Explorer [42] END

70 6 8
                                        

Aku benar-benar tidak bisa mengikuti penjelasan ilmiah yang di jelaskan oleh Haku, mengenai perubahan fisik yang dialami oleh Frank. Satu jam berlalu aku dan Frank berakhir di ruangannya, dia tidak berbohong soal ruangannya yang tidak menarik.

Benar-benar tidak menarik.

Haku menuliskan angka-angka dan simbol. Kemudian dia menggambar tubuh makhluk yang dia panggil monyet, lalu berubah menjadi manusia.

Aku tidak mengerti bagaimana manusia berupa Haku dulunya adalah makhluk monyet itu.

"Intinya, tubuh Frank berevolusi mengikuti suhu dan udara di planet itu! Kau mengatakan bahwa sebagian besar planet itu adalah air, dan penghuni terdahulu adalah Kaum Olagarroa, berbentuk sama sepertimu, memiliki kemampuan yang sama untuk melindungi diri. Jelas sekali tubuhmu menyesuaikan dengan lingkungannya."

"Sepertinya aku mengerti. Lalu kau dahulu adalah makhluk itu?" Aku menunjuk gambar monyet yang dia buat.

Haku tertawa mendengar pertanyaanku, "Mereka adalah nenek moyang kami, Beratus juta tahun yang lalu. Manusia juga berevolusi mengikuti perubahan iklim, ketersediaan makanan, dan tekanan udara, sama seperti kasus Frank."

Menjadi seperti Haku, manusia benar-benar berevolusi dengan baik. Aku jadi penasaran, apakah aku juga berevolusi, lalu bagaimana bentuk nenek moyangku. Aku harap tidak seburuk itu.

"Lalu, apakah ada cara untuk mengembalikan bentuk tubuh sebelum berevolusi?" Sepertinya Frank mulai tertarik dengan pembahasan kami.

Karena setelah satu jam lamanya dia baru mengeluarka kata pertanyaan, yang aku juga sama penasarannya.

Haku tampak berpikir lama, dia duduk di sofanya. Mengeluarkan benda pipih berbentuk kotak yang transparan. Haku menggeser jarinya di dalam benda itu, mengetuk-ngetuk benda itu dengan alis yang mengkerut.

"Ada. Dengan cara Pengeditan Gen. Kami hanya butuh gen manusia mu kemudian alat yang bekerja, cara ini dapat mengembalikan tubuh dan fungsi organ yang hilang akibat evolusi. Mungkin sebagian fungsi organmu sudah hilang, kami bisa memperbaikinya." Jawab Haku dengan semangat.

"Lakukan itu Frank! Ini kesempatan yang bagus." Aku mencoba untuk membujuknya, karena sepertinya Frank tidak terkejut dengan penjelasan Haku.

"Apakah alat itu sudah dikembangkan?" Tanya Frank yang tampak ragu.

Haku tersenyum dan mengangguk.

"Jangan katakan kau belum pernah mencobanya?"

Haku terkekeh kecil, "ini akan menjadi yang ke tiga."

Itu tandanya dia sudah pernah melakukannya, bagus—

"Bagaimana dengan keduanya?"

Aku mengerutkan alisku, menatap Frank tidak percaya dengan pertanyaan yang keluar dari mulutnya. Apakah dia tidak sadar pada siapa dia bertanya? Ilmuan hebat dari bumi, yang berparas tampan.

"Yang pertama gagal total dan yang kedua, cacat."

Frank menganggukkan kepalanya, sementara aku terkejut total.

"Baiklah, terima kasih atas bantuannya, mari kita keluar dari sini Neb! Sebelum aku jadi ubur-ubur berjalan." Frank berdiri menarik tanganku.

Sebelum kami melangkah, aku merasakan tanganku yang kosong ditarik dari arah yang berlawanan dengan tarikan Frank. Astaga, aku jadi Deja Vu.

"Tapi aku mengenal ilmuan hebat dari segala ilmuan, beliau sudah melakukan proses Pengeditan Gen hingga puluhan tubuh tersempurnakan berkat beliau."

Frank menarikku hingga tangan Haku terlepas, menatap Haku dengan sorot mata yang tajam.

GALAXY : The Last Explorer [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang