Kini Zaza sudah kembali ke rumah keadaan nya sudah jauh lebih baik
Di rumah dia masih istirahat, karena dokter belum mengizinkan dia untuk bekerja
Arga : sayang kalo ngerasa apa apa bilang ke papa yah
Zaza; iya paa
Arga; ya udah kalo gitu papa keluar yah
Arga keluar dari kamar Zaza, dia pergi ke kamarnya di sana ada Delicia
Delicia; apa sudah ada kabar tentang anak kita?
Arga; kemarin aku sudah mendatangi rumah nya tapi mereka sudah tidak di sana, menurut tetangga feri sudah meninggal dan Tika serta anak nya pindah ke sebuah desa
Delicia: apa mungkin itu sandrinna?
Arga; sandrinna
Delicia; mass lihat sandrinna, dia mirip dengan aku, matanya seperti kamu, dan aku merasa sangat dekat dengannya
Arga: tapi kita belum tau banyak hal tentang nya dan tidak patut kita mengira dia anak kita sementara Emma adalah ibu angkat nya
Delicia; baiklah kita lakukan tes DNA
Arga: gak bisa, kita belum bisa melakukan tes DNA sebelum Ki menemukan Tika karena Zaza akan terluka nanti
Delicia; aku tidak peduli mas, aku hanya ingin anakku, entah seperti apa nasib nya, tapi jika benar itu sandrinna aku akan sangat berterimakasih pada Emma
Arga; aku juga punya perasaan yang sama, jika aku merasa sangat dekat dengan sandrinna tapi kita tidak boleh egois, ,Zaza juga putri kita 24 tahun dia bersama kita dan tidak mudah untuk melupakan dia begitu saja
Bagaimana pun nanti Zaza akan tetap tinggal dengan kita di rumah ini dan tetap menjadi anak kita
Delicia; terserah akan hanya inginn anak ku saja
Yah semenjak terkuak nya kabar Zaza bukan lah anak mereka, Delicia menjadi tidak suka pada Zaza dan jarang memperhatikan nya
Delicia; aku akan kerumah Emma, aku ingin bertemu sandrinna
Arga: jam segini dia pasti di RS
Delicia; oh iyaa, ya uda aku akan ke RS
Arga: bagaimana dengan Zaza?
Delicia; mas dia sudah besar dia bisa mengurus dirinya sendiri, sudahlah
Delicia pun pergi ke RS untuk menemui sandrinna
