3. Overthinking

1.4K 133 3
                                        

Twelves 03

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Twelves 03.

Fyi ya guys, disini tuh Arga bahasanya emang random kalau ngomong sama Skyra. Kadang Lo-gue, kadang Aku-kamu.

Waktu menunjukkan angka sepuluh malam dan Arga baru saja pulang ke rumahnya. Cowok berkemeja flannel itu mengunci rapat gerbang, lalu membawa langkahnya ke dalam rumah.

Pencahayaan didalam rumah membuat Arga sedikit bingung. Apa mamanya yang datang kemari, atau justru Skyra?

Arga masuk ke dalam kamar. Menemukan atensi Skyra yang tidur dengan posisi duduk di sofa yang ada di kamarnya. Arga mendekat, meletakkan buku paket kimia yang ada di pangkuan Skyra ke atas meja. Cowok itu menyingkap sedikit poni yang menutupi wajah damai itu, “Sky,” Panggilnya lembut dengan menepuk pelan pipi Skyra.

Gadis itu menggeliat ketika merasakan tepukan pada pipinya. Skyra membuka mata, menemukan Arga yang ada di hadapannya dengan jarak yang cukup dekat. “Udah pulang?” Tanyanya dengan suara khas orang bangun tidur. Skyra membenahi posisi duduknya, mengucek pelan matanya.

“Udah dari tadi? Kenapa gak bilang ada disini?”

“Takut ganggu kamu. Lagian gapapa kok, aku tadinya cuma mau ambil buku paket kimia, tapi tadi ngelewatin pedagang capcay trus aku inisiatif beli buat kamu.” Skyra tersenyum, “Udah makan? Makanannya aku angetin dulu kalau kamu belum makan.”

Arga mengangguk, “Aku mau mandi dulu,” Ujarnya yang diangguki Skyra.

Skyra mencepol asal rambutnya, melangkahkan kakinya menuju dapur Arga untuk menghangatkan capcay yang dibelinya tadi.

Skyra menunggu di meja makan, matanya masih sedikit mengantuk sebenarnya. Skyra memainkan ponselnya, menunggu capcay yang masih dihangatkannya.

Lima belas menit berlalu, Arga menghampiri Skyra di bawah dengan tubuh yang sudah segar. Tubuh atletisnya dibalut kaos hitam polos dengan celana pendek berwarna senada. Arga menatap capcay itu sebentar lalu memakannya.

“Aku habis ini pulang ya, Ga. Kalau kamu nanti lapar lagi, aku tadi juga beliin roti sama susu ada di kulkas.”

Arga mengangguk, “Aku anter pulang.”

Skyra tak menolak, dan keduanya kembali diam menikmati hidangan mereka. Sampai akhirnya makanan mereka habis, setelah Skyra membawa piring kotor ke dapur lalu mencucinya, Arga menahan lengan gadis itu.

“Sky, kalau suatu saat gue ngelakuin kesalahan sama lo. Lo boleh marah sebebasnya sama gue, tapi satu hal yang gue minta, jangan pernah benci gue.” Arga menatap bola mata jernih itu dalam-dalam. Skyra menatapnya bingung, kenapa tiba-tiba Arga berkata seperti itu?

TwelvesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang