepi.

Tidak ada sapaan ataupun ucapan yang terdengar.Memang setelah perdebatan Sasuke dan Naruto tempo hari, hubungan mereka merengang.

"Naruto" panggil Sasuke saat ia melihat Naruto duduk membaca buku di ruang tamu.

"Ya" balas singkat Naruto tanpa menoleh.

Saseke melihat respon Naruto terkesan dingin pun hanya menghela nafas. Ia duduk di samping Naruto.

Lagi-lagi sepi.

"Maafkan aku" ucap Sasuke memulai pembicaraan.

"Untuk apa?" Naruto akhirnya menoleh.

"Untuk kejadian tempo hari. Aku tidak bermaksud menyinggung mantan kekasihmu" Naruto terkejut. Ia tidak menyangka bahwa Sasuke akan meminta maaf atas kejadian itu. Memang setelah kejadian itu, hubungan mereka menjadi dingin. Tapi itu karena suasana hati Naruto yang berubah karena teringat Hinata.

"Ah.. kenapa kak Sasuke meminta maaf akan hal itu. Itu bukan masalah besar" Naruto mencoba tersenyum, meski terkesan canggung.

Sasuke yang merasakan perubahan sikap Naruto lebih santai pun tersenyum lega.

"Tidak. Seharusnya aku tidak mengingatkanmu tentang hal itu. Aku tidak tau. Maafkan aku"

" Tidak masalah kak, aku baik-baik saja" Naruto tersenyum tulus.

Sasuke senang, masalahnya dengan Naruto sudah teratasi.

"Terima kasih Naruto. Sebagai gantinya, bagaimana kalau akhir minggu kita keluar. Sebagai permintaan maafku"

"Tidak u-"

"Aku memaksa!" potong Sasuke.

Naruto menyerah, "baiklah, kalau kakak memaksa"

Sasuke yang mendengar persetujuan Naruto, entah kenapa membuat hatinya senang.

.

.

Hari ini adakah hari Minggu. Sesuai janji Sasuke, mereka akan pergi bersama. Naruto mengusulkan, bahwa mereka akan pergi ke taman bermain.

"Kau sudah siap Naruto?" Sasuke berteriak.

"Sebentar, sepatuku tidak ada" Sasuke menghela nafas. Sudah lebih dari 20 menit, ia menunggu Naruto.

"Kenapa kau lama sekali?" marah Sasuke saat Naruto akhirnya keluar dari flat.

"Hehe.." cengir Naruto.

Mereka pun berangkat. Sesampai disana, Naruto terlihat sangat antusias. Ia mengajak Sasuke menaiki segala wahana di sana. Terlihat senyum lebar menghiasi keduanya. Setelah puas bermain, Sasuke pun mengajak Naruto mampir ke kafenya.

"Ini kafe kakak?" tanya Naruto tampak kaget.

"Iya, ayo masuk" ajak Sasuke.

"Selamat datang" sapa Sakura ramah.

"Oh, Sasuke ternyata"

Melihat Sakura melirik seseorang di sampingnya, Sasuke pun paham.

" Iya, Sakura perkenalkan dia-"

"Oh, Naruto bukan?" tanya Sakura sambil menghampiri Naruto.

"Ah iya. Selamat siang" jawab Naruto gugup.

"Kalian saling kenal?" tanya Sasuke.

"Naruto, ia sering kemari" Sakura menjelaskan.

"Benarkah?" Sasuke tidak menyangka.

"Ah, itu karena-"

"Kalau begitu, hari ini kau akan ku traktir" perkataan Naruto terpotong Sasuke. Merekan pun duduk di salah satu meja kafe.

"Silahkan" Sakura memberikan minuman, setelah itu langsung pergi.

"Aku sudah putus" Naruto bingung dengan ucapan Sasuke. "Hah?"

"Aku dan kekasihku. Kami telah berpisah" Naruto menganguk paham.

"Memang, wanita seperti itu tidak usah dipertahankan!" balas Naruto. Sasuke tertawa kecil.

"Sebenarnya Naruto-" Naruto menatap Sasuke, "-tentang mantan kekasihmu. Bukankah sebaiknya kau melupakannya. Itu hanya pendapatku. Maaf kalau menyinggung"

Sebenarnya Sasuke ragu untuk mengatakannya. Tapi melihat suasana hati Naruto yang sedih saat mengingat mantannya itu, membuat Sasuke juga merasa sedih.

"Aku sudah tau. Kakak tidak perlu khawatir" Naruto tersenyum.

" Lagipula, sebenarnya-" Naruto ragu melanjutkan kalimatnya, "-ah, pokoknya aku sedang berusaha" jawab Naruto mantap.

Sasuke tersenyum "kalau begitu, jika ada seseorang yang membuatmu tertarik, kau harus memberitahuku!" Naruto menganguk.

"Baiklah, kakak adalah orang pertama yang akan ku beritahu" setelah itu, mereka pun tertawa bersama melupakan rasa sakit di hati mereka.

TBC

Housemate [SasuNaru]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang