"Duh ada aja dah onyo, kenapa dia pake ada urusan osis dadakan sih, jd gue harus nungguin tuh anak kan" Omel Bryan yang sedang menikmati baksonya dikantin sambil memainkan ponselnya.
"Heh Elina lo ngomong apa tentang gue ke Sam?" Ucap seorang gadis pada gadis lainnya
"Duh Sas, lo lagi lo lagi. Heran gue nih sekolah gede tapi gue ketemunya lo muku, di kutuk apa gue ya" Jawab Elina, dan Anneth hanya tertawa pelan mendengar ucapan sahabatnya itu
"Lo pikir gue mau apa ketemu sama lo mulu"
"Iya. Gue rasa lo tuh kangen sama gue, pasti aslinya lo mau jadi temen gue juga kan?"
"Ih amit² dah, kaya ga ada orang lain aja gue harus temenan ama cewek kaya lo"
"Gini deh Sas. Gue muak bgt ya ketemu lo mulu, ribut mulu, dengerin suara cempreng lo mulu. To the point deh lo mau apa nyamperin gue?" Ucap Elina
"Huffttt... Lo ngomong apa ke Sam? Kenapa dia bisa marah sama gue? Lo pasti udah fitnah gue di depan dia kan? Lo licik bgt ya jadi cewek, pantes aja Sam bosen sama cewek kaya lo" Ucap Saski
Elina justru sibuk menikmati makanannya, sedangkan Anneth, Saski, dan orang-orang yang berada di kantin hanya memperhatikan mereka, menunggu reaksi Elina. Elina menghentikan makannya, lalu berdiri dan menghadap ke arah Saski.
"Gini ya Saski yang cantik, pinter, baik, tapi gesrek. Gue muak bgt sama lo, gue muak kita selalu ribut soal Sam, gue muak lo selalu cari perkara dan nempek² mulu ama cowok gue. Jadi kemaren gue ngomong ke Sam kalo gue mau P U T U S. putus, lo tau putus kan? Ending, kelar, selesai. Gue ga mau ada hubungan lagi sama Sam, dan buat lo. Sekarang lo mau pacaran kek, lo mau pergi kek, mau makan kek, mau ciuman sekalipun sama Sam, gue udah BODO AMAT" Jelas Elina, setelah itu dia tersenyum dan kembali melanjutkan makannya.
Melihat Saski dan teman²nya yang belum juga peegi membuat Elina kembali menoleh ke arah mereka.
"Kenapa? Lo masih ga paham sama maksud gue?"
Setelah mendengar ucapan itu, Saski dan teman²nya segera pergi. Elina dan Anneth kembali melanjutkan makannya.
Sedangkan di sudut ruangan ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka dari awal perdebatan sampai selesai. Orang itu tersenyum singkat dan melanjutkan makannya.
****
"Nyo lo tau temen sekolah kita yang namanya Anneth?" Tanya Bryan
"Ga"
"Masa sih lo ga tau? Dia tuh cantik, lembut, matanya berbinar, senyumnya manis.."
"Bid. Lo baru aja patah hati sekarang udah ngincer cewek baru lagi? Mau sampe kapan sih Bid? Fokus sekolah aja deh" Betrand memotong ucapan Bryan
"Kok lo marah sih Nyo, kan gue cuma nanya aja"
"Terserah lo deh Bid"
"Gue harus cepet nih cari tau tentang dia. Gue yakin dia cocok sama Onyo. Tp kayanya dia tipe yang sulit buat di taklukin dan gue yakin bro gue pasti bisa naklukin tuh cewek" Gumam Bryan sambil tersenyum simpul
"Bryan? Siapa ya, kok bisa follow ig gue sih. Cek profil deh"
"Hah 1 sekolah sama gue dia. Tapi gue emang ga begitu asing sih sama mukanya. Siapa ya dia, kenapa tiba² follow gue. Yaudah ah bodo amat"
*****
Hari ini kelas Anneth dan Elina sedang pelajaran olahraga, mereka menunggu di pinggir lapangan untuk bergantian mengambil nilai bermain basket sambil saling bercanda dan tertawa.
Tawa manis Anneth membuat seseorang yang sedari tadi memperhatikannya ikut tersenyum. Orang itu benar² sudah dibuat terpana dengan ke anggunan, kecantikan dan kelembutan Anneth, namun masih belum berani untuk mengambil tindakan lebih selain memperhatikannya dari jauh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love At First Sight
Teen FictionBetrand seorang cowok populer di sekolahnya yang terkenal dengan sikap cuek dan dinginnya, dia sangat tidak suka ketika ada yang mengejar² atau caper dengannya. Sikapnya yang cuek bukan tanpa sebab, tetapi karna dia sering melihat sahabatnya Bryan...
