Diskusi tuyul

620 64 13
                                        

Setelah upacara, semua siswa maupun siswi masuk kedalam kelas nya masing masing. Tetapi di lain tempat seorang lelaki dengan perawakan tinggi sedang nongkrong di bascamp 64 dengan teman teman nya sambil merokok siapa lagi kalo bukan Zio sang ketua 64

"Bos masuk kelas yuk ah, mau tobat gue" Ucap Jenaro atau akrab di panggil Roro

"Dih sejak kapan lo tobat" Balas Jovanka

"Sejak tdi pagi" Ucap Jenaro jujur

"Ck 5 menit kemudian pasti ngajak gue sesat lagi kan lo" Balas Jovanka

"Kagak lah, nih ya, babang Jenaro ma kagak pernah ngajak kedalam hal yang sesat" Ucap Jenaro pede

"Prettt" Balas Jovanka

"Dan lo, mau kapan tobat? " Tanya Jenaro kepada Nevan

"Kapan kapan" Balas Nevan

Jenaro hanya memutar bola matanya

"Biiii, pesen bakso nya satu" Ucap Jenaro

"Siapp" Balas bi Imas

"Hehe, Ro traktir dong" Ucap Nevan pada Jenaro

"Iya lah Ro kapan lagi lo traktir gue" Ucap Nevan ikut ikutan

"Kapan kapan" Balas Jenaro cepat

"Mampus" Ucap Zio yang sedari tdi hanya diam memperhatikan ponsel nya

"Loh bos lo ga dukung kita? " Tanya Jovanka

"Apaan? " Tanya Zio

"Itu tadi lo bilang mampus tu ke kita? " Tanya Jovanka

"Geer banget, gue lagi main game" Ucap Zio

"Huuuu geer lo" Sorak Nevan pada Jovanka

"Bener bener lo" Ucap Jovanka sambil melempar topi yang ia pakai

"Eitss ga kena" Ucap Nevan ketika topi yang Jovanka lempar melesat

"Ini bakso spesial buat den Roro" Ucap Bi Imas

"Makasih biii" Ucap Jenaro

"Ro, bagi dong" Ucap Nevan dengan wajah yang memelas

"Ga denger gue" Balas Jenaro sambil menyeruput kuah bakso

"Ah lo ma ga bespren" Ucap Nevan

"Bestfriend gblok" Ucap Jovanka mengoreksi

"Ya apalah itu, susah ngomong nya" Ucap Nevan

"Eh bos lo mau kemana? " Tanya Jovanka ketika melihat Zio berdiri hendak keluar

"Azel" Balas Zio singkat

"Yang lagi kasmaran ma bedaaa" Ujar Jenaro

                                  ***

Ketika bel istirahat berbunyi, Azel dan teman teman nya langsung bergegas ke kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong

"Eh eh zell itu kak Zio nyamperin kita?" Ucap Keyva ketika melihat Zio hendak menghampiri mereka

"Bukan ke kita kali" Balas Azel

"Adoh Bang Manurios" Ucap Abil

"Kumat dah kumat" Ucap Keyva ketika melihat Abil merapihkan rambutnya

"Hai Zel" Sapa Zio

"Eh Hai kak" Balas Azel

"Aduuu bang Manurios mau ketemu Abil kan? " Ucap Abil pede

"Bukan" Balas Zio singkat

"Mampus" Ucap Keyva

"Emm Zel, lo udah nerima surat yang gue kasih? " Tanya Zio

"Udah kak" Balas Azel

"Udah lo buka? " Tanya Zio lagi

"Belum kak" Balas Azel

"Baguss" Ucap Zio sambil mengusap lembut kepala Azel

"Aaaaa pengen jugaaa" Ucap Keyva heboh

"Aaa gue baperrr" Timpal Abil

Sedangkan Azel hanya diam menikmati usapan tangan Zio di kepalanya

"Lo makan dulu gih, nanti pulang gue anter" Ucap Zio langsung meninggalkan Azel yang termenung

"Gilak, itu tadi kak Zio? " Tanya Keyva tidak percaya

"Bukan, itu bang Manurios" Ucap Abil kekeh

"Udah ah mending makan yuk" Ucap Azel

"Gass" Balas Abil

                                  ***

"Kiaaaa" Teriak Aka kepada adiknya

"Apa bangg" Balas Kia ikut berteriak

Padahal jarak mereka berdua sangat dekat

"Aaaa Kia jangan teriak teriak, telinga Abang sakit" Ucap Aka

" Loh Abang sendiri yang mulai" Ucap Kia tidak mau kalah

"Iya tapi Kia jangan ikutan teriak" Balas Aka

"Terserah Kia dong" Balas Kia

"Kia mau Abang ajarin cara ternak tuyul gak? " Tanya Aka pada Kia

"Tuyul tu apa bang? " Tanya Kia

"Tuyul itu, ampir sama kayak Kia, cuma kalo tuyul kepalanya botak, sama bisa di manfaatin, kalo Kia bisanya cuma ngerepotin" Ucap Aka panjang lebar

"Oooo, sama kayak Abang dong" Ucap Kia

"Nggak, beda, tuyul mukanya jelek, kalo Abang ganteng" Ucap Aka pede

"Gantengan mukanya bang Zio" Ucap Kia

"Yaudah sana sama bang Zio aja jangan sama abang" Ucap Aka marah

"Huuuu Abang jelek" Ucap Kia sambil meninggalkan Aka yang masih marah

"Bundaaaa" Ucap Kia menghampiri sang bunda di dapur

"Kenapa nak? " Tanya Zanna

"Abang jelek" Ucap Kia

"Loh? Berantem? " Tanya Zanna

"Nggak, Abang nyebelin" Ucap Kia sambil memanyunkan bibir nya

"BANGG AKAA" Teriak Zanna memanggil Aka

"KENAPA BUN" Balas Aka

"SINI DULU BANG" Ucap Zanna

"Kalian kenapa berantem? " Tanya Zanna mengintrogasi anak anaknya

"Abang yang mulai" Ucap Kia sambil menunjuk sang kakak

"Apaan orang Kia dulu yang mulai" Balas Aka

"Kalian ini, kalo berantem pasti gini" Ucap Zanna

"Sekarang salaman" Ucap Zanna

"Ga mau" Ucap Aka dan Kia

"Ohh yaudah terserah, bunda ceburin kolam" Ucap Zanna mengancam

"Iya iya" Ucap Aka dan Kia

"Abang minta maaf" Ucap Aka mengalah

"Kia juga minta maaf" Ucap Kia

"Nah gini dong akur" Ucap Zanna

"Emang tadi kalian berantem karna apa? " Ucap Zanna

"Tadi abang sama Kia lagi diskusi bun" Ucap Kia

"Diskusi apa? " Tanya Zanna

"Diskusi soal tuyul" Ucap Kia polos

"Ohh yaudah yaudah bunda ga ngerti lagi sama kalian, lanjutin aja diskusi nya bunda mau masak dulu bentar lagi  bang Zio sama Ayah pulang" Ucap Zanna kembali ke ritual masaknya

"Abang, tadi kita diskusi nyampe mana? " Tanya Kia

"Abang lupaa" Ucap Aka


Komen and vote

Sorry baru up kemaren kemaren lagi sibuk banget, thanks buat yang masih stay sampe sekarang baca Alderald

See you and thanks

ALDERALDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang