MCR - 5

1.3K 152 17
                                        

~Happy Reading~



.....

"Sesuka itu lo sama dia Njun?"







Ningning menatap Renjun yang terus menatap Karina, apa kalian fikir ia tak tau kalau Renjun menyukai sahabatnya?, kalian salah!. Tentu saja ia tau.

Bahkan rasa sesak itu selalu hadir menyerang dadanya saat melihat Renjun yang selalu memberikan perhatian-perhatian kecil pada Karina.

Ningning juga ingin.

Tapi Ningning sadar diri.

Ia bukan siapa-siapa Renjun.

Ia hanya benalu yang bahkan di anggap teman saja tidak sama Renjun.

Ia tidak berhak melarang Renjun peduli pada Karina.

Tapi Renjun salah kalau harus suka pada Karina yang jelas-jelas sudah jadi milik Jeno, sahabatnya sendiri.

Jika Karina masih sendiri, Ningning rela mundur dan merelakan Renjun bersama Karina.

Tapi... Karina sudah ada Jeno.

Dan Renjun tidak bisa merebutnya.

Jadi Renjun harus melupakan perasaannya.

Dan tentu saja Ningning akan terus maju untuk mendapatkan hati cowok dingin itu.


Apa Ningning bisa?





"Jangan di liatin terus kali, gak akan kabur dia" celetuk Winter setelah menyenggol lengan Ningning.

Ningning tersadar dari lamunannya lalu menatap Winter dengan kesal "Ngagetin nyet!"

Winter hanya terkekeh.

"Kalian mau makan apa?" tanya Jaemin.

Saat ini mereka berada di kantin.

"Lo nanya gitu emang mau pesenin kita makanan?" celetuk Haechan.

"Gak lah, nanya doang gua mah, ayok neng Winter kita pesen makanan" Jaemin menarik tangan Winter meninggalkan teman-temannya.

Haechan menengus, ia mengelus dadanya pelan lalu menatap Jeno dan Renjun "Temen lo berdua itu!, ngeselin"

"Temen lo juga bangsat!" ucap Jeno.

"Sejak kapan gue akuin dia sebagai temen gue?!"

"Gak ada ahlak emang lo"

"Kayak lo punya ahlak aja"

Jeno menatap Giselle "Jel bawa peliharaan lo sono jauh-jauh, enek gue liatnya"

"BANGSAT, GUE BUKAN HEWAN!" Amuk Haechan.

Jeno terkekeh sinis "Lahh bukannya kemarin gue liat lo ke kebun binatang ya ketemu temen lo?!"

My Cold RenjunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang