Anneth sedang duduk di teras depan kamarnya sambil memandangi foto Betrand. Dia merasa sedih dan sangat merindukan pria itu, sudah beberapa hari ini Betrand dan beberapa osis pergi ke Swiss sebagai perwakilan sekolah untuk mengadakan seminar.
"Yailah Neth, mau lu pandangin fotonya ampe berhari-hari dia ga bakalan keluar dan berwujud manusia" Ucap Elina yang sudah tiba di sebelah Anneth dan memperhatikan sikap sahabatnya ini.
"El. Lo bikin kaget aja sih. Kapan lo dateng?"
"Ckckckck Neth Neth. Saking fokusnya mandangin Betrand ampe ga denger gue ketok² pintu kamar dan neriakin panggil nama lo? Bahkan lo ga sadar kalo gue udah ada di sebelah lo" Ucap Elina sedikit mendramatisir
"Sorry El, soalnya gue lagi ga fokus emang"
"Lo kangen banget ya Neth sama dia?"
"Banget El" Jawab Anneth dan kembali murung
"Tapi dia selalu kasih kabar kan ?"
Anneth meng-angguk untuk menjawab pertanyaan Elina.
"Emang kapan dia balik?"
"Masih 2 minggu" Ucap Anneth sambil memghembuskan nafasnya
"Gue sedih El, minggu depan gue b'day tapi Betrand masih belum bisa balik, padahal gue pengen banget ada dia di hari spesial gue sebagai orang yang spesial buat gue"
Elina tersenyum tipis mendengar ucapan Anneth, sambil memainkan ponselnya.
"Emang lo mau bikin acara?" Tanya Elina
"Tadinya iya. Tapi karna Betrand baliknya 2 minggu lagi, ga jadi lah"
"Ih kok gitu sih. Temen lo kan banyak Neth, ya kali cuma karna dia ga dateng terus lo batalin acara b'day lo"
Anneth menoleh ke arah Elina, melihat Elina yang sedang menatapnya dengan tetap memegang ponselnya.
"El lo tau kan gue ga suka party. Dan kemarin gue ada niatan bikin party ya karna gue mau dia ada di acara spesial gue. Lah kalo dianya aja lagi di LN dan ga mungkin bisa dateng ya buat apa El"
"Iya juga sih. Nyokab bokab lo juga kmren sempet bingung pas lo bilang mau ngadain party buat b'day lo karna tumben"
Anneth hanya merespon ucapan Elina dengan gumaman kecil, sedangkan Elina tersenyum sambil meng-otak atik ponselnya.
Ditempat berbeda, Betrand sedang berbaring di atas kasur hotel tempatnya menginap.
"Nyo lo serius sama rencana lo itu?" Tanya Bryan yang baru keluar dari kamar mandi
"Iyalah Bid, kalo ga serius ga mungkin gue minta tolong dia kan buat ngurus semuanya"
Bryan hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Lo kenapa Bid? Masih ragu?" Tanya Betrand.
Sebagai seorang sahabat yang sudah saling mengenal sejak kecil, Betrand tau jika ada yang mengganggu pikiran sahabatnya itu.
"Everythink for you Nyo. Lo happy ya gue pasti happy" Jawab Bryan
"Gue pasti bisa buktiin Bid kalo pilihan dan keputusan gue ga salah. Dan thankyou untuk selalu ingetin gue, selalu jaga gue dan selalu sharing sama gue" Ucap Betrand
"Gue percaya sama lo Bro, and apapun nanti gue pasti akan stay selalu buat lo"
Mereka pun tertawa, dalam hati mereka sama² bersyukur karena saling memiliki sebagai seorang sahabat, bahkan bisa di katakan mereka sudah seperti saudara.
Betrand dan Bryan pun bersiap untuk tidur, tapi suara ponsel Betrand membuat niat mereka tertunda. Betrand membuka dan mendengarkan pesan suara yang masuk di ponselnya, lalu 2 sahabat itu saling melihat dan tersenyum senang, kemudian melanjutkan niatnya untuk tidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love At First Sight
Teen FictionBetrand seorang cowok populer di sekolahnya yang terkenal dengan sikap cuek dan dinginnya, dia sangat tidak suka ketika ada yang mengejar² atau caper dengannya. Sikapnya yang cuek bukan tanpa sebab, tetapi karna dia sering melihat sahabatnya Bryan...
