Tidak lama Zain datang bersama lima Paramedis, Carlos dibawa menggunakan tandu besi yang melayang. Kami membawanya ke kapal untuk perawatan yang lebih baik. Yah, dia tetap harus hidup bukan?
Di dalam kapal, Rigel duduk bersandar di palka utama. Dia bertelanjang dada, membuat perban yang berada di perutnya terlihat berpadu dengan otot perutnya. Ada luka bakar juga di wajahnya tapi tidak banyak.
"Terpesona?" Ledeknya ketika melihat aku sedang menatap perutnya.
"Tidak, terima kasih."
Aku duduk di samping Serena yang sedang mengobati salah satu prajurit. Kemudian Zain datang membawa kotak obat, dia memilih tempat di depanku.
"Semua orang sibuk dengan pasiennya masing-masing, sepertinya akan lama jika harus menunggu mereka selesai-"
Tanpa berpikir aku mengambil kotak obat dari tangannya, kemudian membuka kotak obat itu. "Apa susahnya bilang tolong?"
Aku mengambil kapas yang sudah dilumuri dengan obat, kemudian hendak membersihkan wajahnya tapi ditahan oleh Zain. "Maksudku, kau. Kau yang harus diobati."
Zain mengambil kapas dari tanganku, kemudian membersihkan luka di pipi kananku, dan aku baru tahu ada luka di sana. "Sebenarnya aku baik-baik saja."
"AWW!!"
"Kau baru saja bilang bahwa kau baik-baik saja, tapi aku baru membersihkan luka kecil ini kau sudah teriak," protes Zain.
"Kau menekannya terlalu kencang!" balasku. Aku tidak tahu dia menekannya atau tidak, tapi rasanya sangat sakit.
"Aku bahkan baru membersihkan pinggir lukanya," jawab Zain terlihat bingung, sama bingungnya denganku.
"Lalu, kenapa rasanya sakit?"
Serena menghampiriku, mengecek lukanya dan perlahan mundur dengan wajah tegang.
"A-ada apa?" Aku jadi semakin takut.
Semua orang jadi memperhatikanku, kecuali mereka yang sedang mengurusi Carlos. Kulitku terasa semakin sakit, rasanya seperti kulitku bergerak dan panas campur dingin menyertai.
Zain juga memasang wajah kaget sekaligus mengerutkan dahinya.
Tidak ada yang bicara apa-apa selain menatapku, seperti aku ini akan berubah menjadi monster.
Tunggu, aku tidak akan berubah menjadi monster kan?
"Nebula, luka mu menutup dengan sendirinya? Bagaimana kau melakukan itu?" tanya Frank membuat aku semakin terlihat aneh.
"Kau bicara apa Frank? Jangan mengada-ngada!"
Aku meraba luka tadi, dan benar. Tidak ada luka itu lagi, dan rasa sakitnya juga sudah menghilang. Ini aneh, benar-benar aneh, aku bersumpah aku tidak pernah dan belum merasakan hal seperti ini.
"Kau semakin dekat, nak. Semakin dekat dengan dirimu sebenarnya!" ucap Carlos tiba-tiba.
Aku berdiri dan menghampirinya yang ternyata sudah sadarkan diri. "Apa maksudmu?!"
"Belum waktunya kau untuk mengetahui semuanya," bisiknya.
'BUGH'
Carlos pingsan setelah aku memukul wajahnya.
Apa ini? Kenapa Carlos, orang yang baru bertemu dengan ku berkata seperti itu, seolah tau apa yang terjadi padaku. Tidak, tidak mungkin. Orang ini hanya ingin bermain-main denganku saja, harusnya aku tidak perlu memikirkannya, bukan?
Semuanya semakin asing, bahkan pada diriku sendiri aku merasa asing. Beberapa menit yang lalu aku menjadi tidak terkendali, keberanian itu, dan sekarang tubuhku yang mulai menutup luka dengan sendirinya. Tidak ada kamus dalam sejarah kaum penjelajah yang memiliki kemampuan seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
GALAXY : The Last Explorer [END]
Science-FictionBooks 1 of GALAXY SERIES Pada usianya yang baru menginjak sembilan-tahun, Nebula harus kehilangan keluarganya, Kaum Penjelajah. Karena sebuah alasan, mereka dimusnahkan oleh Luminari, pemerintahan Galaksi Centauri. Selama belasan tahun, Nebula menca...
![GALAXY : The Last Explorer [END]](https://img.wattpad.com/cover/294946672-64-k976927.jpg)