03. Hadiah

3.7K 611 75
                                        

SUARA meongan terdengar saling bersahutan. Karena tidak hanya satu kucing di sana, tetapi lima ekor kucing sekaligus. Ditambah lagi satu anjing berjenis Doberman Pinscher.

"Ini Lily kan?"

"Oppa, itu Luca."

"Ah, begitu ... mereka terlalu mirip."

"Hei, Luca mirip pangeran tahu! Kalau Lily lebih seperti seorang princess yang elegan."

Taeyong menggaruk belakang kepalanya kikuk. Ini sudah kesekian kali ia mendapatkan omelan dari Lisa karena belum bisa membedakan Luca dan Lily. Tapi bagaimana lagi, Luca dan Lily memang hampir serupa.

"Hadiah yang aku berikan bagaimana?"

"Yang mana? Bunga waktu aku syuting MV atau bungkus kado besar itu?"

"Kado, Lisa."

Lisa memasang pose berpikir.

Beberapa waktu yang lalu Taeyong memberinya sebuah bungkus kado, sebagai ucapan selamat atas debut solo katanya. Tapi ternyata isinya adalah mainan untuk kucing-kucing.

"Lego dan Louis sering bermain waktu pagi. Love juga ikut-ikutan main bersama mereka."

Lisa tertawa pelan mengingat tingkah lucu anaknya. Mereka berenam seperti pereda stres yang Lisa rasakan karena tekanan pekerjaan.

"Kalau-"

"Tapi jangan beli terlalu banyak, nanti apartemenku penuh! Aku tahu Oppa mau membeli hadiah lagi." Omel Lisa dengan mulut mengerucut.

Tawa renyah Taeyong mengudara. Lisa itu entah mengapa selalu tampak menggemaskan di matanya. Tingkah lucu Lisa cukup menghiburnya setiap saat.

"Tasmu bagaimana?"

"Masih banyak," jawab Lisa jujur tanpa berniat sombong. Memang benar kok!

"Hoodie?"

"Ada beberapa dari Celine yang belum aku pakai."

"Jam tangan?"

"Minggu lalu satu pecah karena disenggol Leo." Ucap Lisa pelan sambil mengenang tragedi tersebut.

"Mau kumarahi tapi Leo imut sekali. Akhirnya Leo tidak jadi dimarahi, deh. Aku juga bisa beli lagi."

Kemudian Taeyong mencatat di dalam hati. Sepertinya ia tahu jam tangan mana yang dipecahkan oleh Leo.

"Mau menonton film?" tanya Lisa setelah puas melihat anak-anaknya makan dengan lahap.

"Bagaimana dengan Squid Game? Kata Haechan lagumu viral di TikTok."

Lisa tersenyum bangga. Tentu saja ia tahu hal tersebut, mana mungkin dirinya sebagai penyanyi lagu Money tidak tahu. Walau hampir tak pernah dipromosikan oleh agensinya, Lisa selalu mengamati perkembangan yang ada.

"Sambil makan ramyeon?"

"Kamu yang masak? Atau aku masakkan?"

"Ey, kalau Oppa yang memasak nanti lamanya dua jam." Canda Lisa.

Mereka berdua kompak tertawa.

Nyatanya memang benar, Taeyong butuh waktu sangat lama untuk memasak. Sifat perfeksionisnya muncul saat di dapur sehingga sajian Taeyong selalu terlihat dari restoran bintang lima.

Setelah puas tertawa Lisa beranjak ke dapur untuk membuat ramyeon. Tentu saja Taeyong menyusul di belakang karena masih ingin mengobrol.

"Oppa sampai kapan di sini?" tanya Lisa tanpa berbalik, ia tahu Taeyong mengikutinya.

AlwaysTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang