Rencana Orion berhasil. Tiga armada hancur dalam sekali ledakkan, berkat peledak rancangannya yang dapat diaktifkan dari jarak jauh. Setelah mengirim kode posisi, pasukan Orion mengendap di balik jubah salju menempelkan lima peledak di armada terdekat.
Dari jauh Orion akan mengecohkan sistem armada, agar sistem tidak dapat mendeteksi peledak. Setelah selesai pasukan mundur menjauh, kemudian mengirim panah transparan sebagai tanda mereka telah selesai.
Tebaran salju menutupi pandangan, yang terlihat hanya orennya api yang perlahan memadam. Kehancuran ini sangat kacau, puing-puing besi berjatuhan bagai hujan. Aroma hangus tubuh yang terbakar dan bagian tubuh yang berceceran adalah pemandangan yang paling buruk dalam sejarah ku. Kenapa seseorang harus sampai seperti ini untuk mendapatkan apa yang mereka mau.
Aku menutup hidung dengan kain putih rancangan ibu, asap menyebar meluas menutupi pandangan bangkai armada. "Jangan dulu lengah! Kita tidak tahu berapa pasukan musuh yang bertahan, bisa jadi ratusan atau bahkan masih... ribuan." Frank mengangguk mendengarku, aku dapat melihat aura yang dipancarkannya, dia siap meledakkan kepala musuh dengan listrik.
Di tengah kesunyian ini, sesuatu bergerak di tengah asap abu itu. Tidak, itu berjalan. Seseorang berjalan dengan percaya diri menenteng sebuah kepala, dengan pedang yang berlumuran darah masih menetes di atas permukaan salju.
"HAHAHAHA... Setelah kau meledakkan armada kami, selanjutnya kalian menyerang kami diam-diam?!" Killian melempar kepala itu, aku kenal siapa yang di bunuhnya. Dia salah satu prajurit kami.
Aku membulatkan mata, tidak ada luka sama sekali seolah ledakkan dan puing-puing itu tidak mengenainya. Bagaimana? Aku melihatnya sendiri ledakkan itu berada tepat dibelakangnya, mustahil jika dia tidak mendapat luka apa pun.
"Dari ekspresi mu, aku menebak pertanyaan yang ingin kau layangkan. Aku melanjutkan eksperimen itu, menyempurnakannya untuk diriku sendiri." Killian gila! Dia mengangkat pedangnya di arahkan pada tangannya sendiri dan menyayat tangannya hingga hampir putus.
Yang selanjutnya terjadi benar-benar berhasil membuat ku menahan napas, secara perlahan setiap sel darah itu menyatu, tangannya bersatu kembali. Bergenerasi dengan sempurna. Tak hanya itu, dia menjadi sangat kuat.
"Dia monster yang tamak!" Seru Frank menggeram, hingga ujung tombaknya mengeluarkan listrik ungu.
"Neb, pasukan sudah bersiap." Bisik Suhail.
Aku menganggukkan kepalaku sebagai jawaban. Dengan rencana ini aku yakin kami masih punya harapan untuk menang, tak perduli sekuat apa pun lawan kami, sebanyak apa pun mereka. Tekadku tetap sama, menang atau mati berjuang, tidak ada kata sia-sia dari semua perjuangan kami.
Pasukan Killian berlari menyerang lebih dulu, aku menyiapkan panah dan busurku, membidik ke arah atas dan melepaskannya. Aku tidak menargetkan mereka, aku melepaskan panah transparan sebagai kode lawan sudah bergerak melawan. Mereka berteriak lantang percaya diri, semangat yang berkobar dalam diri mereka seperti mampu melelehkan salju yang mereka pijak.
Saat pasukan lawan sudah melewati batas, yang telah ditandai sebagai tanda lawan sudah berada di area pertempuran dan titik yang pas untuk melepaskan panah.
Aku mengangkat tinggi-tinggi busurku, selepasnya ribuan panah terbang dari belakangku melesat cepat menghantam lawan. Beberapa gugur dan sebagian berlindung di bawah tameng mereka.
Kami masih belum bergerak dari tempat, ribuan panah kembali melesat dari belakang, kali ini pasukan musuh berpencang menjadi dua arah, Killian tersenyum lebar sambil mengayunkan pedangnya, berlari paling depan memimpin pasukan yang mengarah ke arahku.
"SUHAIL! KIRIM PASUKAN UNTUK MEMBLOKIR MEREKA YANG MENGARAH KE RUMAH! AKU AKAN HADAPI YANG INI." Aku berteriak agar suaraku terdengar.
Suhail lekas pergi, membawa beberapa pasukan panah mengejar musuh yang berlari ke arah rumah kami. Kini tinggal aku dan Frank berdiri paling depan, aku masih menunggu. Kelompok Rigel masih belum boleh terlihat sampai pasukan musuh masuk ke dalam titiknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GALAXY : The Last Explorer [END]
Ciencia FicciónBooks 1 of GALAXY SERIES Pada usianya yang baru menginjak sembilan-tahun, Nebula harus kehilangan keluarganya, Kaum Penjelajah. Karena sebuah alasan, mereka dimusnahkan oleh Luminari, pemerintahan Galaksi Centauri. Selama belasan tahun, Nebula menca...
![GALAXY : The Last Explorer [END]](https://img.wattpad.com/cover/294946672-64-k976927.jpg)