Mama meninggalkan meja makan, lalu di susul oleh Kak Zhan yang juga pergi ke arah kamar.
Muka Kak Zhan terlihat masam, sepertinya karena tidak diperbolehkan mama untuk keluar.
Tetapi, aku tau perlakuan mama bukan tanpa alasan. Mama takut kejadian Kak Zhan yang di rundung terulang kembali.
Sebenarnya pun sudah terulang, tetapi aku akan menghargai keputusan Kak Zhan dengan tidak membicarakan hal ini kepada mama.
Aku dan papa menghabiskan makan malam kita berdua, kemudian membersihkan sisa makanan yang terdapat diatas meja.
Setelah bebersih aku menuju ke arah kamar orang tuaku, aku tahu mama berada di sana.
Tok.. Tok..
"Masuk," ucap mama dari seberang.
Klekk..
Aku mulai memasuki kamar milik orang tuaku, di samping tempat tidur terdapat sebuah meja kerja milik mama dan papa.
Jika mereka berdua belum menyelesaikan tugas kantornya, maka mereka akan berkutat di sana hingga dini hari.
Seseorang duduk di salah satu meja tersebut. Dengan tumpukan berkas serta laptop yang menyala.
Aku mendekati sosok tersebut dan berusaha berbicara dengan intonasi selembut mungkin.
"Ma, Boleh aku bicara sebentar?"
"Apakah kau ingin membicarakan perihal pesta yang ingin di datangi kakakmu? Jawabannya tidak." Mama memalingkan pandangannya dari arah laptop, dan menatapku.
"Oh, ayolah. Kakak tidak akan sendirian, aku akan pergi bersamanya," pintaku.
Lalu tiba-tiba mama berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan menuju arah kasur. Beliau mengajakku untuk duduk di sampingnya.
Akupun datang menghampiri mama.
"Baiklah, mama izinkan. Tetapi jagalah kakakmu, jangan sampai trauma kakakmu kambuh lagi."
"Baik, ma," ujarku pada mama dengan tersenyum.
Ku cium pipi mama dan memeluknya, sebagai tanda terimakasih. Semoga setelah mendengar kabar ini, perasaan kakak membaik.
~~
Mobil mulai memasuki halaman dari rumah besar milik teman kakakku.
Terlihat dari dalam mobil, pesta telah di mulai, dari jendela rumah tersebut terpantul cahaya gemerlap yang indah, tentunya berasal dari dalam ruangan.
"Mewah sekali," ucapku.
Tidak sia-sia aku mengantar Kak Zhan dan ikut dengannya.
Kak Zhan membuka sabuk pengaman dan berkata padaku untuk tidak jauh-jauh darinya ketika memasuki aula pesta.
Aku mengangguk dan mengikutinya membuka sabuk pengamanku. Kami membuka pintu mobil bersamaan.
Kak Zhan mengajakku untuk segera masuk. Aku mengikuti nya dari belakang. Kerlip cahaya yang terus memantul menuntun kami ke arah pesta berasal.
Ku masuki ruangan pesta bersama dengan Kak Zhan, mungkin ini pertama kalinya aku mendatangi pesta yang semewah ini.
kanan-kiri ku penuh dengan makanan dan minuman, serta orang orang yang menari mengikuti irama lagu.
Kakak mengantarku sampai ke sofa dan memohon ijin padaku untuk mencari temannya sebentar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Protect My Brother [On Go]
TeenfikceLian seorang adik laki-laki dan Zhan adalah kakak laki-lakinya. Zhan yang menderita gangguan psikologis membuat Lian harus selalu berada di samping Zhan. Bagaimana kisah perjalanan mereka? Akhir akhir ini, kakak pulang dengan bau alkohol yang menyen...
![Protect My Brother [On Go]](https://img.wattpad.com/cover/290369412-64-k980387.jpg)