Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
01 - Menemuinya
—
"Anjayyyy, beres juga tugas lo." Saga berseru heboh ketika Mahesa mengeluarkan sebuah cd berisi tugas lagu yang dosennya berikan seminggu yang lalu.
Yang di puji tersemyum lebar, "yoi lah. Segini doang mah, kecil." katanya sombong.
Saga mendecih setelahnya, "kemarin stress mikirin ini tugas. Sekarang sok sombong. Tai." semprot Saga kesal.
Mahesa terkekeh. Namun berikutnya, ia kembali tersenyum. "Gue harus bilang makasih ke seseorang yang udah berhasil bikin gue nyelesain lagu ini."
Saga yang semula mengulurkan tangan ingin membuat chiller di depannya jadi diam, menoleh pada Mahesa yang masih mesem-mesem disebelahnya.
"Siapa?" tanya Saga dengan sorot mata super kepo miliknya.
"Aruna." jawab Mahesa tanpa beban.
Mata Saga melebar sempurna mendengar perkataan Mahesa. "Aruna? Sejak when??? Lo kenalan juga belum sama dia." katanya berdecih, kemudian kembali pada niatnya membuka chiller dan mengambil soda kaleng disana.
"Dua hari yang lalu. Iya sih gue belum kenal dia. Tapi.." Mahesa tersenyum lagi. Kali ini seperti tersipu membuat Saga yang melihat itu jadi ilfeel sendiri. "Dia cantik. Dia yang bikin gue nemuin nada-nada hilang itu. Dia yang bikin semua nada itu jadi nyata." Mahesa mengawang, kembali pada hari pertama ia melihat wajah manis itu.
"Najis. Dangdut." Saga mencebik. Pemuda itu melipir menuju meja di pojok kantin yang siang itu sedang sepi. Diikuti Mahesa yang masih saja tersenyum seperti anak SMP yang baru saja jatuh cinta.
"Ga, lo percaya 'Love at the first sight'?" tanya Mahesa dengan raut serius kali ini. Namun, jika Saga memperhatikan lagi raut itu, ah, dia tetap Mahesa yang menyebalkan baginya.
"Nope. Gak ada ceritanya lo jatuh cinta sejak pertama kali ketemu. Bahkan saat lo belum mengenal satu sama lain. Itu konyol." jawab Saga setelah meneguk soda miliknya.
"That's right! Gue lebih percaya 'Love at the second sight'."
Saga mengernyit, "emang ada, nyet??"
"Ada." Mahesa kini menatap Saga tepat. Kali ini, sorotnya betul-betul serius membuat Saga mengerjap kaget melihat itu. "I fell in love with her at the second sight."
Saga mengerjap, entah mengapa ia jadi gemetar menunggu Mahesa mengungkap siapa perempuan yang berhasil membuat Mahesa seserius ini.