Dilema Betrand

618 76 5
                                        

Betrand akhir² ini terlihat lebih murung dan galau, dia memikiran ucapan Bryan beberapa hari lalu tentang seseorang yang sudah berhasil mengambil hati seorang Anneth Delliecia.

Sedangkan di sekolah mereka kembali seperti orang asing, tidak ada tegur sapa, tidak ada keramahan seorang Betrand pada Anneth, dan tidak terlihat lagi kebersamaan mereka.

Bryan dan Elina sendiri sepakat untuk menjadi tim pantau mereka ber 2, sejujurnya mereka sebagai sahabat pun merasa sedih dan ikut galau melihat sahabatnya galau, tapi mereka juga tidak mau terlalu jauh ikut campur untuk saat ini.

Betrand sedang membaca buku di dalam kelasnya kaget ketika mendengar teriakan dari sang sahabat.

"ONYOOOO" Panggil Bryan

Betrand menghela nafas menahan kesal melihat ulah sahabatnya tersebut. Sedangkan Bryan yang sudah tiba di depan Betrand langsung menunjukan senyumannya dan meminta maaf.

"Bisa ga sih Bid ga perlu teriak²? Ini tuh sekolah bukan hutan Bid" Omel Betrand

"Hehehe... iya iya, Maaf deh abis lo lama sih. Ganti baju sana udah di tunggu di lapangan basket tuh" Ucap Bryan

Betrand pun membereskan bukunya dan mengambil baju basketnya lalu pergi ke toilet.

******
"Eh tau gosip terbaru ga?" Ucap seorang siswi

"Belom. Gosip soal apa?"

"Itu loh si anak sok cantik yang ngebet banget sama Betrand"

"Anneth?"

"Iya dia. Ternyata tuh anak cuma di manfaatin dan di goshting ama Betrand doang. Liat aja sekarang udah ga deket² dan ga nempel² lagi kan sama Betrand. Lagian jadi cewek PD bgt sih sok mau deketin Betrand segala"

"Tapi masa sih Betrand kaya gitu. Ya biarpun dia cuek tapi dia tuh baik, ga mungkinlah dia nge goshting cewek" Ucap siswa lainnya

"Ya terserah lo sih percaya atau ga nya. Tapi gue seneng banget tuh cewek jauh² dari my Prince. Dia tuh ga pantes sama Betrand, ga cantik dan ga gaul juga"

"Eh jangan salah gitu² Anneth banyak yang naksir tau dari sekolah ini ataupun sekolah lain"

"Bodo amat dah gue ga peduli. Yang penting bukan Betrand hahahaha"

"Atau mungkin dia takut kali di bully makanya dia ngejauhin Betrand. Karna banyak banget kan yang dari kemaren² ngatain dia gatel, norak, sok cantik, dan mau aja di pegang² Betrand"

"Udah ah biarin aja. Bagus kalo gitu malah, jadi dia ga perlu deket² lagi sama Betrand. Jauh² dah sana karna Betrand berharga banget. Udah yuk ah ke lapangan basket liat my prince"

Betrand yang berdiri disisi tembok mendengar semua percakapan 3 siswi tadi. Hatinya panas dan sangat marah mendengar ucapan mereka tentang Anneth. Emosinya siap meledak  dia menatap kepergian siswi tadi dengan tangan yang mengepal menahan amarahnya.

"Apa ini Neth yang bikin kamu menghindar dari aku? Apa karna kamu mendengar omongan mereka? Mereka ga pantes ngomong gitu soal kamu Neth, mereka ga tau aku dan kamu. Mereka gatau kalo aku yang menarik kamu, aku yag mau jadiin kamu spesial aku yang ngejar kamu. Bukan kamu, dan mereka ga pantes ngomong ini" Gumam Betrand

****
Betrand tiba di lapangan Basket, dan matanya langsung tertuju dengan 3 orang siswi yang tadi menggosipkan dirinya dan Anneth. Bryan yang melihat Betrand bingung karna melihat dia seperti sedang menahan emosinya.

"Kenapa Nyo?" Tanya Bryan sambil ikut menatap arah yang sedang di tuju Betrand

"Ngapain lo liatin mereka? Ada yang lo taksir?" Tanya Bryan lagi

Betrand menoleh ke arah Bryan dengan tatapan dinginnya, hal tersebut membuat Bryan sedikit canggung dan takut karna aura Betrand yang mengintimidasinya.

"Sorry sorry. Udah yuk ah main, atau kl lo lag ada pikiran lo izin deh Nyo, tar kl udah tenang baru lo cerita sama gue ada apa sebenernya. Jangan kaya gitu, horror lo"

"Yaudah bilangin pak Diki gue ga ikut dulu hari ini, mood gue kurang bagus" Ucap Betrand setelah itu dia pergi keluar lapangan basket.

Bryan memperhatikan 3 cewek yang tadi menjadi pusat perhatian Betrand, dan Bryan menyadari jika salah satunya adalah seseorang yang dia tau.

"Jangan² Onyo...." Ucap Bryan dan melihat kearah Betrand pergi tadi

*****
"Elina"

Elina yang sedang berjalan di koridor sekolah menghetikalangkahnya saat ada yang memanggilnya, dia menoleh dan melihat Betrand sedang berjalan menghapirinya.

"Betrand" Gumam Elina pelan dengan wajah yang bingung, karna selama ini Elina tidak pernah benar² komunikasi akrab dengan Betrand, dan sekarang dia memanggilnya, ada apa memangnya?

"Anneth mana?" Tanya Betrand

"Anneth? Kenapa lo nanyain dia?"

"Ada yang mau gue omongin"

"Annethnya ga masuk. Lagi sakit" Jelas Elina

"Hah? Sakit? Kok gue gatau sih" Ucap Betrand

Elina melihat Betrand dengan seksama, setelah itu Elina tertawa

"Hehehehe.. kenapa lo harus tau? Emangnya lo siapanya Anneth?"

Betrand terdiam dan tertohok mendengar ucapan Elina, benar apa yang di katakan Elina jika dia dan Anneth belum ada ikatan jadi ga ada kewajiban buat dia tau apapun tentang Anneth.

"Yaudah kalo gitu" Betrand bersiap untuk segera pergi

"Kalo lo beneran serius sama dia, lo harus buktiin dan yakinin dia. For your info, Anneth ga suka cowok ganteng, tajir dan populer. Jadi lo perlu perjuangan ekstra buat luluhin dia" Ucap Elina sambil menatap Betrand yang membelakanginya

Setelah itu Betrand kembali melanjutkan jalannya dan meninggalkan Elina

*****
Betrand terlihat sedang melamun di kamarnya. Dia memikirkan ucapab Elina tadi padanya.

"Berjuang? Bukannya kata Bryan kemarin Anneth udah buka hatinya ke seseorang? Buat apa gue berjuang, itu artinya gue ngambil dia dari orang lain. Gue ga mau jadi perebut. Belum lagi funfact yang baru gue tau soal dia. Kenapa Anneth ga suka cowok ganteng, kaya dan populer? Bahkan kalo tuh cowok punya semuanya itu kan bukan salahnya dia, dan apa itu ngaruh sama perasaan seseorang? Lagian yang gue tau justru cewek suka tipe cowok yang kaya gitu" Ucap Betrand

"Ya Tuhan, tolong dekatkan aku sama dia, aku benar² mencintai dan menginginkannya, aku benar² ingin dia jadi milik ku dan bisa terus bersama dengannya" Doa Betrand sambil memejamkan matanya

Betrand sedang berperang dengan batinnya sendiri, dia bingung apa yang harus dia lakukan. Tapi yang pasti dia harus mencari tau yang sebenarnya dulu.

Betrand mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.

"Iya Nyo"

"Bid. Gue mau tanya sama lo. Ucapan lo soal Anneth yang udah buka hati sama seseorang itu bener?" Tanya Betrand

"Bener"

"Emang siapa orangnya?"

"Kenapa lo mau tau Nyo?"

Betrand belum menjawab pertanyaan Brayn. Sebenarnya Betrand belum 100% berani jujur dengan sahabatnya tersebut tentang perasaannya, dia janji akan cerita semua nanti, Betrand ingin menyelesaikan satu persatu permasalahannya.

"Ga perlu lo jawab Nyo kalo lo emang belum mau. Gue paham kok yang sebenernya. Anneth emang udah bukan hati ke seseorang kemarin, tapi hatinya mungkin mulai di tutup lagi karna adanya rasa takut. Bukan cuma takut dengan perasaan dan keseriusan si cowok, tapi takut dengan banyaknya pandangan dan omongan orang tentangnya" Jelas Bryan

Betrand yang mendengarnya makin bingung.

"Maksud lo Bid? Kenapa dia takut sama perasaan dan keseriusan cowok itu?"

"Lo harus nemuin dia Nyo, dan tanya langsung sama dia. Dari situ lo baru bisa ambil tindakan apa yang harus lo lakukan. Dah ya, gue masih ada urusan nih, tar malem gue kerumah lo deh nemenin lo yang lagi galau hehehehe" Ucap Bryan dan langsung mematikan teleponnya.

Love At First SightCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang