Rumah sakit

515 46 1
                                        

Azel di bawa oleh seseorang itu ke dalam toilet, Azel membulatkan matanya setelah melihat pelaku yang membekap nya dan membawa nya ke toilet

"Kaget ya? " Tanya Velma

PLAK

Velma menampar pipi Azel dengan sangat kencang

"Maksud kakak apa? " Ucap Azel sambil memegang pipi nya yang terasa perih

"Gue mau lo hancur" Ucap Velma langsung memperlihatkan gunting yang berada di tangannya

"Kak, kakak mau ngapain" Ucap Azel gugup

"Tenang aja, ga bakal sakit" Ucap Velma

"Akhh jangan kak" Ucap Azel ketika Velma memotong rambutnya acak acakan

"Terima ini bitch" Ucap Velma tersenyum miring lalu melanjutkan memotong Rok dan seragam sekolah Azel

"Hiks kak udah kak ampun" Ucap Azel

"Ini gaada bandingan nya ketika Zio lebih pilih lo" Ucap Velma masih terus memotong pakaian Azel

"Hiks aku ga berniat rebut ka Al dari kak Velma hiks" Ucap Azel dengan suara bergetar

"Selesai" Ucap Velma langsung tersenyum

"Lo cantik dengan keadaan yang kayak gini" Ucap Velma

"Gue peringatin lagi sama lo, jangan pernah deket deket sama Zio lagi, paham lo? " Tanya Velma sambil memegang kedua pipi Azel dengan sangat kencang

Azel hanya menganggukan kepalanya, dia sudah sangat pasrah dengan keadaan rambut yang acak acakan dengan potongan yang tidak beraturan, pakaian yang berantakan, dan terdapat beberapa lebam di tubuh Azel

"Bagus" Ucap Velma langsung keluar dari toilet

Azel menangis melihat kondisi nya saat ini, lalu Azel mengambil handphone yang berada di dalam tas nya dan menghubungi Keyva

"Halo zel" Ucap Keyva di sebrang sana

"Key" Ucap Azel dengan lirih

"Zel lo kenapa? " Tanya Keyva mulai panik

"Key tolong" Ucap Azel pelan, dia sudah tidak bisa berkata kata lagi

"Zell zell lo kenapa, cepet bilang, lo sekarang lagi dimana? " Ucap Keyva khawatir

"Sekolah" Lirih Azel

"Loh bukannya lo udah pulang sama kak Zio?! " Tanya Keyva

"Key tolong kesini cepetan, di toilet wanita" Ucap Azel lalu memutuskan sambungannya

                                 ***

"Gimana? Zio udah ada di sana? "Ucap seorang gadis pada temannya

"Sesuai rencana vel, Zio udah ga sadarkan diri" Ucap seseorang di sebrang sana

"Bagus" Ucap Velma sembari tersenyum

Ya, yang berbicara itu adalah Velma dengan Aneska

"Tunggu aja, kehancuran sebentar lagi akan menghampiri lo" Ucap Velma pelan

                                ***

"Halo tante" Ucap Keyva

"Eh iya nak Keyva ada apa? Sekalian tante mau tanya, Azel sama Keyva ga? " Ucap Adira

"Eum tante jangan kaget dulu ya" Ucap Keyva

"Tante, sekarang Azel ada di rumah sakit" Lanjut Keyva

"Astaghfirullah Azel, kenapa nak Key?" Ucap Adira mulai menangis

"Eum tante yang tenang dulu, mendingan tante sekarang ke rumah sakit permata asri dulu, nanti Keyva jelasin" Ucap Keyva

"Tante segera kesana" Ucap Adira langsung menelpon sang suami dan bergegas ke rumah sakit

"Nak keyva Azel mana" Ucap Adira sembari menangis

"Tenang dulu ma tenang" Ucap Keyva Barra menenangkan sang istri

"Azel lagi di tanganin sama dokter tante" Ucap Keyva

"Yallah nak, gimana ceritanya" Ucap Adira

"Ga tau tante,tadi Azel Nelpon Keyva,trus Azel bilang dia masih di sekolah, Keyva kira Azel udah pulang sama kak Zio" Ucap Keyva

"Pas Keyva liat, Azel udah berantakan banget tan, ada beberapa lebam di tubuhnya dan baju sama rambut nya kayak di sengaja di potong sama orang" Sambung Keyva

"J-jadi Azel di bully? " Tanya Adira

"Iya kayaknya ada yang sengaja nyakitin Azel tan" Ucap Keyva

"Kamu tau siapa orang nya?" Ucap Barra dengan suara yang dingin, jika sudah menyangkut anak kesayangannya Barra tidak akan tinggal diam

"Eum Keyva ga tau si om, cuma yang Keyva tau, ada kakak kelas yang ga suka sama Azel" Ucap Keyva

"Siapa? " Tanya Barra

"Kak Velma" Ucap Keyva

"Tapi Keyva juga belum tau pasti, mending nanti om tanya langsung aja sama Azel"Ucap Keyva

Pintu ruangan terbuka, menampilkan seorang dokter dengan stetoskop yang bergantung di leher nya

"Gimana keadaan anak saya dok? " Tanya Adira

"Anak ibu tidak apa apa, cuma ada beberapa luka di bagian tubuh nya, jika anak ibu sudah sadar, di mohon jangan terlalu menanyakan hal hal yang mungkin bisa membuat dia ketakutan" Ucap sang dokter

"Baik dok, Terima kasih" Ucap Adira

Adira langsung bergegas menemui sang anak yang terbaring di atas brangkar

"Nak, ini mama" Ucap Adira memegang tangan Azel

"Kenapa bisa gini nak? Siapa yang ngelakuin ini sama kamu?" Ucap Adira tidak bisa menahan tangisannya

Adira menangis, dia merasa gagal menjadi seorang ibu, dia tidak bisa menjaga anak kesayangannya

"Udah ma udah" Ucap Barra menguatkan sang istri

"Ma" Lirih Azel

"Sayang kamu udah sadar? " Ucap Adira langsung berhenti menangis

"Mama kenapa nangis? " Ucap Azel dengan suara yang parau

"Ngga, mama ga nangis cuma kelilipan"Ucap Adira berbohong

"Mama bohong, mama nangis" Ucap Azel sembari menyeka air mata yang keluar dari pipi sang mama

"Hiks kenapa bisa gini nak? " Tanya Adira

"Azel ga papa ma, tadi cuma jatoh" Ucap Azel

"Jangan boongin mama, mama udah tau semuanya dari Keyva" Ucap Adira

"Siapa yang ngelakuin ini sama kamu nak? " Ucap Barra lembut

"Ngga ada pa, Azel cuma jatoh"Ucap Azel

"Princess papa sejak kapan pinter boong hm? " Tanya Barra

"Maaf pa"Ucap Azel

"Jujur sama papa, siapa yang ngelakuin ini sama kamu" Ucap Barra dengan suara yang dingin

"K-kak Velma" Cicit Azel,

"Velma? " Ucap Barra

"Iya" Ucap Azel sembari menundukan kepalanya

"Papa keluar dulu sebentar" Ucap Barra langsung menelpon orang terpercaya nya

"Maa, papa ga bakal ngelakuin apa apa sama kak Velma kan? " Tanya Azel

"Mama ga tau nak, kamu juga tau sendiri, papa kamu ga bakal diam aja kalo terjadi sesuatu sama kamu" Ucap Adira sembari mengelus kepala Azel

Jangan lupa, Azel adalah anak tunggal dari seorang Barra Zayan Adhitama, siapa yang tidak kenal dengan pengusaha sukses itu? Yang sudah memiliki cabang di mana mana

Btw kalo kalian ada saran buat visual visual pemerannya bisa langsung komen ya!!!

See you and thanks

ALDERALDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang