Aku berlari ke tempat di mana Roxie diparkirkan. Melihat ke belakang, laki-laki itu masih berdiri diam melihat pesawat militer beterbangan, di saat semua makhluk berlarian mencari tempat berlindung.
Otakku menyuruh untuk menolongnya, tapi ragaku menolak. Tak ada salahnya juga menolong, dia sudah membela penjelajah di bar tadi. Baiklah, anggap ini sebagai balas budiku.
Aku berbalik menghampiri laki-laki itu, kemudian menariknya berlari menuju Roxie. “BODOH! KENAPA HANYA DIAM SAJA?!” Aku harus berteriak agar bisa terdengar olehnya. Kekacauan ini, rumah diledakkan atap bangunan berjatuhan, semua berlari menghindari ledakkan, membawa barang dan anak-anak mereka berlindung di tempat tertutup.
Laki-laki ini sudah berlari mengikuti kecepatanku, padahal aku yakin dia bisa berlari lebih cepat dariku. Aku melepas tangannya, kami menunduk saat bongkahan batu terlempar ke arah kami.
Padahal aku sudah berlari menjauhi pemukiman, tapi rasanya pesawat militer itu mengikutiku.
Peledak berjatuhan di samping kiri dan kananku, aku yakin mereka benar-benar mengikutiku. Atau jangan katakan bahwa laki-laki ini adalah buronan itu? Oh tidak, aku membawa buronan kelas atas bersamaku, dan dia mengikutiku menuju kapalku!
Apa yang kau lakukan, Nebula. Kau baru saja menyelamatkan buronan itu dan membahayakan dirimu sendiri. Rasanya ingin melempar orang ini ke militer yang mengejar kami, tapi selalu tidak sempat karena mereka tidak memberi jeda ampun pada kami. Hingga aku hanya bisa berlari dan berlari.
Kapalku tinggal beberapa langkah di depan, syukurlah aku bisa sampai sana. Penjaga juga sedang menghalangi pesawat yang mendekat dengan tombak listrik mereka. Mereka sangat taat pada pekerjaan.
Aku berlari masuk ke dalam dan pergi ke Ruang Kokpit untuk segera menyalakan mesinnya. Butuh beberapa menit hingga mesin kendali benar-benar menyala, maklumlah kapal tua.
Roxie naik perlahan, kemudian melesat pergi dari daerah itu. Suara ledakan masih terdengar, teriakan makhluk di sana yang kehilangan tempat mereka bagaikan suara kicauan burung yang bersahutan, semakin jauh suara itu semakin kecil. Padahal mereka tidak melakukan kesalahan apa pun, tapi harus kehilangan tempat tinggal. Aku semakin membenci militer dan pemerintah.
Dirasa sudah tenang, aku mengaktifkan mode otomatis pada kapalku. Sekarang bagaimana aku harus menghadapi laki-laki buronan itu, dia ada di kapalku.
Aku keluar dari Ruang Kokpit menggenggam sebilah pisau untuk berjaga-jaga, kalau sampai dia mengancamku aku tidak akan segan untuk melemparnya keluar. Di sepanjang lorong ini, suara-suara berat laki-laki bersahutan, aneh sekali padahal hanya ada buronan itu. Sial, dengan siapa dia berkomunikasi.
Pegangan pada gagang pisau kueratkan, aku harus tenang, kusembunyikan pisau itu di belakang tubuhku. Sontak aku terkejut melihat ada penjaga tadi di dalam kapalku, aku tidak ingat kapan mengajak dia masuk.
Penjaga itu duduk santai sambil menaikkan kakinya ke meja, sedangkan laki-laki tadi duduk di bawah dengan kaki melipat.
Aku merasa kasihan pada diriku sendiri, bukankah mereka terlihat seperti tuan rumah?
“Seingatku hanya kau yang masuk ke dalam kapalku, kenapa sekarang ada satu makhluk lagi?” sindirku.
Gurita itu mendongak menatapku, dengan gayanya yang angkuh dia membalas. “Anggap saja bayaran aku sudah menjaga kapalmu.”
“Aku sudah membayarmu dengan tombak itu, kau ingat?” bantahku sedikit berteriak, tak sengaja menunjuknya dengan tanganku yang memegang pisau. Aku terkejut, mereka terkejut hingga berdiri. Laki-laki buronan itu berdiri menegang.
Aku ketahuan.
Penjaga itu membalas pergerakanku dengan menodongkan tombaknya, membuat badanku merinding saat melihat percikan listrik di ujung tombaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GALAXY : The Last Explorer [END]
Science FictionBooks 1 of GALAXY SERIES Pada usianya yang baru menginjak sembilan-tahun, Nebula harus kehilangan keluarganya, Kaum Penjelajah. Karena sebuah alasan, mereka dimusnahkan oleh Luminari, pemerintahan Galaksi Centauri. Selama belasan tahun, Nebula menca...
![GALAXY : The Last Explorer [END]](https://img.wattpad.com/cover/294946672-64-k976927.jpg)