Fikiran kosong,
Kaylee sedang melamun sambil memakan keripik kentangnya.
Entah sudah keberapa kalinya ia menghela nafasnya kasar, ia merasa lelah sendiri dengan gilirannya.
Jujur saja,
Ia sungguh masih terkejut dengan tawaran Marine yang tiba-tiba mengajaknya tinggal di rumahnya,
Kaylee merasa Marine sangat memperdulikan nya dan mengkhawatirkan nya.
'Tante Marine baik sekali, aku jadi merasa di repotkan olehnya.' batin Kaylee.
Setelah perbincangan kemarin, Kaylee memilih untuk menolaknya, karena ia tak mau merepotkan Marine dan Satya, mengingat dirinya hanya lah orang asing yang statusnya sebatas 'anak dari sabahabat mereka'.
"Uang tabungan gue semakin menipis, sepertinya gue harus mencari kerja paruh waktu." seru Kaylee menatap langit yang terang menderang di area sekolahnya.
Inilah yang membuat dirinya menilai takdir sungguh kejam padanya, ia dituntut harus mandiri dan dewasa oleh keadaan.
Ia sungguh membencinya!
Mulai dari sekarang, dirinya harus memikirkan keuangan nya dimulai dari sekarang, kehidupan mandiri nya kini akan dimulai hari ini.
Kaylee memejamkan matanya sebentar, ia mencoba untuk menghilangkan rasa pening di kepala nya mengenai takdir yang menuntutnya dewasa.
namun disaat ia akan mengalihkan isi gilirannya, seketika terlintas ingatan di mana ucapan Marine padanya.
Ia secara tiba-tiba jadi teringat ucapan Marine mengenai dirinya yang sedang jatuh cinta dan tanggapan mamanya juga tentang cinta pertama.
•Flashback On•
"Mama."
"Iya sayang?"
"Mm ... mama pernah mengatakan tentang cinta pada pandangan pertama pada ku, apa sungguh itu ada?" Tanya Kaylee.
"Tentu saja, karena itu yang terjadi pada mama kepada papa." Sahut Rinjani.
"Eh? Sungguh??"
"Iya, ada apa bertanya hal itu lagi?" Tanya Rinjani curiga.
"Tidak, hanya bertanya saja. teman Kaylee tadi saat di sekolah bercerita padaku jika ia jatuh cinta pada pandangan pertama, namun aku berfikir itu hanya sebuah lelucon yang sangat lucu." Jelas Kaylee.
"Kok lucu?" Bingung Rinjani.
"Ya, alasan ku bagaimana bisa baru saja bertemu sudah suka? tak masuk akal." Cemberut Kaylee.
"Tapi buktinya ada, yaitu mama pada papa, dan bukti cintanya adalah kamu." Senyum Rinjani.
Kaylee yang mendengarnya ikut tersenyum.
"Benar juga. hmm, saat teman Kaylee bercerita tentang cinta pertama, Kaylee sama sekali tak lah paham. karena Kaylee tak pernah merasakannya." Tambah Kaylee larut dalam fikirannya.
"Kaylee pasti akan menemukan kebahagiaan Kaylee sendiri."
Kaylee menatap Rinjani dalam.
"Mama yakin kamu akan merasakan jatuh cinta, mama harap Kaylee juga akan mencintai seorang pria pada pandangan pertama." Hela nafas Rinjani tersenyum lebar.
"Kenapa mama mengharapkan itu pada Kaylee?" Tanya Kaylee bingung.
"Karena seperti yang kau bilang rasa nya tidak masuk akal, namun itu nyata." Sahut Rinjani.

KAMU SEDANG MEMBACA
Geral Afrizal [On Going]
Romansa"Gue sukanya lo, gue tertariknya sama lo, dan juga gue maunya sama lo, jadi gue ingin lo jadikan gue milik lo!" Ucap Kaylee lantang pada Geral. Geral yang mendengarnya hanya memijat pelipisnya pening dengan tatapannya fokus pada Kaylee yang mengatak...