Pendekatan (PDKT)

782 80 6
                                        

Semenjak Betrand dan Anneth berbicara 4 mata dan menjelaskan apa yang mereka rasakan, mereka sepakat untuk menjalani saja kedekatan mereka meski belum ada status di antara mereka.

Disekolah mereka kembali dekat dan sering kali terlihat bersama, saat istirahat di kantin, taman bahkan di perpustakaan. Beberapa kali juga Betrand mengajak Anneth jika ada acara dirumahnya

Anneth sudah mengenal seluruh keluarga Betrand, begitupun dengan Betrand yang juga sudah mengenal keluarga besar Anneth

"Nyo lo sama Anneth sebenernya pacaran ga sih?" Tanya Bryan

"Belum Bid"

"Belom berarti akan. Terus kapan?"

"Kita liat nanti deh Bid"

"Nyo biar gimanapun kalian butuh status, kalo gini aja orang akan berfikir kalian masih bebas buat di deketin orang lain"

"Bid bukan status yang penting tapi komitmen" Jelas Betrand

"Emang kalian udah berkomitmen jauh?"

"Gue sedang mengusahakan semuanya Bid. Gue selalu bawa nama dia di doa gue, gue selalu berusaha bawa dia masuk ke dalam keluarga gue, memperkenalkan dia sebagai seseorang yang gue pilih buat nemenin gue nanti Bid. Gue pun berusaha untuk masuk ke keluarganya dia, berusaha untuk memantaskan diri Bid"

"Apa Anneth pernah minta sesuatu ke lo Nyo? Bukan barang tapi apapun itu, apa dia udah cukup yakin buat nerima ketulusan lo Nyo? Gue malah takut lo kecewa Nyo"

Betrand tersenyum mendengar ucapan Bryan yang khawatir padanya

"Bid thx udah care sama gue, thx udah bawa Anneth mendekat ke gue, gue sayang bahkan cinta sama dia Bid dan gue akan memperjuangkan dia semampu gue. Ya sekarang Anneth emang udah buka hatinya walau gue tau itu belum 100% tapi gue akan berusaha Bid. Lo ga perlu khawatir"

****
Betrand dan Anneth semakin hari semakin dekat, mereka sering kali menghabiskan waktu ber 2 dan kadang ber 4 bersama dengan Elina dan Bryan. Memang belum ada status di antara mereka, namun mereka sama² dalam proses saling meyakinkan satu sama lain.

"Neth hari ini omaku ulang tahun, kamu ikut aku kerumah ya, sekalian cici udah nanyain kamu dari kemarin" Ajak Betrand

"Malam ini?" Tanya Anneth

"Iya. Kamu bisa kan?"

Anneth dia sejenak sambil menatap Betrand sedih.

"Aku baru aja mau bilang sama kamu kalo hari ini aku ada reuni SMP. Acaranya dari sore sampe malem" Jelas Anneth

"Yah. Seriusan ga bisa nih?"

"Ya gimana udah terlanjur bilang oke. Maaf" Ucap Annet

"Yaudah deh gpp. Terus kamu kesana sama siapa?"

"Sama Elina mungkin. Itu juga kalo dia ga sama cowoknya hehehe"

Betrand menatap Anneth intens, dia merasa  semakin nyaman dan semakin dibuat jatuh hati pada Anneth. Perjuangannya untuk meyakinkan Anneth cukup berat, tapi Betrand selalu melakukannya dari hati dan selalu membawa Anneth dalam setiap doanya. Betrand juga mulai menegur siswi yang kemarin sudah membully Anneth dan berbicara tidak baik tentang Anneth. Betrand berusaha memberikan kenyamanan dan rasa aman pada Anneth.

"Oh yaudah deh kalo kamu ga bisa"

"Gpp kan?" Tanya Anneth sambil menatap Betrand

"Sebenernya sih sedih, cuma ya mau gimana lagi kamunya ga bisa kan. Next time aja main kerumah ku, cici Thalia ada nanyain kamu, kanget mungkin" Jelas Betrand dan Anneth hanya menganggukkan kepalanya

"Yaudah yuk kita ke kantin" Ajak Betrand dan langsung menggandeng tangan Anneth

****
Anak² di sekolah mereka juga sudah tidak terang²an membully dan menggosipkan kedekatan Betrand dan Anneth, mereka memilih diam saja karna segan dengan Betrand yang sudah menegur mereka dengan tegas.

"Jadi lo nanti pergi sama siapa El?" Tanya Anneth

"Sama Ega"

"Serius? Masa tega sih gue pergi sendirian El?"

"Ajak Betrand aja sih Neth, kenapa bingung banget"

"Ga bisa. Malem ini ada acara ultah omanya. Tadi aja dia ngajakin gue buat ikut kerumahnya" Jelas Anneth

"Yah sorry gue udah keburu iyain ajakan Ega, ga mungkin tiba² gue batalin kan. Atau mau kita pergi ber 3?" Ajak Elina

"Ga ah makin bete gue jadi nyamuk kalian. Ogah"

"Hehehe... ya kali aja kan Neth"

"Anneth"

Anneth dan Elina yang sedang berjalan sambil bercanda menghentikan langkahnya mendengar suara teriakan yang memanggil namanya. Mereka melihan Betrand dan Bryan yang datang dari arah sekolah menghampiri mereka.

"Kalian pulang naik apa?" Tanya Betrand

"Naik angkot. Kenapa?" Jawab Anneth

"Bareng kita aja yuk"

"Emang kalian mau kemana?" Tanya Elina

"Kita mau sekalian beli bahan² buat nanti acara ultah omanya Betrand" Jawab Bryan

"Kalian mau ikut kan?" Tawar Betrand lagi, Anneth dan Elina mengangguk

Akhirnya mereka pergi ber 4, Anneth dan Elina tidak langsung pulang, mereka membantu Betrand dan Bryan mempersiapkan untuk acara nanti malam.

Setelah lelah berkeliling mall mencari kado, kue, dan hiasan² lainnya mereka pergi ke cafe untuk makan dulu sebelum Betrand menggantar Anneth dan Elina pulang kerumahnya.

"Nyo nanti lo anterin gue dulu deh balik" Ucap Bryan

"Lah kok lo balik. Lo ga ikut krmh gue?"

"Tar gue nyusul krmh lo. Gpp gue mandi dan siap² dirumah aja"

"Ribet Bid. Biasanya juga siap² drmh gue lu kalo ada acara gini. Udahlah ga usah balik"

"Okelah"

******
Setelah mengantar Elina, Betrand mengantar Anneth, sedangkan Bryan sudah tertidur di kursi mobil belakang.

"Makasih ya Neth udah bantuin aku sama Bryan muter² mall cari perlengkapan untuk acara oma" Ucap Betrand

"Iya gpp, aku juga seneng kok bisa nemenin kamu"

"Jangan pernah berubah ya Neth" Ucap Betrand lagi, membuat Anneth menoleh karna bingung dengan ucapan Betrand

"Jangan pernah berubah ke aku, jangan pernah nutup kesempatan buat aku ngeyakinin kamu soal cinta yang aku punya, buat aku yakinin kamu kalo aku pantes buat kamu, buat yakinin kamu kalo aku serius sama kamu". Jelas Betrand sambil tetap fokus menyetir mobilnya

Anneth yang mendengar ucapan Betrand langsung berlinang air mata, dia merasa bahagia menemukan Betrand, dia merasa terlindungi jika ada di dekat Betrand, dan dia merasa sangat di cintai oleh Betrand. Anneth menggangguk dan tersenyum.

"Betrand. Aku ga bisa menjanjikan sesuatu yang lebih sama kamu, tapi seperti kamu yang berusaya meyakinkan aku, aku pun sama akan berusaha meyakinkan diriku untuk terus seperti ini. Aku ga nuntut kesempurnaan dari apapun nanti hubungan kita, tp aku ingin terus ngerasa bahagia kaya sekarang" Ucap Anneth sambil menatap ke arah Betrand. Betrand sesekali menoleh ke arah Anneth untuk balik menatapnya dan tersenyum padanya.

Sedangkan Bryan di kursi belakang sebenarnya tidak tidur, dia mendengar semua obrolan antara Betrand dan Anneth. Satu sisi Bryan merasa sedikit lega karna mereka sudah saling mengungkapkan perasaannya dan mau untuk saling percaya. Bryan berharap mereka selamanya bisa seperti ini, bersama selamanya.

*****

Love At First SightCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang