Explorer [18]

64 15 7
                                        

Frank baru saja keluar dari ruang isolasi tempat Serena berada. Setelah aku keluar dengan jawaban yang membuatku tambah bersemangat untuk mencari kebenaran tentang semua ini, Frank memaksa masuk dan Serena membiarkannya. Aku tidak tahu apa yang mereka perbincangkan di dalam, tapi begitu melihat wajah Frank yang berseri, aku tahu jawabannya mereka pasti sudah berdamai.

Zain pamit pergi saat Frank masuk ke dalam, Rigel memanggilnya untuk persiapan misi selanjutnya, yang aku yakini setelah ini pasti aku akan dipanggil juga.

"Biar ku tebak, kalian sudah baikan."

"Dia tidak membenciku ternyata, aku saja yang terlalu khawatir," jawab Frank setelah menutup pintu ruang isolasi.

"Jadi, bagaimana kau bisa mendekatkan diri lagi dengan adikmu?" Karena pasti Frank tidak mungkin diam saja di dalam.

"Aku ceritakan sedikit memori tantang kami saat kita masih bersama. Dia menyukainya dan kami saling bercerita."

"Untungnya Serena tidak sebodoh kau." Frank melototiku setelah mendengar apa yang ku ucap, dia lebih seram dari siren di lautan.

Pemberitahuan terdengar di penjuru lorong, menyebutkan nama ku dan Frank beserta nama semua anggota yang ikut dalam misi kemarin. Tebakan ku benar, kami tidak akan bebas dari misi ini, dan aku tidak sabar untuk memulainya.

Kami berjalan santai menuju ruang rapat, yang jaraknya lumayan jauh dari ruang isolasi yang berada di bawah.
"Jadi, namamu itu Finn? Dan kau ingat nama asli mu, tapi kenapa kau tidak memberitahuku?"

Finn, tidak terdengar buruk. Justru itu nama yang bagus.

Begitu sampai di depan lift, kebetulan seseorang keluar dari sana, dan kami masuk ke dalam lift. "Aku tidak kepikiran untuk memberikan nama asliku pada mu, tapi sekarang kau tahu, kau boleh panggil aku Finn."

Pintu lift tertutup. "Aku pikir Frank nama yang cocok untuk mu, jadi aku akan tetap memanggilmu Frank!"

Finn terlalu bagus untukmu Frank. Dan yang terpenting adalah semua orang telah terbiasa memanggilmu Frank, jadi aku tidak ingin menggantinya. Untuk Serena kau adalah Finn, tapi untukku kau adalah Frank.

"Kau suka Zain?"

Aku tersedak ludah sendiri mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Frank.
"Kau terlalu to the point, setidaknya beri aku basa basi!"

"Kalau tidak suka kau tidak mungkin bereaksi secara berlebihan seperti itu. Lagi pula aku hanya bertanya," wajah datarnya tak pernah ku lihat semenyeramkan itu.

Kenapa dia berbeda sekali hari ini, seperti lebih serius. "Kau ada salah makan, Frank?"

"Aku sarankan, untuk tidak terlalu dekat-dekat dengan Zain. Dia masih menyimpan banyak rahasia, dan kita tidak tahu apa yang dia sembunyikan, bisa saja itu menyakitimu-"

"Frank, aku tahu kau masih memiliki demdam pada Zain. Tapi tolong jangan menyimpulkan hal yang tidak benar tentang dia. Kau perlu membiasakan dirimu dengan lingkungan ini, agar pikiranmu terbuka." Dia begitu mudah menyimpulkan segala hal seenaknya, dan aku tidak suka itu.

Frank mencengkeram tanganku, membuat aku harus menghadapnya.
"Aku lebih dulu hidup di dunia ini dibandingkan kau, dan aku lebih banyak bertemu dengan berbagai jenis makhluk di galaksi ini, dibandingkan kau."

GALAXY : The Last Explorer [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang