Setelah memilih gaun bersama Rey dan Delicia sandrinna pun pulang
Sesampainya di rumah dia melihat Emma tengah duduk di ruang tamu
Sandrina; maa
Emma; eh sayang, gimana gaunnya?
Sandrina;hmm sebenarnya gaun itu di pilihkan oleh Tante Delicia mama gak marah kan? Tapi kalo mama gak suka aku bisa ganti kok
Emma; hmm tidak masalah sayang oh iya , karena di pihak mama masih ada om Arga, jika kita meminta om Arga yang menikahkan kamu bagaimana?
Sandrina; hmm apa dia bersedia
Emma; tentu sayang
Sandrina; baiklah maa, atur saja aku hanya ingin memikirkan bagaimana aku menjadi seorang istri
Emma; hahaha putriku ini, baiklah istirahat lah nak
Skip
Hari pernikahan pun tiba
Semua orang berkumpul di rumah Emma untuk menyaksikan pernikahan mewah antara Rey dan sandrinna
Delicia dari Minggu lalu sangat repot untuk sandrina, dia sibuk memastikan apakah pernikahan ini akan atau tidak
Clay; eh guys kita duduk di dalem aja yuk
Zaza; iya acara nya udah mau di mulai
Ratu; eh iya iya
Mereka pun masuk ke rumah itu
10 menit kemudian penghulu dan saksi sudah duduk
Arga pun sudah duduk di depan Rey
Sementara sandrinna dia masih ada di kamar, di temani liyan dan Aqila
Kini rey sudah berjabat tangan dengan Arga, Arga pun akan memulai nya
Arga; semoga hidupmu penuh kebahagiaan dan rahasia ini tetap tersembunyi kan, papa sangat mencintaimu nak(batin Arga)
Tak berapa lama gemaan kata SAH pun bersorak dari para tamu yang datang
Kini dari atas tangga turunlah seorang gadis cantik dengan balutan baju yang begitu sangat menawan di tubuhnya
Rey; cantik banget
Arga; jaga dia, dan buat dia selalu bahagia
Rey; pasti om
Delicia; kamu akan hidup bahagia selamanya sayang
Ratu; gila sandrina kaya bidadari
Zaza; iya cantik banget
Emma ; tugasmu selesai kak, biarlah ini menjadi rahasia kita berdua(batin Emma)
Skip
Kini sandrinna dan rey sudah duduk di pelaminan, mereka sudah mulai menyambut tamu yang datang
Rey; sayang mau minum gak?
Sandrina; enggak deh
Delicia; selamat yah sayang...semoga cepet dapet momongan(memeluk sandrinna)
Sandrina; makasih Tante...
Arga; selamat Rey, selamat sayang...semoga kamu bahagia selamanya
Sandrina;; makasih om...
Arga; papa...hanya papa
Sandrina; makasih paa....
Arga pun memeluk sandrinna, dia mencium kepala putrinya itu, pertama kalinya dia merasakan bagaimana memeluk anak dari darah dagingnya sendiri
