Sesampai di rumah sakit, paman Jinyoung langsung mengambil alih dan membawa Seung min ke ruang VIP bersama para perawat.
Seung jin hanya bisa menangis melihat wajah Seung min yang pucat dan juga biru. Ia khawatir kalau kembarannya itu tidak dapat bangun kembali.
Beberapa jam kemudian...
Dokter Jinyoung dan para perawat pun keluar dari ruangan tsb.
"Samchon.. bagaimana kabar adikku?" Tanya Seung jin.
"Adik mu tadi sempat kritis.. tapi sekarang dia sudah melewati masa kritisnya.. tunggu saja kesadarannya.." ucap dokter Jinyoung.
"Apa yang terjadi padanya? Kenapa kepalanya bisa berdarah?" Tanya Jinyoung
"Semua ini salah ku..aku marah dengan nya karena ia baru pulang..dia belum minum obat..jadi aku hilang kendali..aku dorong dia sampai kepalanya terbentur meja" ucap Seung jin merasa bersalah.
"Apa kau sudah tahu kepalanya itu berdarah?" Tanya Jinyoung
"Aku baru sadar ketika aku menghantarkan dia kesini..aku menyesal..dan harusnya tadi aku langsung memakaikan nya masker oksigen tapi aku membiarkan nya lebih lama.. aku mengabaikan nya" ucap Seung jin
"Pantas saja..sampai biru bibirnya itu.. seharusnya kau bisa lebih baik lagi menjaga adikmu..kalau dia sudah sesak nafas seperti itu langsung beri dia pertolongan jangan dibiarkan seperti tadi.. kasihan dia..dia itu sedang sakit..dan hanya kamu satu-satunya yang ia andalkan..jadi tolong lebih perhatikan lagi adikmu itu" ucap Jinyoung
"Aku minta maaf samchon" ucap Seung jin
"Jangan meminta maaf padaku..minta maaflah ke Seung min" ucap Jinyoung.
"Seung jin-a..apa sebaiknya kita beritahu saja ke Seung min.. sepertinya penyakitnya semakin parah..kalau dia tahu pasti dia akan lebih menjaga kesehatannya" ucap Jinyoung
"Tidak..dia bukan orang seperti itu..aku tahu kalau dia itu masih polos dan mudah putus asa..jika dia tahu penyakit nya maka dia akan mengunci didalam kamar dan yang lebih parah lagi dia bisa bunuh diri..aku tidak mau semua itu terjadi..dia pasti akan mendengarkan ku..aku akan menyuruh nya minum obat.. berolahraga dan makan makanan yang sehat..aku janji samchon..aku akan menjaganya" ucap Seung jin
Dokter Jinyoung pun menghela nafas panjang.
"Baiklah.. usahakan kau selalu menjaga nya..aku tidak tega melihat dia seperti itu lagi.. apalagi dia saudaramu satu-satunya.." ucap Jinyoung
"Baiklah..aku juga tidak mau kehilangan dia" ucap seung jin
"Ya sudah.. temani Seung min" ucap Jinyoung
"Ne.. terimakasih banyak samchon" ucap Seung jin.
Seung jin pun masuk kedalam ruangan Seung min dirawat. Hati nya meringis melihat adiknya itu terbaring lemah diatas ranjang pesakitan dengan masker oksigen di mulut dan juga hidung nya. Serta oximeter yang ada dijari telunjuknya, dan juga beberapa kabel yang menempel di tubuh Seung min. Dan kepalanya yang diperban akibat benturan yang lumayan keras.
Seung jin pun menghampiri Seung min dan duduk disamping ranjang pesakitan tsb. Ia pun menggenggam erat tangan Seung min kemudian menangis.
"Maafkan aku..maafkan aku" ucap Seung jin
Seung jin berkali-kali meminta maaf padanya padahal Seung min belum sadarkan diri.
Keesokan harinya
Seung jin pergi ke sekolah Seung min bukan karena mau menggantikan nya namun mau meminta izin kepada kepala sekolah.
Setelah mendapatkan izin, ia bertemu dengan beberapa teman Seung min.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stand By Me [ COMPLETE]
FanfictionHwang ye ji gadis cantik yang berasal dari keluarga kaya, cerdas dan selalu mendapatkan juara umum di sekolahnya. Ia juga termasuk murid terbaik di sekolah nya, namun sayang dia masih belum punya pacar karena sifatnya yang tsundere itu banyak lelaki...
![Stand By Me [ COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/280238523-64-k677285.jpg)