9. Antar Pulang

3K 199 2
                                        

Waktu sudah menunjukkan pukul 11.15 malam. Jeno saat ini sedang mengantar Jaemin pulang.

"Ah Jeno tolong turunkan aku di depan gang itu saja"

"Kenapa?"

"Tidak apa, aku tidak ingin merepotkan kau"

"Tidak, aku akan mengantarmu sampai di rumah"

"Tidak, aku akan berjalan saja"

"Aku tidak mau, kalau kau terjadi apa-apa bagaimana?"

"Tidak akan, aku bisa menjaga diriku sendiri. Ya, turunkan aku di sana saja lain kali kau bisa mengantarku sampai rumah" mohon Jaemin kepada Jeno.

"Ha~ kau ini, memangnya ada apa sih? Baiklah aku akan mengantarmu sampai sana saja, tapi janji lain kali aku boleh mengantarmu sampai depan rumah"

"Haha sampai depan pintu masuk pun tak apa" Jeno pun tersenyum.

Jaemin keluar dari mobil Jeno saat sudah benar-benar berhenti di depan gang yang ia maksud.

"Jeno, terimakasih sudah mengantarku pulang" ucap Jaemin sambil tersenyum.

"Iya sama-sama" sebelum benar-benar pergi Jaemin melambaikan tangannya kepada Jeno dan di balas oleh Jeno sambil tersenyum.

Setelah kepergian Jaemin Jeno memarkirkan mobilnya di pinggir jalan yang letaknya tak jauh dari gang tersebut. Jeno dengan diam-diam mengikuti Jaemin dari belakang, ia mempercepat langkahnya saat tak melihat Jaemin. Jeno hanya takut Jaemin kenapa-kenapa saat di perjalan pulang melewati gang sempit ini.

Semuanya tampak baik-baik saja saat Jeno mengikuti Jaemin sampai ke depan rumah Jaemin yang merupakan sebuah apartemen yang bisa di bilang lumayan bagus.

Jeno berhenti tepat di ujung gang tersebut sambil memantau Jaemin yang berjalan menuju pintu masuk yang masih terbuka di jaga oleh satpam.

Tapi, saat hendak beranjak pergi. Jeno mencium aroma sesuatu, aroma ini manis dan... Terasa familiar? Ia berbalik dan Jeno melihat seseorang tengah mencegat Jaemin. Jeno mengurungkan niatnya untuk pergi, ia memperhatikan Jaemin yang tengah mengobrol dengan orang tersebut.

Jeno menatap mereka berdua membicarakan sesuatu hingga beberapa kali Jaemin dan orang tersebut tertawa bersama.

Jeno tak menghiraukan obrolan mereka yang terdengar jelas olehnya, ia hanya fokus pada seseorang yang bersama Jaemin.

Ia seperti mengenalnya? Wanginya? Auranya? Entahlah Jeno tak tau, bahkan saat Jaemin memanggil nama orang tersebut ia tak fokus.

Beberapa saat kemudian orang itu melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan Jaemin sendiri, Jaemin balas dengan senyuman dan lambaian tangannya.

Setelah itu Jaemin pun pergi masuk ke dalam gedung apartemen nya, setelah kepergian Jaemin. Jeno mulai berfikir lagi mereka terlihat akrab, apa itu Haechan? Yang saat itu Jaemin ceritakan? Tapi... Ia seperti mengenali siapa orang ini.

Dan karena itu Jeno mulai di Landa pertanyaan, siapakah itu?

........

Pagi pun tiba, Jeno bangun dari tidurnya. Semalam ia tidur jam 4 bahkan hampir jam 5 hanya karena memikirkan masalah tadi malam.

Ah untuk saat ini mari kira pinggirkan masalah itu dulu nanti atau di waktu yang akan datang Jeno akan menanyakannya secara langsung kepada Jaemin, karena sekarang ponselnya berbunyi menandakan seseorang menelpon nya.

"Selamat siang bos, saya hanya ingin menanyakan sesuatu. Apakah anda tidak bisa masuk kerja hati ini?" Tanya langsung di sebrang sana yang terdengar seperti menahan emosinya, siang? Jeno melihat ke arah jam dinding dan melihat sekarang sudah hampir waktu makan siang.

Mate - NoMin Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang