HARIMAU

602 116 2
                                        

Rafael menarik tangan Alequa kembali. Berjalan membawa sahabat perempuannya itu entah ke mana. Mereka sudah memasuki kawasan hutan, namun masih dekat dengan padang rumput.

Sett...
Rafael tiba-tiba menarik tubuh Alequa. Dengan gesit langsung memeluk tubuh Gadis itu di balik sebuah pohon besar.

"RA—" Alequa hendak berteriak, tetapi Rafael dengan cepat menutup mulutnya.

"Diam. Jangan berbicara kencang. Nanti kita bisa mati." Bisik Rafael memperingatkan.

Alequa menarik tangan Rafael yang menutup mulutnya. Gadis itu kemudian mengerutkan kening menatap ke Rafael.

"Kau apa-apaan sih?" Ucap Gadis itu tanpa mengecilkan suara. Rafael sontak menutup mulut Gadis itu kembali.

"Ku bilang jangan berbicara kencang!" Rafael memperingatkan kembali. Kemudian mengelurakan sedikit bagian kepala Alequa dari balik pohon besar itu.

DEG...
Alequa terkaget.
Tubuh Gadis itu seketika kaku melemas. Alequa sangat terkejut dengan apa yang ia lihat di balik pohon besar itu. Tampak dua ekor harimau tengah tertidur pulas di balik sana.

Itu lah yang Rafael maksudkan dari tadi. Mereka sedang berada di kawasan harimau. Membangunkan 2 ekor harimau yang tengah tertidur itu dapat mengancam nyawa mereka berdua. Namun syukurnya ucapan Alequa tadi tidak membangunkan harimau itu.

Alequa sudah hampir pingsan. Gadis itu sangat terkejut melihat 2 harimau di belakangnya. Napasnya terendap-endap. Rafael buru-buru menahan tubuh Gadis itu. Alequa hampir tersungkur.

"Yang benar-benar saja Alequa! Jangan pingsan di sini!" Rafael mengancam, berbisik. Alequa kemudian menarik napas panjang. Lalu bangkit kembali.

"Kau sudah gila Rafael? Apa maksudmu?" Tanya Alequa dengan wajah panik.

"Stt..." Rafael menyuruh Gadis itu diam. Kemudian dengan perlahan menarik tangan Alequa meninggalkan tempat itu.

RAUUUU....
Seekor harimau di belakang mereka mengaum. Mata Rafael sontak membesar. Langkah Pria itu terhenti.

"AAAAAAA!" Alequa berteriak. Dengan cepat berlari meninggalkan tempat itu.

"ALEQUA!" Rafael ikut berlari.

2 harimau di belakang remaja itu terbangun. Lalu dengan cepat mengejar Rafael dan Alequa.

"KAU GILA SEKALI ALEQUA!" Bentak Rafael. 2 remaja itu sudah sampai di padang rumput. Harimau yang mengejar mereka tadi kembali. Tak berani keluar dari kawasan hutan.

"Kau yang gila Rafael!" Balas Alequa. Napas Gadis itu terengah-engah.

"Untuk apa kau membawa-ku ke sana? Kau ingin membunuh kita berdua? Kalau aku tadi tidak sadar, kita akan mati Rafael!" Alequa mengusap keringatnya.

"Kenapa harus berteriak? Kau yang hampir membuat kita mati!" Bantah Rafael.

"Ah, sudah lah! Aku ingin pulang." Alequa memalingkan wajah.

2 remaja itu kemudian masuk ke dalam mobil. Rafael langsung tancap gas. Buru-buru meninggalkan padang rumput itu.

Tess...
Setetes air mata tiba-tiba terjatuh dari mata kiri Alequa. Rafael yang tersadar Gadis itu menangis langsung menghentikan mobil di pinggir jalan.

"Kau kenapa menangis Alequa?" Rafael menatap bingung.

"Aku takut," Jawab Alequa dengan wajah cemberut.

Rafael mendekat. Menatap Alequa lamat-lamat, "Takut apa putri cantik?" Rafael mengelus pucuk kepala Gadis itu.

"Harimau—" Alequa menyemberutkan wajah lebih dalam.

ALEQUATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang