Explorer [5]

143 45 25
                                        

Dengan kecepatan cahaya, Roxie melaju melewati miliaran bintang dan benda langit lainnya. Tak ada kapal atau pesawat militer yang mengikutiku, syukurlah aku bisa bernapas lega mulai sekarang.

Kami berada di ruang kokpit, dengan aku yang menjadi pilotnya dan Frank di sebelahku membantu menerbangkan kapal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kami berada di ruang kokpit, dengan aku yang menjadi pilotnya dan Frank di sebelahku membantu menerbangkan kapal. Dia bercerita tentang dirinya dan pengalamannya yang pernah menjadi pilot.

Lebih mudah seperti ini, namun aku belum terbiasa dengan adanya co-pilot yang membantuku. Boleh kukatakan Frank sangat mahir dalam mengendarai kapal. Yang membuat dia susah adalah kendali Roxie, yang memang berbeda dengan kapal lainnya yang lebih canggih.

Jadi aku harus membantunya beradaptasi dengan Roxie.

"Siapa co-pilot mu sebelumnya?" tanya Frank.

Jangankan co-pilot. Semua kendala di kapal ini saja, aku yang mengurusinya.

"Tidak ada yang pernah menduduki kursi co-pilot, setelah semua kaum ku musnah." Ku rasa sudah terlambat untuk berbohong lagi soal identidasku pada Frank.

"Maaf, aku tak bermaksud mengingatkanmu pada kaum mu." Ucap Frank yang merasa bersalah.

Aku sama sekali tidak masalah, semua sudah berlalu. Rindu, tentu saja aku rindu oleh semua yang ada di sana, terutama pada Ayah dan Ibu.

"Tak masalah. Lagi pula aku tak ingin hidup dalam bayang-bayang orang yang sudah tiada."

"Aku mempunyai adik perempuan, dia terpisah oleh ku saat dia masih kecil. Orang tua ku menjualnya ke sebuah Pasar Gelap, walaupun dia adik yang di adopsi orang tuaku, tetap saja aku merasa mempunyai tanggung jawab untuk menjaganya. Selama bertahun-tahun aku masih mencari keberadaannya, aku sempat menyerah, saat orang tuaku tiada. Kemudian aku kembali tersadar, kini hanya ada aku dan adikku."

"Aku sangat pengecut, Neb. Tapi aku sadar, jika rasa itu terlalu mendominasiku, aku tidak akan bangun dan berjuang." Frank menatapku dengan mata berkaca-kaca, dia pasti sangat merasa bersalah pada adiknya.

"Kau sudah berusaha melakukan yang terbaik, kau tidak pengecut, hanya saja keadaannya tidak begitu menguntungkanmu. Aku akan membantumu mencari adikmu, maka dari itu kau pun jangan menyerah." Aku betul-betul akan membantunya mencari ke seluruh galaksi ini. Ternyata dibalik kekuatannya, Frank memiliki hati yang lembut.

°•°•°•°

Kami kembali melanjutkan tugas masing-masing. Tujuanku dalam pelarian ini adalah Planet Gruss, planet yang hampir sepenuhnya adalah air, hanya ada beberapa pulau. Planet inilah tempat Kaum Olagarroa tinggal. Ada yang istimewa di planet ini, setiap daerah memiliki suhu dan tekanan udara yang berbeda. Bahkan untuk pendatang, mereka harus pandai-pandai beradaptasi dengan setiap daerahnya.

Aku berniat memulangkan Frank pada kaumnya, membawanya dalam masalah bukanlah ide yang bagus.

Biarlah aku yang mengurusnya sendiri.

GALAXY : The Last Explorer [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang