Kalau nggak mau ketahuan orang kantor biasanya mereka kalau ngedate ya sekalian ke Bogor. Iya, kota hujan itu kadang jadi pilihan buat nonton atau berkeliling melihat hutan hijau sama rusa. Kalau nggak mau jauh ya kadang cukup di Jakarta ke tempat-tempat book-caffee-shop yang relatif lebih sepi dibanding cafe lain. Mereka pernah main ke pasar santa, untuk baca buku di POST dan beli makan di ruko-ruko atasnya yang menyediakan hidangan yang lezat.
Tidak banyak sih spot baca di sini memang. Spot baca dan pacaran ya tepatnya. Arka pernah sekali ngajak Sabrina ke Bandung buat refreshing. Mereka sempat mampir ke Kineruku, toko buku indie yang udah pengen banget Sabrina kunjungi. And there, at the back terace, was actually place their first kiss happened.
Arka pernah diracunin baca nggak sama Sabrina? Jawabannya tentu pernah. Tapi Arka jadi rajin baca juga kayak Sabrina? Jawabannya enggak. Lha wong tiap Sabrina baca buku diem-diem, Arka bukannya baca buku di depannya tapi malah mendongak ngelihatin Sabrina, (atau jadi buka youtube buat nonton cara dapetin Aloy di genshin) mau rajin kaya gimana?
Sabrina sih, ya, dulu pengen, dan sempat bercita-cita punya pacar yang bookdragon juga. Biar apa ya kalau ngomongin buku jadi nyambung. Seru kan pasti bisa screaming over the sailing ship atau cries together over the death of somebody—in the novel. Tapi, nggak berarti Sabrina nggak suka sama Arka. Contradictory, Sabrina malah jadi menghapus cita-cita itu.
Ternyata ya, yang penting soal pasangan itu bukan seberapa fit dia dengan kriteria-kriteria yang kita punya, because here's the thing: kriteria atau standar itu pasti berubah over time, bisa oleh force dari luar atau ya karena mindset kita yang berkembang. Kalau dari awal kita udah memfilter orang lain berdasarkan tata aturan yang kita buat itu, ya kadang jadinya malah nggak nemu-nemu, atau kalau nemu jadi nggak disyukuri.
Meskipun, ya tentu aja ada baseline atau for the atleast dari dimau. Seperti baik, sopan, menghargai orang lain. But things like... harus rajin baca buku, atau bisa main alat musik minimal 5, bisa menguasai minimal dua bahasa, kalau bisa nggak bertato atau kalau punya tato harus di tangan kiri nggak boleh tangan kanan (kalau ada yang bikin syarat ginian). Kriteria spesifik yang kaya gitu jadi terkesan.... oprec intern ngga sih dibanding cari pasangan?
Makanya, Sabrina nggak menolak Arka waktu itu. Selama pendekatan setelahnya pun ternyata hubungan mereka bisa tumbuh lebih dekat. Dengan Arka yang pengertian sama Sabrina, dan Sabrina yang jadi tahu mengapa orang-orang mengidolakan Arka. He is a green flag. Walau pun nggak baca buku juga seperti dirinya, Arka masih dengerin dia kalau lagi berbusa-busa bahas buku. Atau kaya suatu malam pas dia nangis gara-gara Ove meningggal.
"Ka," Sabrina meletakkan novel itu di pangkuannya. Ia mendongak sambil tiba-tiba turun air mata di pipinya.
"Kenapa, Bi?"
"Ove meninggal. Huhuuu." Tangisnya makin keras.
"Ove bukannya katamu bikin sebel?" Ya, Sabrina kan cerita bagaimana presepsi dia di awal-awal pas baca.
"Iiiiyaaaaa, tapi.. tapi kan dia udah jadi baik. Apalagi pas kisah dia sama Sonja huhu." Sabrina cerita sambil mewek gini sebenernya jadi pemandangan lucu buat Arka. Tapi ya dia kan harus simpatik. Makanya Arka nggak ketawa lantang (meski dalam hati iya) malah mendekat pindah ke dekat Sabrina buat ngusap air matanya.
"Aduh Ove sama Sonja tuh..." Sabrina menghela napas tak bisa menggambarkan seperti apa hangatnya kisah cinta sampai tua mereka.
Kalau ada kisah romance yang menghangatkan hati dan pengen ia alami di dunia nyata, Sabrina bisa membuat list berhalaman-halaman soal itu. Tapi, sejauh ini, Sabrina nggak berusaha membuat scene itu jadi nyata. Because setelah beberapa waktu nih sampai angka di belakang usia 2-nya makin besar, Sabrina jadi ngrasa kok, sebenarnya adegan romantis itu ya terasa romantis di tulisan. Di dunia nyata belum tentu. Adegan-adegan yang menggelitik perutnya atau bikin ia membenamkan muka dan teriak di bantal sebetulnya kalau dilakukan sama Arka jadinya nggak romantis. Karena ya tokohnya bukan Arka, dan Arka bukan tokohnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Backstreet
General FictionKalau Sabrina pulang bareng Arka, maka dirinya harus berjalan keluar kantornya, menyeberangi jembatan layang, lalu turun, berjalan lagi di trotoar tak ramah pejalan kaki hingga memasuki arena pertokoan lalu berhenti ketika sampai di depan kedai mie...