Salah Paham

557 72 4
                                        

Anneth masih memikirkan tentang cewek yang dilihatnya tadi di sekolah bersama Betrand.

"Kenapa tuh cewek bisa dateng kesekolah? Terus kenapa bisa sama Betrand? Aduh ada apa sih ini sebenernya" Ucap Anneth yang merasa pusing dengan keadaan saat ini.

"Betrand. Gue kangen banget sama lo. Kangen suara lo, kangen natap mata lo, kangen senyum lo, kangen perhatian lo. Hufttt...."

"Salah lo sendiri kan yang ga mau nemuin dia" Elina yang sudah ada di dalam kamar Anneth dan langsung membaringkan tubuhnya di kasur Anneth.

"El. Sejak kapan lo masuk kamar gue"

Elina menoleh ke arah Anneth dan tersenyum

"Saking kangennya lo sama doi ampe gue panggilin dan gue ketok tuh pintu berkali² ga denger juga ya Neth? Kalo ga nyokab lo ga nyuruh gue langsung masuk, kayanya gue masih diri di depan pintu ampe berjam jam deh"

Anneth masih saja memperhatikan Elina. Anneth melihat Elina yang tadi bersama Betrand dan cewek tadi, Anneth mau menanyakan hal itu, tapi dia ragu dan bingung.

"Kenapa? Lo mau tanya kenapa tadi gue sama Betrand? Atau mau nanya cewek tadi ngapain ke sekolah kita? Atau ..."

"Nggak El. Gue ga mau tau"

"Yakin?"

"Iya. Lo ngapain kesini?" Tanya Anneth yang mengalihkan pembicaraan

Elina faham jika sahabatnya tidak ingin atau belum ingin membahas soal Betrand, dan Elina mencoba mengerti.

"Nyokab gue pergi kerumah sodara gue, dan dia lupa kalo kunci malah dia bawa. Jd gue ga bisa masuk rumah, lo tau kan mba gue lagi pada pulkam?"

"Yaudah lo istirahat deh pasti capek"

Elina menatap Anneth dengan kening yang berkerut, Anneth pun bingung dengan ekspresi sahabatnya itu

"Kenapa lo?" Tanya Anneth

Elina menggeleng dan langsung memejamkan patanya untuk segera tidur. Elina menyadari jika Anneth masih memperhatikannya. Dia faham jika sahabatnya itu pasti ingin tau soal kejadian tadi di sekolah. Soal Betrand, soal Raya dan soal semuanya.

"Masih aja gengsi sih Neth. Biarin aja feh, biar dia sendiri yang inisiatif nanya ke gue duluan" Gumam Elina yang masih tetap memejamkan matanya.

Anneth menghembuskan nafasnya kencang sambil memperhatikan Elina.

"El. Beneran udah tidur ya?" Tanya Anneth sambil mencolek colek tubuh Elina, dan hanya di jawab deheman oleh sang sahabat.

"Elll.." Ucap Anneth dengan nada merajuk

"Hufttt.." Elina segera duduk dan menatap ke arah Anneth

"Kenapa? Galau? Kepo? Cemburu?" Tanya Elina

Anneth menampakan ekspresi sedih.

"Gue ga mau tau kenapa dia kesekolah kita. Tapi "

"Tapi lo panas liat Betrand sama dia?" Ucap Elina

"Ehmm gue cuma penasaran aja kok"

"Yakin?" Anneth hanya mengangguk

"Bagus deh kalo lo ga panas dan cemburu Neth. Karna mulai besok lo bakal liat mereka ber 2 an mulu. Nempel kek lem korea" Ucap Elina sambil memperagakan ke 2 jarinya yang dia tempelkan.

"Maksud lo?" Tanya Anneth

"Jadi dia itu mahasiswa yang bakal magang di sekolah kita. Mereka ada 4 orang dan bakal ngajar disekolah kita gitu deh"

"Terus hubungannya sama Betrand apa?

"Ehmmm.. gini Neth, selama mereka magang di sekolah kita, bu Rini minta Betrand dan buat bantu dan nemenin mereka. Ngenalin sekolah, sistem sekolah dll nya"

Love At First SightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang