rumah bapak

7.2K 235 1
                                        




,,

,,

,,Selesai menidurkan Syifa dan menyelimuti dengan tapi Gus Al keluar kamar untuk menemui mertuanya,,

"Assalamualaikum,bapak,,
Gus Al mencium tangan bapak ya dengan takdzim,,
, Wa'alaikumsalam,, le,,

"Bagaimana kabar bapak sama ibuk,,

Alhamdulillah,,kami sehat,, sepertinya Syifa sangat lelah jam berapa tadi berangkat,,

Gus Al menceritakan semuanya tentang kejadian yang menimpa sang istri tercinta,,

"Maafkan Al pak buk belum bisa menjaga Syifa dengan baik,, bahkan sampai ada kejadian seperti ini,, ungkap Gus Al amat terasa bersalah,,

"Wes,Ndak usah Ndak enak gitu,, bapak sama ibuk percaya kamu sangat menyayangi Syifa ,, semua ini musibah le,Alloh menguji pernikahan kalian supaya lebih kuat dan kokoh lagi,, ikhlas kan sabar dan juga hadapi semua cobaan dengan lapang dada insyaallah kalian akan mendapatkan hikmah di balik semua ini ,,
Tutur pak Ahmad panjang lebar,,

"Terima kasih pak buk,,

"Sebenarnya kami juga terkejut le, sedikit kecewa juga karena kamu Ndak kabarin ibuk waktu Syifa di rawat,,

Maaf sekali lagi buk maaf,,

"Ya Ndak apa,karena kamu Ndak mau buat bapak sama ibuk khawatir ,,

"Jadikan pelajaran berharga le,,

Iya pak,, Yo wes buk, sana masak dulu pasti nak Al ini sudah lapar sekali dari tadi ngobrol terus,,

"Sampek lupa ibuk, sebentar Yo ,,

Ndak usah repot buk,

"Ndak repot ,,ibuk tambah senang karena kalian akan tinggal lebih lama disini,,
Tapi bagaimana dengan pesantren jika kamu disini le,,

",Abah sudah bilang ke ustadz lain untuk mengganti sementara buk,,

"Semoga saja Syifa lekas mau di ajak ke pesantren lagi,, kasian kamu le kalau harus bolak balik urus itu apa namanya ,,

,Cafe buk,, jawab Al

,Iya itu,bukan berarti juga bapak sama ibuk Ndak suka kalian tinggal disini,,

,,Al paham maksud ibuk,,

Usai bicara serius Bu Maryam pergi ke dapur untuk masak kesukaan sang putri ,, meskipun sedih beliau sangat bahagia putrinya di rumah,,

Sedangkan Al langsung balik ke kamar untuk melihat keadaan sang istri...

Ceklek,,,

,"Di lihatnya sang istri masih tidur pulas di ranjangnya kemudian Gus Al menghampiri dan ikut berbaring di samping kanan Syifa sehingga dengan jelas memandang wajah ayu sang istri,,

,Takuutt... Mas biru,, tolong,,, Syifa takut mas,,
,Tiba tiba saja Syifa mengigau sampai mengeluarkan airmata,,

,Gus Al langsung mengusap pipi Syifa dan coba membangun kan ,,
,Sayang,,hei bangun sayang,,
Gus Al sangat panik...
,Syifa say g bangun ,,,,

"Syifa langsung bangun dan memeluk erat suaminya,,
Syifa takut mas,, Syifa takut bayi Syifa gimana ,,reflek langsung memegang perutnya dan merabanya ,,

"Usst usstt... Si kembar baik baik saja sayang ok,, kamu aman sekarang lihat disini ada mas biru, kita sudah di kamar kamu lihat ...

"Syifa langsung melihat sekeliling kamarnya , dan ternyata benar sia sudah ada di kamarnya waktu remaja dulu...
,Tapi kembali memeluk erat sang suami,,jangan tinggalin Syifa mas,,

"Mas di sini sayang,,, Gus Al menghapus lelehan airmata di pipi sang istri,,
Hatinya sangat nyeri melihat ketakutan di mata sang istri...
,Tidur lagi ya,,apa mau makan Hem,,

"Hanya anggukan sebagai jawaban,,

,Keluar ya, belum ketemu bapak sama ibuk kan,,

"Tapi mas biru Ndak boleh jauh,,
Pintanya lirih

Iya,mas akan selalu sisi kamu,,sekarang pakai kerudung dulu ya,,dengan telaten Gus Al memakaikan kerudung instan pada Syifa,,

"Ibuk yang sedari tadi melihat interaksi anak dan menantunya sangat terharu, saat ibuk mendengar Syifa menangis niat hati ingin melihat kondisi sang putri nyatanya sudah ada menantunya di kamar jadi hanya mengintip saja,,

"Buk,, ngapain,,
Bapak menepuk pundak Bu Maryam pelan,,

"Astaghfirullah,,ya Alloh bapak bukit kaget aja,,

"Ngapain ibuk ngintip kamar Syifa,,Ndak baik lagi pula sudah ada suaminya Syifa buk,,

,Tadi ibuk dengar Syifa nangis mau lihat pak, eh ternyata sudah ada nak Al jadi cuma intip ja,,

,Ayo balik ke depan buk,,

"Bapak sama ibuk sangat lega karena putrinya mendapat kasih sayang dari keluarga suaminya bahkan suaminya sendiri sangat menyayanginya,,,

""

Selesai makan malam dengan menu sederhana dan di lanjut ngobrol ringan,,ibu maryam sedih melihat ketakutan di mata sang putri,,

"Nduk FA,, minum dulu susunya,,

"Yang bikin siapa buk,,
Malah balik tanya,,

"Ibuk nduk,kenapa,,

"Syifa memandang suaminya yang masih setia di apit erat lengan ya olehnya,,

"Gus Al yang paham langsung menyuruh sang istri untuk minum...
,Di minum ya,, mas pegangin gelasnya nanti si kembar keburu haus Lo minta susu,,,

"Pengen yang di buatin mas biru,, ucapnya lirih,,

"Huh,, besok pagi mas yang baut sekarang ini di minum dulu mubazir nanti,,ya ...

,Ibuk Sam bapak bingung kenapa putrinya seperti itu,,,

"Syifa di pesantren hanya mau minum susu jika Al yang buat buk, ucapnya yang paham dengan kebingungan sang bunda,,

"OOO,, nduk minum dulu ya,ibuk Ndak tau kalau si kembar lebih suka buatan bapaknya,,ucap ibuk..

,Gus Al memegang gelas dan di sodorkan ke istrinya,, dengan sedikit terpaksa di minumlah susu tadi belum juga habis Syifa sudah meras mual dan langsung berlari ke kamar mandi,,

Hoeekk hoeekk,,,

Hoekk...

Gus Al lari mengikuti langkah cepat sang istri dan memijat tengkuknya,,

,Sudah,,

Syifa hanya mengangguk saja,,

,Di usapnya bibir sang istri dengan telaten,,

Maaf!! Cicit Syifa

Ndak apa,ayo Nisa jalan Ndak,,

Bisa,,

Ibuk dan bapak menunggu di luar dengan cemas,,

,,Maafkan ibuk nduk,,

"Ibuk Ndak salah, Syifa memegang tangan ibuknya,,

,Istirahat saja kalian,,

Gus Bucin Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang