Disini lah Zio berdiri dengan tegap, matanya yang tajam membuat orang orang di sekitarnya tidak berani untuk memandang Zio ataupun sekedar menyapa
"H-hai k-kak Zio, hhe kemana aja kak baru keliatan" Ucap seorang gadis terbata bata yang diyakini adik kelas nya
Zio tidak membalas ucapan gadis itu, melainkan dia menaikan sebelah alisnya
"Eh kenapa kak? " Ucap gadis itu merasa di perhatikan oleh Zio
Zio tersenyum miring lalu dia mendekat kan wajah nya kepada telinga gadis itu
"Mundur, jangan caper sama gue, gue punya Azel" Bisik Zio membuat badan gadis itu merinding
Setelah mengatakan itu Zio langsung bergegas menemui Azel
Tetapi ada seseorang yang melihat itu, dia tersenyum miring, sebuah ide sudah tersusun rapi di dalam benak nya
"Haii by" Ucap Zio kepada Azel setelah sampai dikelas Azel
"Ehh lho? Kak Al kok udah sekolah? " Tanya Azel
"Kangen" Rengek Zio sambil memeluk Azel
"Ehh kak di liatin banyak orang" Ucap Azel gugup
"Biarin, gue nyaman" Ucap Zio
"Lo belum jawab gue waktu itu" Ucap Zio
"Pertanyaan yang mana kak? " Tanya Azel
Zio melepaskan pelukannya dia langsung menatap mata Azel dengan sungguh sungguh
"Lo belum jawab, mau jadi pacar gue? " Tanya Zio
"Hah? " Otak Azel ngeblank
"Mau nggak? " Tanya Zio lagi
"Kakak nembak aku? " Tanya Azel
"Bukan, gue nembak nenek lo" Ucap Zio mulai kesal
"Ya iya lah nembak lo" Ucap Zio
"Gimana mau? " Tanya Zio
"TERIMA TERIMA TERIMA" Semua yang berada di kelas langsung menyorak nyoraki Azel
"Iya Azel mau" Ucap Azel malu
"Makasih sayang" Ucap Zio langsung memeluk Azel kembali
"BOSSSS" Teriakan itu berhasil membuat kedua insan itu melepaskan pelukannya
"APAAN HAH? GANGGU AJA" Ucap Zio murka ketika melihat anak buah nya
"BOS KOK LO GA NGABARIN KITA KITA KALO LO MAU SEKOLAH" Ucap Nevan
"Buat apa? " Tanya Zio santai
"Kalo gue berak kalo gue makan emang kudu ngasih tau kalian? " Tanya Zio geram
"Ya ga gitu juga" Ucap Nevan cengengesan
"YUHUUU SEKARANG ADA IBU BOSSS" Girang Jovanka
"PAJAK NYA BOS PAJAK" Pinta Jenaro
"Okey, semua yang ada di kelas ini gue traktir" Ucap Zio dengan santai
"S-SERIUS LO BOS? " Ucap Jenaro
"Hm" Dehem Zio yang masih terus memandang Azel yang baru saja menjadi kekasih nya
"YUHUUU MAKANAN GRATIS GUE DATANG" Teriak Nevan sembari berlari
TINGG TINGG
Bell sekolah pun berbunyi, tanda semua siswa harus masuk kedalam kelas nya masing masing
"Yah kok bell? " Tanya Nevan kecewa
"Nanti aja kalo udah istirahat nyet" Geram Jenaro
"Aku ke kelas dulu ya, belajar yang rajin" Ucap Zio sambil mengacak ngacak rambut kekasihnya
"Ish iya iya sana kakak juga belajar yang rajin" Ucap Azel salting
"Haha iya by" Tawa Zio sukses membuat seluruh orang yang berada di dalam kelas diam
"Syalan ketawa nya bikin rahim gue anget" Ucap Keyva yang sedari tadi melihat adegan itu
"Heh" Tegur Azel
"Hehehe maap" Balas Keyva
VOTE YYA !!!
SEE YOU AND THANKS
KAMU SEDANG MEMBACA
ALDERALD
JugendliteraturAlderald, seorang lelaki berperawakan tinggi, mata nya yang tajam, ketua geng, dia menyukai seorang perempuan, yang mengingatkan nya pada sosok perempuan di masa lalunya
