32. Munculnya Seung Jin di sekolah

93 7 28
                                        

Tak lama kemudian ambulance pun datang dan membawa Seung min ke rumah sakit. Sesampai disana ia langsung ditangani oleh dokter dan beberapa perawat di ruang VIP.

Seung jin tidak bisa tenang, ia pikir tadi Seung min hanya sedang bercanda. Alasan Seung min memanggil Seung jin sebenarnya adalah untuk menemaninya karena ia sedang sakit.

Seung jin tidak menyangka bahwa Seung min akan seperti itu.

1 jam kemudian..

Dokter dan beberapa perawat pun keluar dari ruangan tsb.

"Bagaimana keadaan adik saya paman?" Tanya Seung jin cemas.

"Kita bicara di ruang pribadi paman saja ya.." ucap dokter tsb yang juga dia adalah paman dari si kembar.

"Ne.." jawab Seung jin.

Seung jin pun mengikuti pamannya ke ruang pribadi paman nya itu.

Tak lama kemudian Seung jin keluar dari ruangan tsb dengan wajah yang murung. Ia terduduk lemas di kursi ruang tunggu.

"Gak..ini gak mungkin" ucap Seung jin

Seung jin pun menundukkan kepalanya dan memijat keningnya. Tak lama setelah itu, Seung jin menangis.

"Ini gak mungkin..hiks..gak..ini bohong ..hiks" ucap Seung min sambil menangis.

Seung min pun dengan kasar mengusap air matanya dan masuk me ruangan dimana Seung min dirawat. Sesampai disana, ia menemukan kembarannya itu sedang terbaring lemas dengan mata terpejam, dan juga masker oksigen yang menutupi hidung dan mulutnya.

Seung jin ingin sekali menangis melihat kembaran nya sakit seperti itu. Terlebih lagi ia teringat dengan perkataan dokter Jinyoung. Namun ia dengan sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh, ia tidak ingin adiknya melihatnya menangis meskipun Seung min masih belum sadar.

Seung jin pun membelai rambut Seung min dengan kasih sayang.

"Kau masih mau tidur? Apa mimpimu indah?" Tanya Seung jin.

Nafas Seung min masih terdengar berat meski ia sudah memakai masker oksigen. Dadanya juga naik turun dengan lambat. Seung jin pun mengurut pelan dada kembarannya itu berharap agar nafasnya kembali normal.

Tanpa ia sadari air mata Seung jin pun jatuh membasahi kedua pipinya, ia pun dengan segera mengusap air matanya. Seung jin pun segera merogoh sakunya untuk mengambil handphone nya, ia pun menelpon ibu nya namun ibu nya tidak mengangkat teleponnya.

"Pasti sedang sibuk.." ucap Seung jin

Keesokan harinya

Ye ji pun sudah siap untuk bertemu Seung min di restoran ayam yang pernah mereka berdua kunjungi sebelum mereka berpacaran. Ye ji pun keluar dari rumahnya namun ketika sampai di halaman ia bertemu dengan ayahnya.

"Ye ji.. dandan cantik seperti itu mau kemana?" Tanya ayah ye ji

"Em..ke tempat yuna appa" jawab ye ji berbohong kepada ayahnya.

"Ya sudah hati-hati ya" ucap ayahnya

"Ne..appa..ye ji pergi dulu ya" ucap ye ji

Stand By Me [ COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang