Explorer [2]

110 14 1
                                        

“Aku pesan Wine!” pesanku pada pelayan di sana, setelah duduk di dekat makhluk-makhluk yang sedang berjudi.

Wine habis!”

“Bagaimana bisa habis?”

Ini tidak biasa, pasalnya di setiap bar yang aku kunjungi, Wine adalah minuman abadi yang tak ada habisnya.

“Pusat Kota memutus kontak dengan Galaksi Bimasakti. Sehingga Wine tidak pernah dikirimkan lagi ke sini.”

Ini pasti hanya akal-akalan mereka saja, untuk menahan pengiriman minuman itu ke daerah ini, dan menikmatinya untuk mereka. Bagimana Galaksi Bimasakti berhenti mengirim, kalau setiap satu tahun sekali mereka mengirim lima armada yang membawa drum besar berisi minuman itu, dan tentu mereka tidak bisa berhenti memutuskannya begitu saja.

Karena itu melanggar Persatuan Antargalaksi. Galaksi Bimasakti adalah yang paling rajin mengunjungi galaksi lain. Mereka mempunyai teknologi termaju dan jangan bertanya semaju apa, bayangkan saja, galaksi ini adalah salah satu galaksi terjauh dari mereka, dan mereka hanya butuh waktu setengah hari saja untuk sampai.

Galaksi itu memang seperti surga untuk penjelajah sepertiku. Di sana ada planet bernama Planet Bumi yang mempunyai segalanya yang kubutuhkan. Aku tidak pernah bisa ke sana karena jaraknya terlalu jauh untuk kapalku.

Selain itu banyak penjagaan di planet itu, menghancurkan pesawat tak dikenal yang ingin masuk ke dalamnya tanpa perizinan. Penjelajah terdahulu pernah singgah ke sana, ia bercerita kondisi di Planet Bumi yang memiliki alam yang indah, berpadu dengan banyak jenis teknologi maju di dalamnya.

Dia juga bercerita jenis mereka mirip seperti kaum kami, tak ada yang berbadan setengah-setengah seperti badak berbadan katak, dan lainnya. Di galaksi ini pun banyak yang memiliki bentuk fisik sama sepertiku, kami lebih dominan karena tinggal di tempat dengan suhu normal, tidak terlalu panas dan dingin. Sehingga tubuh seperti kami tidak perlu badan yang penuh bulu untuk menghangatkan tubuh dari suhu dingin. Penyesuaian tubuh tergantung dengan kondisi alam di planet masing-masing, Kaum Olagarroa memiliki fisik setengah gurita karena tinggal di daerah perairan.

Juga salah satu temanku berbadan besar memiliki kulit yang keras tinggal di planet penuh dengan pegunungan. 

Rupa kami sama dengan makhluk bumi, yang membedakan adalah kami hidup di sini, mereka hidup di sana. Kami menyebut makhluk cerdas di Planet Bumi adalah manusia. Aku tidak tahu mereka menamai makhluk lain apa, semoga saja tidak aneh-aneh.

“Baiklah, berikan aku minuman segar!” pesanku.

Setelah pelayan itu pergi, aku mengeluarkan koin perakku, menghitungnya untuk dipakai permainan nanti. Selama menghitung terdengar pembicaraan yang menarik di belakangku.

“Bisa-bisanya Militer Liminari teledor seperti itu. Mereka tidak bekerja dengan baik.”

“Benar, penjara itu kehilangan tahanan kelas atas yang sangat berbahaya. Aku yakin sebentar lagi mereka akan menggeledah daerah ini.”

“Tenang saja, kami punya penjaga yang tak kalah hebat dari militer. Aku hanya curiga, sepertinya kebakaran itu telah direncanakan oleh salah satu tahanan di sana?”

Penjara di Pusat Kota kebakaran dan kehilangan tahanan kelas atas yang kabur. Menarik, jarang ada kejadian seperti itu di Pusat Kota. Aku tidak pernah tahu seperti apa keadaan di sana, karena tak pernah singgah. Bukan tak pernah, lebih tepatnya tak bisa.

GALAXY : The Last Explorer [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang