Lalu, pintu rumah Rose terbuka dan muncul pria berperawakan tinggi masuk dengan baju basah kuyup. Siapa lagi kalau bukan Albertin.
Sontak Rose menatap pintu disampingnya sambil terperanjat kaget memegang dada. "Huh! Mengagetkan saja. Aku pikir.. ", Rose masih menggantungkan ucapannya lalu Albert menjawab. "Apa? Hantu? Mana ada hantu ganteng begini", kekeh Albertin sambil melenggang meninggalkan Rose yang masih menganga heran. Bisa-bisanya kakaknya masuk tanpa mengucap salam dan berlalu meninggalkannya.
Rose kemudian beralih mengunci pintu utama dan kembali menuju kamar, tak lupa ia bawa kotak dengan motif Mawar tadi. Ia meletakkan kotak tersebut di atas meja tolet. Tanpa peduli lagi, Rose beralih menuju kasur dan memutuskan untuk beristirahat, besok ia akan kembali memulai aktivitasnya lagi.
**
Hari ini, Rose mendapat jadwal masuk shift siang. Itu artinya ia akan masuk sekitar pukul 14:00 dan pulang pukul 22:00. Tak terasa ia sudah hampir 2 bulan bekerja, itu artinya kurang lebih sebulan lagi ia akan usai dari kontrak pekerjaannya. Jam baru menunjukkan pukul 09:40, Rose sedang asyik menatap layar ponsel sambil sesekali mencatat nama dan alamat perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan. Meski sudah ada notes di ponselnya, ia lebih suka mencatat ulang di buku notes miliknya. Beberapa perusahaan mencantumkan kualifikasi seperti lulusan S1 Marketing, S1 Akuntansi, S2 Management atau bidang-bidang spesifik seperti perhotelan, tata niaga dan keperawatan. Ia langsung mengabaikan nama perusahaan dengan kualifikasi tersebut. Bagaimana tidak, Rose hanya seorang gadis lulusan menengah atas.
Saat sedang fokus mencari informasi, Rose dikagetkan dengan teriakan seseorang dari luar. Kira-kira bunyinya seperti ini, "pakeeettt!". Suara laki-laki itu berteriak hingga membuat Rose berdecak kesal. Pasalnya ia jarang atau bahkan tidak berbelanja online belakangan ini, mengingat ia harus menabung demi kelancaran hidupnya.
"Iya sebentar!" Tak mau kalah, Rose membalas dengan berteriak juga. Ia langsung melangkah menuju ruang tamu dan membuka pintu. Rose melihat laki-laki yang memakai baju seragam khas ekspedisi itu langsung menatapnya heran.
"Permisi, atas nama kak Rose", ucap laki-laki itu.
"Ya bang, dari siapa? Perasaan saya ngga belanja online deh", jawab Rose tapi menghampiri dan menerima paket dengan tangan terbuka.
"Kurang tahu kak, bisa di cek sendiri. Ini, tanda tangan dulu, disini", terang bang kurir sambil menunjuk letak yang harus Rose tanda tangani. "Baik, kalau begitu saya permisi, mari kak", lanjutnya.
Tanpa memperhatikan siapa pengirimnya, Rose segera membuka bungkusan paket itu dan mendapati sebuah kotak jam tangan. Mata Rose berbinar saat melihat kotak jam tangan bertuliskan merek yang tengah ia buru. Sambil tetap memegang mulutnya yang hampir menganga lebar, Rose berlari menuju kamarnya. Ia masih tak menyangka dengan apa yang ia terima barusan. Saat Rose akan membuka kotaknya, ada secarik greeting card bertuliskan...
"Semoga kau menyukainya, Rose."
Your Secret Admirer ❤
Rose hanya membaca sekilas sambil mengangkat alisnya. Ia tidak peduli dengan siapa orang yang telah mengiriminya hadiah. Yang ia tahu adalah bahwa jam tangan yang sedang ia impikan sudah berada di tangannya, ya, sudah melingkar di pergelangan tangan putih milik Rose. Sambil tetap memandang jam tangan barunya, Rose buru-buru mengambil ponsel dan memotret tangannya yang sedang memakai jam branded itu.️Lalu ia langsung memposting ke akun instagram miliknya dengan caption "Thanks for this special thing❤". Tak berapa lama, ponsel Rose yang masih ia pegang, bergetar dan memunculkan sebuah nama.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Rose
Teen Fiction📌 ON GOING STORY 📌 Rose Summerset, seorang gadis berusia 19 tahun yang jalan hidupnya sungguh penuh liku. Berjuang untuk dirinya sendiri demi mendapatkan kehidupan yang layak. Tentunya setiap jalan yang ia lalui tak sesuai dengan apa yang ia ekspe...