5|BERDUA

2.4K 179 13
                                    

Setelah kejadian di meja makan, Gus Lutfi dan Maira malah menjadi canggung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah kejadian di meja makan, Gus Lutfi dan Maira malah menjadi canggung. Gus Lutfi yang berniat hanya agar terlihat sudah saling mencintai, malah berakhir malu sendiri dengan perbuatannya. Sedangkan Maira, gadis itu tak menyangka sang suami akan terang-terangan memanggilnya sayang. Maira gadis normal, tentu saja dia salah tingkah dengan perlakuan suaminya. Terlebih di hadapan keluarganya.

"Maira, persiapkan barang-barang kamu! Nanti siang kita ke pesantren. Besok acara resepsinya." ucap Gus Lutfi memecah keheningan.

"Baik, Gus." jawab Maira langsung mendekati lemarinya.

"Tidak perlu dibawa semuanya. Secukupnya saja. Karena nantinya saya akan memberimu setiap bulannya." ujar Gus Lutfi.

"Nggih, Gus." jawab Maira mengangguk paham.

"Ra, pertengahan bulan maret saya harus kembali kuliah. Apa kamu ingin berbulan madu dahulu?" tanya Gus Lutfi menawarkan.

"Apa tidak lebih baik berbulan madu saat Gus Lutfi sudah merasakan cinta? Dari pada sekarang, nantinya malah cuma buang-buang uang." ujar Maira menghentikan aktivitasnya dan menatap sang suami.

"Bagaimana jika ternyata lewat bulan madu, Allah menurunkan cinta di hati saya?" balas Gus Lutfi.

"Gus, kalau sebenarnya Gus belum bisa mencintai saya, jangan terlalu memberikan harapan. Saya tidak mau terlalu terbuai dengan sikap manis Gus Lutfi." ucap Maira menegas.

"Saya memang belum bisa mencintai kamu. Tapi, bukan berarti saya akan mengabaikan kamu. Saya masih tau kewajiban sebagai suami." jawab Gus Lutfi.

"Lalu apa yang bisa aku lakukan agar Gus mau mencintaiku?" tanya Maira.

"Usaha." jawab Gus Lutfi singkat.

Maira menghela napas kasar. "Dengan cara?"

"Lakukan, dan turuti semua kemauan saya. Tenang saja, saya tidak akan berbuat dzolim dengan menyuruhmu yang aneh-aneh." jelas Gus Lutfi.

"Baiklah, saya mau berbulan madu terlebih dahulu. Tapi ...." Maira menghentikan perkataannya saat sesuatu melintas di pikirannya.

"Bulan madu bukan hanya sekedar bersenggama untuk mendapatkan keturunan. Bulan madu bisa menjadi jalan untuk pasangan suami istri memadukan cintanya. Jika kasusnya seperti kita yang dijodohkan, bisa saja menjadi jalan agar bisa saling mencintai karena-Nya." jelas Gus Lutfi seakan mengerti dengan pikiran sang istri.

Gus Lutfi benar. Maira berhenti karena takut suaminya meminta haknya. Bukan karena apa, tapi gadis itu takut belum bisa menjadi seorang ibu. Terlebih Maira masih menempuh pendidikan di bangku MA.

"Saya tidak akan meminta hak saya saat cinta belum datang. Terlebih sekarang kita sama-sama masih menempuh pendidikan. Saya juga belum ada penghasilan tetap untuk menghidupi keluarga. Tidak mungkin jika sudah memiliki anak tetapi masih memakai harta orang tua." tambah Gus Lutfi.

Habibi&Humaira [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang