Sudah cukup lama mereka menunggu akhirnya Sandrinna dan Rey datang
Ratu;eh itu mereka
Liyan: gilaa sandrinna cantik banget
Zaza; iya yah, cantik banget
Sandrina; haiii, maaf yah kita Dateng telat tadi aku harus ke RS dulu ada pasien
Ratu; gak papa kok, ya udah yuk kita foto bareng dulu
Sandrina; eh bentar mama aku tadi ke toilet tunggu bentar
Ratu;oh iya kita kan belum kenal mama kamu
Rey ; kalian pasti gak nyangka
Kiesya; emg kenapa?
.....haii sayang......
Zaza: Tante Emma?
Clay; Tante Emma
Sandrina; kamu kenal mama aku?
Zaza; mama? Kamu panggil Tante Emma mama?
Sandrina; iya mama Emma mama angkat aku
Zaza; dann Tante Emma adalah Tante aku, adik dari papa aku
Sandrina; adik papa kamu?
Emma; iya sayang...Zaza ini anak dari kakak mama, om Arga
Sandrina; aku gak nyangka banget lohh ternyata kita keluarga
Zaza; iya aku juga gak nyangka
Ratu; ya udah yuk...kita langsung foto aja
Mereka semua pun pergi berfoto
Zaza; kenapa Tante Emma gak bilang kalo dia yang angkat sandrinna jadi anak, kenapa dia gak ngomong ke papa
Clay; aku tau apa yang kamu pikirinn, kita urus nanti, sekarang kita harus happy okayy
Zaza; okayy
Meskipun pikiran Zaza tidak karuan tapi dia harus tetap fokus pada pernikahan Aqila dulu
Setelah acara berfoto mereka duduk kembali ke meja
Rey; eh ly kak bintang gak bisa pulang yah, kasihan
Liyan; wahh adik ipar gak ada akhlak lu
Sandrina; oh iya mama papa kamu di mana za?
Zaza; kata nya sih udah sampe, hmmm nah itu dia
Delicia dan Arga yang melihat lambaian tangan dari zaza pun datang ke meja untuk menghampiri nya
Arga; Emma?
Delicia; Emma?
Zaza; hmm paa maaa, papa mau kenal sandrinna kan, ini dia, dia anak angkat Tante Emma
Delicia; apa?
Arga; Emma? Kenapa kamu gk bilang kakak
Delicia; tuhannn kenapa anak ini seperti aku, sangat mirip(batinnya)
Delicia mendekati sandrinna dan memegang pipinya
Sandrina; Tante mama nya Zaza?
Delicia; kamu sangat cantik nak
Emma; jangan sentuh anak saya, sayang lebih baik kita duduk di meja lain ayo Rey
Sandrina; tapi kenapa ma?
Emma; ayo ikut mama
Delicia; Emma tunggu(memegang tangan Emma) kakak mau ngomong sama kamu, kakak tau kakak salah, tapi kakak sudah berubah, kakak inginn minta maaf sama kamu
Emma; tidak perlu, aku tidak butuh maaf kamu
Sandrina; maa ada apa?
Emma; tidak penting, ayo kita pergi
Sandrina; tapi maa aku juga berhak tau, ada apa sih sebenarnya?
