Sebenarnya,
Setelah Naruto putus dengan Hinata, ia mencoba move on. Meski sangat sulit.
Suatu hari, Naruto memiliki janji temu dengan temannya di kafe Sasuke. Dan pada waktu itu, Naruto melihat Sakura. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Sejak saat itu, Naruto pun sering ke kafe, sekedar ingin melihat Sakura.
Saat pertama kali Sasuke mengajak Naruto ke kafenya, Naruto gugup karena bisa berdekatan langsung dengan Sakura. Apalagi saat Sakura mengaku mengenalnya, ia sangat senang.
Pada waktu Sasuke berbicara dengan Naruto tentang orang yang membuatnya tertarik, sejujurnya Naruto ingin mengatakan bahwa ia menyukai Sakura.
Saat Sakura pergi setelah memberikan daftar menu yang ditambahkan para karyawan kepada Sasuke, Naruto menyusul Sakura. Dan pada waktu itu, Naruto meminta nomor telfon Sakura. Sejak saat itu, hubungan Naruto dan Sakura semakin dekat. Mereka pun sering bertukan pesan, telfon, bahkan pergi bersama.
Ketika Sasuke bertanya kemana Naruto akan pergi disaat sebelum pesta perayaan kafe, Naruto pergi bertemu Sakura. Ia mengungkapkan perasaannya kepada Sakura dan meminta Sakura menjadi kekasihnya. Sakura menerima permintaan Naruto, meski sebenarnya Sakura tidak mencintai Naruto.
Saat Naruto memberitahu Sasuke bahwa ada hal yang akan ia katakan, sebenarnya Naruto ingin memberitahu Sasuke tentang hubungannya dengan Sakura.
.
.
"Aku-" Naruto menjeda ucapannya, dan itu membuat semua orang semakin penasaran.
"-dan Sakura resmi berpacaran"
DEG
Pikiran Sasuke kosong, begitupun dengan semua orang.
Setelah beberapa detik berlalu, akhirnya riuh ricuh pun terdengar. Orang-orang mulai mengucapkan selamat kepada Naruto dan Sakura. Sedangkan Sasuke masih tengelam dalam pikirannya.
Naruto duduk kembali. Ia menoleh ke Sasuke dan mengajaknya berbicara.
"Sasuke" namun tidak ada respon "SASUKE" Naruto agak meninggikan suaranya sambil menguncang bahu Sasuke.
Sasuke kembali tersadar, ia menoleh kepada Naruto dengan raut wajah yang sulit diartikan. Tanpa sepatah katapun, ia berdiri dan keluar dari kafe. Naruto yang melihat Sasuke pergi pun mengikutinya dan terus memanggil Sasuke.
"Sasuke" Sasuke terus berjalan, "kenapa kau pergi, apa ada masalah?" tetap tidak ada respon. "Apakah kau marah kepadaku?" tebak Naruto, namun Sasuke tetap tidak memperdulikan Naruto hingga mereka sudah keluar dari kafe.
Naruto yang mulai kesal pun berlari ke hadapan Sasuke, dan merentangkan tangannya mencoba mencegah Sasuke. Sasuke akhirnya berhenti.
"Jadi benar kau marah kepadaku. Kenapa, apa salahku?" tanya Naruto bingung, namun Sasuke enggan menjawabnya.
"Apa karena Sakura?" Naruto menebak.
'Ya' batin Sasuke.
" OH astaga, apa karena kau bukan orang pertama yang kuberitahu tentang hubungan kami?"
'Tidak' batin Sasuke frustasi. Ia melangkah pergi, namun saat ia melewati Naruto, tangannya ditahan oleh Naruto.
"Maaf, aku tidak menceritakannya dulu kepadamu. Aku tidak menepati janji. Ah.. bodohnya aku" Naruto merutuki dirinya sendiri. "Maafkan aku ya, Sasuke" Naruto memelas.
Sasuke jengkel kepada Naruto, mengapa Naruto tidak menyadari bahwa ia cemburu.
"Dasar DOBE" Sasuke melepaskan genggaman Naruto dan pergi meningalkan Naruto.
Sedangkan Naruto kesal dipanggil dengan sebutan dobe "Yak TEME apa maksutmu, yah jangan pergi!" teriak Naruto marah.
.
.
Sasuke lesu mengingat kejadian kemarin malam. Ia pergi keluar kamar namun tidak menemukan Naruto. Saat ia akan membuka kulkas, Ia pun menemukan memo yang ditingalkan oleh Naruto.
'Setelah pulang dari kampus, aku akan pergi dan menginap ke rumah ayahku. Dan juga AKU BUKAN DOBE, DASAR TEME'
Sasuke tertawa kecil saat membaca kalimat terakhir dari memo Naruto.
.
.
Sasuke duduk melamun di kantornya. Pikirannya menerawang entah kemana.
"Sasuke" panggil Sakura dengan tersenyum dan langsung duduk di meja yang ada di hadapan Sasuke. "Kenapa kau kemarin malam menghilang?" tanya Sakura sambil mengelus surai Sasuke yang langsung ditepis oleh Sasuke.
"Jangan menggodaku Sakura, kau sudah memiliki kekasih!" Sasuke menatap tajam Sakura.
"Memang kenapa? Apa kau cemburu Sasuke" tanya Sakura sambil menyeringai.
'Iya, aku cemburu'
"Kalau kau mau, aku bisa memutuskan Naruto. Kita bisa berkencan dan-"
"KAU" Sasuke marah namun tidak bisa melanjutkan kalimatnya, ia pun memalingkan muka.
"Kau tidak asik, Sasuke" Sakura pun turun dari meja, dan pergi.
"Jika kau tidak mencintai Naruto, sebaiknya kau jauhi dia!" Sakura yang mendengar peringatan Sasuke pun hanya menoleh, tanpa mau mejawab dan langsung pergi.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Housemate [SasuNaru]
FanfictionKarena kekurangan uang, Naruto terpaksa berbagi tempat tinggalnya dengan orang asing. [Semua tokoh dan gambar bukan milik saya]
![Housemate [SasuNaru]](https://img.wattpad.com/cover/286891293-64-k36535.jpg)