Yuhuuu siapa yang udah gasabar nunggu MC Up ???
Kali ini MC hadir tidak membawa kedamaian.
Jangan lupa untuk vote dan spam komen yeuss
Ingat, Sedekah itu dapat pahala. Orang pelit kuburannya sempit.
HAPPY READING ✨
★★★★
Pasukan Hilmi dan Kelvin mulai menyerang Raka dan juga para anak buahnya, sedang Kelvin dan Hilmi diam saja, biarkan anak buah mereka yang memulai lebih dulu. Ketika nanti lawan mereka sudah bisa ditaklukkan, maka giliran mereka yang bergerak.
Tentu saja hal ini membuat Raka dan juga timnya kewalahan. Dimana lawan mereka yang jumlahnya lebih dari 20 orang menyerbu langsung timnya yang hanya berjumlah 20 orang, termasuk Raka, Vizal dan Gilang.
Raka reflek menghindar dengan cepat kala lawannya ingin memukulnya dengan balok kayu. "Woilah, nggak adil banget lu," protesnya.
"Banyak bacot lu!" ia pun siap memukul Raka dengan balok kayu kembali. Namun urung, kala Raka berhasil menendang kuat balok kayu tersebut hingga akhirnya balok itu terlepas dari tangannya. Dengan cepat, Raka segera membuang jauh balok itu.
"Bangsat!" umpatnya. Ia menatap tajam Raka. Tangannya sudah terkepal kuat.
"Main yang adil bosku," ujarnya yang kemudian melayangkan sebuah pukulan ke lawannya.
Bugh
Lawannya yang belum siap itupun langsung terhuyung bersamaan dengan darah segar yang mengalir dari sudut bibirnya.
Di sisi lain, Gilang dan Vizal tetap fokus menghadapi lawannya. Mereka tampak lelah karena mendapat serangan yang bertubi-tubi. Begitu juga dengan timnya. Mereka tampak sangat kewalahan.
Hilmi dan Kelvin yang sedari tadi hanya sebagai penonton, kini mereka ikut andil. Melihat rivalnya yang tampak kewalahan membuat celah untuk mereka masuk dan mulai menghajar habis sang rival. Melampiaskan emosi yang selama ini mereka pendam.
Saat mereka hendak menyerang Raka dan timnya, tiba-tiba seseorang melemparnya dengan kerikil dari kejauhan. Mereka menoleh kebelakang.
"Hello you,"
Semua fokus beralih pada sumber suara. Tampak rombongan anak berseragam sekolah SMK atau SMA dengan jumlah yang mungkin hampir 30-an orang sedang berjalan menghampiri mereka. Raka menyeringai, ia lalu memukul dua orang yang tadi akan menyerangnya. Kedua orang itupun tersungkur.
Akhirnya kagak jadi bonyok gue, batin Raka
"Sorry paketu kita telat," ucap Aldo-pemimpin anggota yang baru saja datang itu.
Hilmi menatap heran, sedangkan Kelvin hanya menyeringai dan mengangguk. "Kalian pintar juga ya ternyata." ucapnya dengan tersenyum.
"Kan gue udah bilang, kita nggak akan nerima tawaran lu tanpa kesiapan apapun." balasnya diiringi seringai.
"Dan harusnya lu khawatir," imbuhnya seraya bersedekap dada.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Circle
HumorWARNING ⚠️ PERINGATAN ⚠️ CERITA INI MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, TIDAK UNTUK DICONTOH. BIJAKLAH DALAM MEMBACA [Follow dulu sebelum membaca 🤗] [Jangan lupa Vote dan Komen 😚] -------------♥️♥️♥️---------- "Cih, cewek murahan." "Pasti dia cewek nakal...
