Kabut putih menutupi pandangan di sepanjang jalan, kami sudah hampir membeku dikarenakan tidak adanya persiapan untuk padang salju ini. Hanya mengandalkan jubah yang tidak terlalu menghangatkan.
Tangan dan kakiku seperti mati rasa, seketika aku lupa akan rasa hangat. Kami berjalan di antara tebing tebing tinggi di kanan dan kiri, hanya ini jalan yang bisa kami lewati.
Tidak tahu mau sampai kapan kami berjalan, tapi aku yakin mereka-kaum penjelajah-pasti berada di sini. Hanya ini tempat satu-satunya yang memungkinkan untuk ditinggali.
Aku dan Frank berjalan paling depan, aku sungguh kagum pada laki-laki itu bahkan di saat seperti ini dia tidak memperlihatkan kelemahannya. Hanya Serena yang menjadi kelemahan laki-laki itu, aku jadi teringat dia hampir gila karena Serena tidak ingin bicara dengannya.
Frank berhenti membuat aku dan yang lain ikut berhenti, dia mengambil tombaknya dari punggungnya. Tahu ada yang tidak beres aku mengeluarkan pistol laserku dari holster yang terpasang di pinggangku.
"Ada apa?" tanya Orion menghampiri kami di depan.
"Ssst!" Frank mengacungkan jari telunjuknya di depan bibirnya.
Yang lain juga ikut menyiapkan senjata masing-masing, kami membentuk later O saling membelakangi. Mataku jeli menatap arah bebatuan di depan, seperti ada pergerakan sangat cepat sampai hanya terlihat hembusan salju.
"Itu yang kau lihat, Frank?" tanya ku memastikan Frank juga melihatnya.
"Aku mendengarnya, ada banyak."
"Sial, perhatikan sekitar kalian. Jangan ada penyerangan tunggu sampai mereka menyerang, kita tidak tahu siapa mereka." Ucapku.
Aku melihat lagi pergerakannya, semakin dekat. Entah apa itu tapi dia sangat cepat dan berlari zig zag bersembunyi di bebatuan, sialnya tempat ini sempit dan kami seperti dikepung.
Melesat sebuah anak panah, dua senti lagi anak panah itu bisa mengenai kaki ku, dari mana asalnya anak panah ini?
Aku mengadah ke atas dan benar kugaanku, pemanah itu berada di atas tebing kanan ku. Yang lain kemudian bermunculan, menghujani kami dengan anak panah.
Frank menarikku untuk berlindung, yang lain juga melakukan hal yang sama. Untungnya ada sedikit celah dalam tebing ini, sehingga anak panah tidak mengenai kami.
Tunggu, anak panah? Pemanah?
Aku mengeluarkan busur dan panahku dari balik jubah, "AKU JUGA PUNYA BUSUR DAN PANAH!!" suaraku menggema sampai ke depan.
Masih dalam posisiku di celah tebing ini, aku berteriak berharap mereka mendengarku.
Benar saja, setelah itu hujan panah berhenti. Aku yakin mereka mendengarnya, aku keluar dari tempat berlindung dengan busur dan panah di tanganku.
Suasananya lebih sunyi dari yang tadi, bahkan suara badai seakan berhenti. Para pemanah di atas tebing melompat dan mendarat dengan baik di depan dan belakangku, padahal tebing ini begitu tinggi.
Aku tidak bisa melihat wajah mereka, karena semua pemanah ini memakai tudung dan jubah putih hampir menyamai putihnya salju, mereka menutupi mulut dan hidung dengan kain putih juga.
Busurnya pun sangat indah berwarna putih salju dengan corak berwarna coklat. Yang aku kagumi lagi adalah, mereka tidak memakai alas kaki apapun.
Salah satu dari mereka menghampiriku, aku mencoba tetap tenang walau rasanya sangat gugup. Dia mengambil busurku dan memperhatikannya dengan seksama, kemudian dia berbalik menatap pemanah yang lain.
"Yang hilang telah kembali!" walaupun aku yakin dia tidak teriak, tapi suaranya sangat lantang sehingga seluruh penjuru tebing ini bergetar.
Yang hilang telah kembali.
Dia kembali menatapku, dengan tatapan hangat dia mengembalikan busurku. "Ibumu telah menunggu kehadiran putrinya. Kami tahu kau akan kembali, Nebula."
Aku masih tidak bisa memproses keadaan, mereka adalah yang ku cari selama beberapa tahun ini. Selama itu aku mencari dan mencari mengelilingi penjuru Galaksi Centauri, dan kini mereka berada di depanku membuka tangan lebar menyambutku dengan tatapan hangatnya.
Seseorang merangkul pundakku, Orion tersenyum, "selamat datang kembali kepada kaummu."
Aku tersenyum padanya sambil menahan air mataku untuk tidak jatuh sekarang. Aku sangat senang, senang sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
GALAXY : The Last Explorer [END]
Science FictionBooks 1 of GALAXY SERIES Pada usianya yang baru menginjak sembilan-tahun, Nebula harus kehilangan keluarganya, Kaum Penjelajah. Karena sebuah alasan, mereka dimusnahkan oleh Luminari, pemerintahan Galaksi Centauri. Selama belasan tahun, Nebula menca...
![GALAXY : The Last Explorer [END]](https://img.wattpad.com/cover/294946672-64-k976927.jpg)