44. Penyakit yang diderita Seung min

96 7 12
                                        

Mingyu tersenyum licik mendengar perkataan Seung min.

"Mwo? Sahabat??" Tanya mingyu

Seung min benar-benar geram melihat mingyu, ia pun langsung menghampiri Minggu yang masih terduduk, ia pun meninju wajah Minggu sebanyak 3 kali, ia juga menendang perut mingyu sampai membuat Mingyu meringis kesakitan.

"Arghhhh...aish..sial!!" Ucap mingyu.

Mingyu pun segera bangkit dari duduknya, ia hendak meninju Seung min, namun dengan cepat Seung min menarik tangan ye ji untuk segera kabur dari tempat tsb.

Mereka pun segera berlari dan terus berlari, dan Mingyu masih mengejar mereka.

"Liat saja kau bajingan gila!!" Teriak Mingyu

"Kita ..h-harus tetap lari .." ucap Seung min

Hingga akhirnya mereka berdua telah jauh dari vila tsb. Mingyu juga sudah tidak mengejar mereka berdua lagi karena dia sudah tertinggal jauh oleh Seung min dan juga ye ji.

Hingga akhirnya ketika telah tiba di pinggir jalan, Seung min merasa kepalanya sangat pusing, penglihatan matanya juga mulai buram dan tubuhnya pun limbung jatuh ke atas jalan.

Ye ji terkejut melihat Seung min yang tiba-tiba terjatuh, ia juga terkejut melihat wajah Seung min yang begitu pucat serta keringat dingin yang membasahi keningnya.

"Seung min..kamu kenapa... Seung min!!" Ucap ye ji cemas.

Seung min pun meremat dada kirinya, ia sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit yang ada di dadanya, Nafasnya kembali sesak. Ia pun membuka mulutnya lebar-lebar untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.

"Hh.. t-tolonghh...hh..argghhh...uhuk..uhuk..hh"

"Aku harus bagaimana ini? Seung min..kau sedang tidak bercanda kan?" Tanya ye ji

Seung min hanya fokus menetralkan nafasnya, ia tidak menjawab pertanyaan ye ji.

"H-hyung..hhh...arghh..hhh..hh.."

"Seung min..aku harus bagaimana ini?" Tanya ye ji

"H-hyung..hh..S-seung jin..hhh...shhh.. uhukkhh"

Syukurnya ye ji cepat memahami perkataan Seung min. Ia pun segera mengambil handphone Seung min di dalam saku bajunya. Ia langsung mencari kontak Seung jin dan menelponnya.

"Ada apa?" Tanya Seung jin

"Seung jin.. cepat datang!! Aku rasa Seung min sedang sakit" ucap ye ji

"Sekarang dia ada dimana?" Tanya Seung jin cemas.

"Nanti aku kirimkan alamatnya" ucap ye ji

"Kalau begitu.. aku minta tolong pada mu untuk tetap berada disana sampai aku datang.. oke?" Tanya Seung jin

"Baiklah" ucap ye ji

Seung jin pun segera menutup telponnya, ye ji pun mengirimkan alamat keberadaan mereka berdua. Seung jin pun segera pergi ke tempat tsb.

Ye ji pun meletakkan kepala Seung min di pahanya agar Seung min merasa lebih baik daripada harus beralaskan aspal. Ye ji panik melihat Seung min seperti itu, ini pertama kali baginya melihat seseorang yang sedang kesulitan bernafas seperti itu dan itu adalah lelaki yang ia sukai dan sahabatnya sendiri. Ia pun menangis melihat Seung min yang sedang berusaha untuk tetap sadar

"Seung min-a..hiks..jangan seperti ini..hiks..aku takut..hiks.. a-aku tidak mau..hiks..k-kehilangan mu.. hiks.. jangan pingsan ya..hiks.." ucap ye ji senggugukan.

"Hhh..uhuk..uhuk..hh" nafasnya semakin tercekat

Tak lama kemudian datang Seung jin yang langsung membawa Seung min ke punggungnya.

Stand By Me [ COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang