46. Memperjuangkan!

642 32 14
                                        

Keesokannya dimas menyuruh fahri untuk mengurus berkas perceraian nya dengan rania, ia harus bercerai dengan rania secepat mungkin karna ia tidak ingin kembali mengulangi kesalahan yang sama

Hari ini nisa diperbolehkan pulang karna dirinya dan baby kalya kondisi nya sudah pulih dengan lebih cepat

Nisa duduk dikursi roda, dipangkuannya juga ada raihan dan baby kalya digendong orang umi fatimah

"Kamu sudah melunasi semua administrasi nisa?"tanya abi

"Sudah bi, administrasi irfan juga"jawabnya

"Oh iya mas, gimana kondisi mas irfan?"tanya nisa

"Kondisinya juga mulai membaik, tapi beberapa hari lagi juga pulang"jawab dimas

"Aku boleh jenguk mas irfan?"tanya nisa

"Sayang, kondisi kamu masih lemah begini. Nanti ya kalau udah kuat mas ajak kamu kerumah irfan"jawab dimas

"Iya nis, kamu juga kan baru melahirkan ngga baik kemana mana"lanjut umi

"Yaudah"

"Ayo"

Saat dimas mendorong kursi roda yang dipakai sang istri, persis diambang pintu berdiri tegak seorang pria yang tak lain adalah ayah dari nisa dan ibu amira

"Abi umi"

Dimas, abi abdullah dan umi fatimah segera melihat ke ambang pintu

Abi amir dan umi amira menghampiri dimas abi abdullah umi fatimah serta nisa

"Kami kesini mau membawa nisa pulang"ucap abi amir tanpa pikir panjang

"Bi mi ini-"

"Nisa, kamu harus pulang bareng kami sayang. Umi ngga mau kamu berkeluarga dengan mereka lagi"jelas umi amira

Duar!

"Maksud umi apa? Mereka mertua aku"ucap nisa

"Nisa dengari umi sayang, ini demi kebaikan kamu. Umi ngga mau kamu kembali kerumah yang masih menerima orang ketiga didalam nya"lanjut umi

"Umi juga ngga mau cucu cucu umi kembali kesana, disana kamu ngga mendapatkan apa apa nisa disana kamu cuman mendapatkan perlakuan yang tidak adil"lanjut umi

"Abi umi ini-"

"Ibu amira maaf saya menyela pembicaraannya tapi dimas sudah mau menggugat cerai rania"jelas umi fatimah

"Iya mi, mas dimas sudah mau menggugat cerai rania. Berkasnya sedang diurus oleh fahri"lanjut nisa

"Tatap nisa abi umi akan bawa kamu pulang sampai kami terima surat cerainya"jelas umi

"Tapi bu amira-"

"Umi udah benar apa yang dikatakan ibu amira. Kita ngga bisa memaksa"jelas abi

"Ko abi bilang begitu?"tanya umi

"Mi, nisa anak ibu amira dan pak amir mereka juga punya hak atas nisa. Salah kita juga dulu tutup mata akan kebenaran dan menyuruh rania tinggal dirumah kita"jelas abi

"Abi"

Umi amira memaksa mengambil baby kalya dari tangan umi fatimah dan abi amir pun mengambil alih kursi roda yang harusnya didorong oleh dimas

"Cucu kakek mau kerumah kakek?"tanya abi amir mengelus kepala raihan

"Mau"

Lalu abi amir mendorong kursi roda, sebelum itu dia membisikan sesuatu pada dimas

Pernikahan Impian Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang