Aku mengerti sekarang, kekuatan ini berasal dari Planet Pioneer, sosok yang muncul di dalam energi itu adalah perwujudan diriku jika dikendalikan oleh Energi Pioneer.
Jawaban kenapa aku tidak bisa menghunuskan pedang itu, karena kekuatan di dalam pedang tersebut sangat kuat, aku masih belum mengimbangi kekuatannya.
Alasan Ayah menjadikan aku bahan eksperimennya, adalah untuk membangkitkan energi ini. Ibu menyembunyikannya, karena takut orang lain akan gelap mata mengincar energi ini. Hanya beberapa dari kaumku yang mengetahuinya, yaitu para petinggi dan para suhu.
Aku bertanya soal Zain pada ibu, tentang orang-orang yang mengejar mereka. Ibu bilang, hanya Ayah yang tahu masalah itu, bahkan ayah merahasiakannya dari ibu. Seseorang yang membuat Zain berpikir kaum ku membunuh orang tuanya, pasti ada sesuatu diantara dia dan ayah.
Setelah ibu menyimpan Pedang Thombulus, aku pergi ke kamar untuk mengistirahatkan diri. Walaupun belum sepenuhnya aku bisa beristirahat, kepala ku terus dipenuhi oleh ketakutan, kekhawatiran akan perang ini.
"Tolong beri aku kekuatan, jika memang aku adalah yang kau pilih, maka bantu aku mengendalikan semuanya. Aku mohon." Aku memejamkan mata berharap energi ini mendengarku.
•
•
•
•
Suara ketukan pintu membangunkanku, teriakkan di luar memanggil namaku membuat aku sadar sepenuhnya. Aku melompat dari tempat tidur, menggapain pintu dan membukanya. Wajah panik Serena menatapku, tanpa bicara Serena menarik tanganku berlari menuju ruang makan.
Di sana sudah kumpul semua teman-teman ku, ibu dan Suhail. Di tengah meja melingkar, radio tua yang menjadi jalan komunikasi kami dengan paman Han tergeletak berbunyi bising.
"Paman Han menghubungi kita, suaranya tidak begitu jelas, dia hanya terus mengatakan, larilah." Aku tak mampu berucap, saat Rigel menjelaskan situasi saat ini.
Aku mendekatkan radio ke arahku, menarik panjang antena yang terpasang, "Paman Han, ini Nebula." Tidak ada jawaban, hanya suara bising.
Suara seseorang terdengar di radio, tapi bukan suara yang ku kenal. "Inikah kau? Sang Pewaris, akhirnya kita bisa berbicara, tak kusangka untuk bertemu denganmu aku harus kehilangan banyak armada. Kenapa memilih galaksi ini? Merepotkan. Tapi sepadan dengan apa yang ku raih, seluruh pasukan terdepan Galaksi Bimasakti sudah ku lumpuhkan. Oh ya, dan satu orang lagi, si tua ini, mau ku apakan ya?"
Paman Han, akhirnya terkalahkan. Penjagaan yang sangat diagungkan oleh seluruh warga galaksi, telah runtuh.
"Aku sudah muak dengan orang seperti mu, katakan pada bawahanmu, yang pernah mengenalku. Aku tahu kau ada di sana Zain, kau mengikuti orang yang salah, dia berbohong pada mu tentang orang tuamu. Kau masih punya kesempatan untuk berubah, aku yakin kau tidak bodoh mempercayai semua kebohongannya."
Suara tertawa orang itu membalas ku, tidak banyak yang bisa ku lakukan, aku hanya berharap Zain mempercayai ku dan menyelamatkan Paman Han.
"Kau mau bicara padanya? Mantan pacarmu ya? Silahkan!"
Sepertinya alat komunikasi kami berpindah tangan, "katakan dimana kau dan kaummu bersembunyi, atau orang tua ini kami habiskan sekarang juga!"
Tidak bisa.
"Oh ya, tapi kami sudah tahu dimana kalian berada. Tunggu, dan buatkan kami penyambutan yang hangat!"
Terakhir kami semua mendengar suara teriakan Paman Han, sangat memilukan. Entah apa yang mereka lakukan padanya, aku memejamkan mata menutup telingaku tak sanggup mendengarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GALAXY : The Last Explorer [END]
Science FictionBooks 1 of GALAXY SERIES Pada usianya yang baru menginjak sembilan-tahun, Nebula harus kehilangan keluarganya, Kaum Penjelajah. Karena sebuah alasan, mereka dimusnahkan oleh Luminari, pemerintahan Galaksi Centauri. Selama belasan tahun, Nebula menca...
![GALAXY : The Last Explorer [END]](https://img.wattpad.com/cover/294946672-64-k976927.jpg)